Malang, Tugumalang.id – Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) menegaskan komitmennya terhadap isu lingkungan melalui penyelenggaraan Sustain-Bazaar 2026. Kegiatan yang melibatkan 300 mahasiswa FEB UB ini menegaskan bahwa masa depan bisnis nasional harus berpijak pada prinsip keberlanjutan.
Berlangsung di Lantai F2 Transmart MX Mall mulai 4 hingga 31 Mei 2026, bazar bertajuk Entrepreneurship for Sustainable Future ini menjadi laboratorium praktik nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan konsep green economy di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang.
Sustain-Bazaar 2026 Jadi Laboratorium Nyata Green Economy
Ketua Departemen Manajemen FEB UB, Nanang Suryadi, mengungkapkan bahwa fokus keberlanjutan dipilih karena perguruan tinggi memiliki tanggung jawab intelektual dalam membangun ekosistem bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Pendidikan kewirausahaan saat ini tidak boleh hanya bicara soal profit, tapi juga dampak. Kami ingin membangun kesadaran mahasiswa bahwa kreativitas dan problem solving dalam bisnis harus selaras dengan upaya menjaga lingkungan,” jelas Nanang.
Baca juga: Optimalisasi Manfaat Hilirisasi Industri, Dosen FEB UB Malang Teliti Skema Pola Kemitraan Hexahelix
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam praktik langsung ini merupakan langkah konkret FEB UB dalam menjawab tantangan global terkait ekonomi hijau yang semakin mendesak.
‘‘Kami ingin mencetak Green Entrepreneur muda dari kegiatan ini,’’ ujarnya.
Mahasiswa Didorong Terapkan Bisnis Minim Risiko dan Ramah Lingkungan

Diketahui, aspek keberlanjutan dalam Sustain-Bazaar 2026 diterapkan melalui dua jalur utama, yakni operasional dan model bisnis. Ketua Panitia, Abdurrahman Hakim, SE., MBA., CPHR., menjelaskan bahwa seluruh tenant didorong untuk menekan penggunaan plastik sekali pakai.
“Tema khususnya adalah sustainability. Kami mengedepankan green economy, penggunaan plastik sekali pakai sangat dikurangi. Kami arahkan mahasiswa menggunakan bahan reusable yang bisa dipakai berkali-kali,” ujar Hakim.
Selain aspek lingkungan, panitia juga menanamkan konsep keberlanjutan ekonomi melalui model bisnis minim risiko. Mahasiswa didorong untuk berkolaborasi dengan UMKM melalui sistem kemitraan, titip jual, hingga afiliasi.
“Kami ingin mahasiswa paham bahwa bisnis bisa berkelanjutan tanpa harus terbentur modal besar di awal. Dengan akal dan kemitraan, mereka bisa belajar membangun nilai tambah tanpa risiko kerugian yang mematikan semangat usaha mereka,” imbuhnya.
Digelar Sebulan Penuh, Mahasiswa Belajar dari Evaluasi Nyata
Berbeda dengan bazar pada umumnya yang hanya berlangsung beberapa hari, Sustain-Bazaar 2026 sengaja digelar selama satu bulan penuh. Durasi ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk melakukan trial and error dalam menerapkan konsep green economy secara langsung.
“Kalau cuma di atas kertas belum tentu bisa diterapkan. Di sini mereka belajar melalui kesalahan. Setiap minggu dievaluasi oleh dosen pendamping agar mereka bisa memperbaiki strategi marketing dan operasionalnya secara nyata,” kata Hakim.
Pemanfaatan Transmart MX Mall sebagai lokasi bazar juga menjadi bagian dari keberlanjutan ekosistem Universitas Brawijaya. Melalui kerja sama strategis PT BMU, FEB UB memanfaatkan ruang publik ini sebagai laboratorium nyata untuk menghidupkan kembali gairah ekonomi lokal di Malang Raya.
Dengan sekitar 60 tenant yang menyajikan produk kreatif, kuliner, hingga fesyen, Sustain-Bazaar 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam mendorong lahirnya wirausahawan muda yang berorientasi pada keberlanjutan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


















