MALANG, Tugumalang.id – Menyadari pentingnya siswa mengenali potensi diri sejak dini, Dosen Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr Umi Dayati M.Pd menegaskan bahwa psikotes memiliki peran penting sebagai alat untuk menggali potensi siswa secara komprehensif.
Menurut Umi yang dikenal berpengalaman dalam bidang pendidikan keluarga dan parenting, psikotes tidak hanya menjadi alat seleksi akademik. Lebih dari itu, tes ini membantu memahami kemampuan kognitif, bakat, hingga karakteristik kepribadian siswa yang masih berada pada fase remaja dan pencarian jati diri.
Psikotes Bantu Siswa Kenali Minat dan Bakat
Umi menjelaskan psikotes dapat menjadi panduan bagi siswa untuk mengenali kekuatan dan kelemahan dirinya, sehingga lebih siap menentukan pilihan jurusan maupun kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat.
Baca juga: Cegah Anak Kecanduan Gadget, Dosen Universitas Negeri Malang Ajak Orang Tua Peduli Pendidikan dan Kesehatan Mental
Ia menyarankan guru untuk turut mendampingi orang tua dalam memahami hasil psikotes putra-putri mereka. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga dinilai mampu memperkuat kepercayaan diri anak dalam mengembangkan potensinya.
“Ketika masuk SMA atau SMK (sederajat), saran saya harus ada psikotes dan orang tua diberi tahu hasilnya. Selama ini psikotes, hasilnya hanya diberikan saja padahal orang tua perlu didampingi membaca hasil tersebut, untuk mengetahui potensi anak mereka,” kata Umi, Minggu (7/12/2025).
Pentingnya Psikotes Saat Masuk Kelas 10
“Idealnya memang ketika masuk kelas 10, jadi kita tahu tingkat potensi kognitifnya seperti apa dan berapa persen yang sudah kelihatan. Kalau guru enggak tahu potensi siswa, ini bisa jadi masalah. Karena guru harus tahu, jangan sampai siswa masuk jurusan ini karena ikut teman-temannya dan nanti motivasinya justru turun,” lanjutnya.
Ia menilai hasil psikotes dapat menjadi data penting dalam menentukan arah pendidikan siswa agar tidak salah langkah dalam memilih jurusan yang dapat menurunkan minat belajar.
Peran Kunci Psikotes dalam Perencanaan Masa Depan
Umi menuturkan bahwa psikotes memegang peranan besar dalam pendampingan pengembangan karier siswa. Tes ini menjadi pijakan awal saat merencanakan masa depan, baik ketika memilih jurusan di SMA/SMK maupun saat melanjutkan pendidikan tinggi sesuai potensi yang dimiliki.
Dosen Departemen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan UM tersebut mendorong agar psikotes dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pengembangan holistik siswa, termasuk aspek emosional dan sosial.
“Kalau kita enggak tahu kepribadian dan kecerdasan anak, nanti bisa salah arah. Itulah mengapa orang tua perlu diajak memahami bersama tentang parenting yang itu akan semakin bagus,” jelasnya.
Menurut Umi, psikotes seharusnya tidak dipandang sebagai evaluasi biasa, tetapi langkah proaktif yang dapat dimanfaatkan secara optimal demi masa depan generasi muda.
Dengan demikian, psikotes menjadi kunci untuk membuka peluang pengembangan diri siswa secara lebih terarah dan berdampak panjang bagi pendidikan serta karier mereka.
Umi berharap guru dan orang tua semakin memahami urgensi psikotes dalam membantu generasi muda menemukan potensi terbaik yang akan menjadi bekal keberhasilan di masa depan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























