Jumat, Juli 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Festival Kali Brantas 2025 Resmi Dibuka dengan Ritual Petik Tirta Amerta di Titik Nol Hulu Sungai

Redaksi by Redaksi
Juli 25, 2025 9:12 pm
in News
Festival Kali Brantas 2025

Ritual petik tirta amerta di titik nol Sungai Brantas, Arboretum, Kota Batu. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Festival Kali Brantas ke-4 resmi dimulai dengan digelarnya ritual Petik Tirta Amerta di titik nol hulu Sungai Brantas, Arboretum Kota Batu, Jumat (25/7/2025). Ritual ini tidak hanya sarat makna spiritual, tetapi juga mengusung misi penyelamatan lingkungan dan pelestarian sumber mata air.

Festival yang digagas oleh budayawan Malang Ki Demang (Isa Wahyudi) ini menjadi perayaan budaya dan ekologi yang mengajak masyarakat kembali menghormati air sebagai sumber kehidupan. “Petik Tirta Amerta bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghormatan kepada sumber kehidupan air, urat nadi warga Jawa Timur yang dialiri Sungai Brantas,” ujarnya.Festival Kali Brantas 2025

READ ALSO

Diduga Dipicu Bakar Sampah, Kebakaran Hanguskan 0,5 Hektare Lahan Bambu di Batu

Pemkot Batu Perkuat Regulasi Pembatasan Kampanye LGBTQ di Ruang Publik

Makna Filosofis di Balik Ritual Petik Tirta

Ritual Petik Tirta Amerta dilaksanakan bertepatan dengan penghujung bulan Suro, dan dipimpin oleh tokoh budaya Kota Batu Ki Lelono dan Bu Umie Solekan. Dengan mantra “sasi mimba, haning data, nedhi tirta, banyu dzat sira, huripa”, mereka membuka mata air sebagai simbol permohonan air suci, yang diyakini sebagai zat kehidupan sejati dari Sang Pencipta.

Budayawan Malang Mbah Karjo, yang juga dikenal sebagai Dalang Wayang Suket, menjelaskan bahwa dalam mitologi Jawa dan Hindu, Tirta Amerta berarti ‘air kehidupan’. “Memetik Tirta Amerta dari sumber utama adalah simbol pengambilan sumber suci kehidupan, sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan restu dari alam semesta,” ungkapnya.

Baca juga: Festival Kali Brantas 3 Hidupkan Kembali Kenduren, Nyadran, Memetri, Larung sesaji di Pinggir Kali

Pesan Ekologis dari Hulu Sungai Brantas

Menurut Ki Demang, pemilihan lokasi di titik nol Sungai Brantas memiliki pesan ekologis yang kuat. “Perawatan lingkungan harus dimulai dari hulunya. Jika sumber air dimuliakan dan dijaga, maka aliran kehidupan di hilir akan tetap bersih dan berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar pelestarian tradisi, Petik Tirta Amerta menjadi ajakan untuk membangun etika lingkungan baru yang berakar pada kearifan lokal. Ritual ini menjadi platform budaya yang menyuarakan pentingnya menjaga air demi masa depan yang lestari.

Festival Kolaborasi Budaya dan Pelestarian Lingkungan

Festival yang diinisiasi oleh Pokdarwis Kota Malang sejak tahun 2022 ini merupakan wujud kolaborasi budaya dan pelestarian lingkungan. Seperti tahun tahun sebelumnya di tahun ini, Festival Kali Brantas diselenggarakan di 7 kampung tematik Kota Malang, yaitu: Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Grabah Penanggungan, Kampung Putih Klojen, Kampung Biru Arema Kidul Dalem, Kampung Tridi Kesatrian, Kampung Warna Warni Jodipan, Kampung Lampion Jodipan

Baca juga: Festival Kali Brantas 2, Dari Ritus sampai Wisata Lingkungan Berkelanjutan

Rangkaian festival akan berlanjut hingga Sabtu, 26 Juli, di Kampung Grabah Penanggungan dengan acara Kenduren dan Larung Sesaji Kali Brantas, dilanjutkan Sarasehan Kali Brantas yang melibatkan tokoh masyarakat, aktivis lingkungan, dan seniman lokal.

Puncaknya, pada Minggu, 27 Juli, ketujuh kampung akan serempak menggelar Gugur Gunung Rijik-Rijik Kali Brantas, sebuah aksi bersih-bersih sungai Brantas secara gotong royong sebagai simbul peringatan Hari Sungai Nasionall Kampung Biru Arema akan menyuguhkan Petunjukan Musik “Nyanyian Arema Kali Brantas”.

Sementara di Kampung Warna Warni akan berlangsung Kampanye Kali Brantas dalam bentuk tarian dan nyanyian kolaborasi dari Kampung Putih dan Kampung Lampion. Tak kalah menarik, Kampung Keramik Dinoyo dan Kampung Grabah Penanggungan menyuguhkan Dolanan Lempung Brantas, permainan tradisional berbahan tanah liat sebagai simbol kesuburan dan ekologi.

Lalu, Kampung Tridi akan mengadakan Nyadran Kali Brantas, sementara Ruwatan Kali Brantas akan digelar malam hari di Kampung Warna Warni, menampilkan Wayang Topeng “Ronggeng Kali Brantas” dari Kampung Budaya Polowijen.

Festival Kali Brantas #4 menjadi ruang kolektif untuk menyuarakan pentingnya menjaga sungai sebagai warisan budaya dan sumber kehidupan. Dengan semangat gotong royong, budaya, dan kreativitas warga kampung, sungai Brantas tak hanya dirawat, tetapi dimuliakan.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: arboretumfestival Kali brantaslingkunganpetik tirta amertaselamatkan mata airTitik nol sungai brantas

Related Posts

Diduga Dipicu Bakar Sampah, Kebakaran Hanguskan 0,5 Hektare Lahan Bambu di Batu
News

Diduga Dipicu Bakar Sampah, Kebakaran Hanguskan 0,5 Hektare Lahan Bambu di Batu

Jumat, 10 Jul 2026
Pemkot Batu Perkuat Regulasi Pembatasan Kampanye LGBTQ di Ruang Publik
News

Pemkot Batu Perkuat Regulasi Pembatasan Kampanye LGBTQ di Ruang Publik

Jumat, 10 Jul 2026
Jalan Menuju Surga di Malang Bikin Penasaran, Ini Cerita di Balik Namanya
News

Jalan Menuju Surga di Malang Bikin Penasaran, Ini Cerita di Balik Namanya

Jumat, 10 Jul 2026
Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim
News

Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

Jumat, 10 Jul 2026
Surya Burhanuddin
News

Surya Burhanuddin ‘Provokasi’ ASN Kabupaten Malang agar Bermindset Global dan Kuliah di Luar Negeri

Jumat, 10 Jul 2026
Jadi Percontohan Gerakan Indonesia Asri, Wali Kota Malang: Budaya Bersih Sudah Dimulai dari RT hingga Perkantoran
News

Jadi Percontohan Gerakan Indonesia Asri, Wali Kota Malang: Budaya Bersih Sudah Dimulai dari RT hingga Perkantoran

Jumat, 10 Jul 2026
Next Post
Kepala Program Studi Entrepreneurship Business Creation Binus Malang, Etsa Astrid Setiyati memaparkan ekosistem wirausaha di Binus. (Foto/M Sholeh)

Terakreditasi Internasional AACSB, Fakultas Bisnis Binus Malang Tegas Cetak Wirausaha Muda

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.