MALANG, Tugumalang.id – Sekolah Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menyelenggarakan seminar nasional dengan tema Artificial Intelligence (AI) pada hari Kamis (23/10/2025).
Mengusung tajuk “Menghadapi Disrupsi AI: Mengubah Ancaman menjadi Peluang di Dunia Kerja”, kegiatan ini digelar di Auditorium Multikultural Unikama. Kegiatan ini dihadiri mahasiswa dari program magister dan doktoral, mereka nampak begitu antusias mengikuti setiap sesi seminar.
Acara seminar yang digagas oleh Sekolah Pascasarjana Unikama sebagai bentuk respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi AI yang mulai mengubah lanskap berbagai sektor industri global.
Dr. Made Duananda Kartika Degeng, S.Pd, M.Pd dari Universitas Negeri Malang (UM) didapuk sebagai narasumber utama. Ia memaparkan analisis mendalam tentang dinamika disrupsi AI.

Baca juga: Unikama Gelar Yudisium, 29 Lulusan Pascasarjana Resmi Dikukuhkan
Duananda menekankan bahwa kehadiran AI tidak harus dilihat sebagai ancaman yang akan menggantikan peran manusia.
“Kunci utama adalah adaptasi dan peningkatan kompetensi. AI justru bisa menjadi co pilot untuk meningkatkan efisiensi, kreativitas, dan inovasi di tempat kerja, jika kita mampu mengelolanya dengan bijak,” jelasnya.
Apresiasi Positif Direktur Sekolah Pascasarjana Unikama
Direktur Sekolah Pascasarjana Unikama, Dr. Sulistyo, M.Ak menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara seminar ini.

Pihaknya menegaskan komitmen institusinya untuk terus mendorong kurikulum dan penelitian yang relevan dengan tantangan zaman, termasuk integrasi etika dan pemanfaatan AI.
“Ini adalah momentum bagi kami untuk terus berbenah. Sekolah Pascasarjana Unikama harus berada di garda terdepan dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dan mampu beradaptasi dengan perkembangan AI,” kata Sulistyo.
Baca juga: Berkualitas, 80 Persen Lulusan Unikama 2025 Terserap di Dunia Kerja
Antusiasme Mahasiswa Cukup Tinggi
Sementara itu, Ketua Pelaksana Seminar, Dr. Siti Mafulah, M.Pd melaporkan bahwa antusiasme mahasiswa terhadap tema ini, sangat tinggi.
Ia berharap seminar ini dapat menjadi trigger bagi seluruh civitas akademika untuk lebih kritis dan proaktif dalam menyikapi perkembangan teknologi.
“Melalui diskusi hari ini, kami berharap dapat membuka wawasan dan memantik ide-ide baru, sehingga disrupsi AI dapat benar-benar diubah menjadi peluang emas bagi peningkatan karir dan dunia kerja,” ujar Siti Mafulah.

Kegiatan seminar ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang menunjukkan tingginya ketertarikan peserta terhadap topik yang dibahas.
Keberhasilan acara ini tidak hanya memberikan perspektif baru, tetapi juga memperkuat jaringan antara akademisi dan mahasiswa dalam menghadapi era digital.
Langkah strategis ini diharapkan dapat terus dilakukan untuk membekali lulusan dengan kemampuan yang sesuai kebutuhan masa depan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























