Malang, Tugumalang.id – Kabar membanggakan datang dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama). Salah satu dosennya yakni Dr. Sri Wilujeng, SE., MM., berhasil lolos memperoleh pendanaan program riset dan inovasi kolaboratif dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan fokus penetilian strategi memperkuat daya saing Usaha Kecil Menengah (UKM) Jawa Timur.
Keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Sri Wilujeng mengungkapkan, proposal penelitian yang diajukan timnya sempat gagal pada pengajuan pertama. Setelah melakukan evaluasi dan penyempurnaan, proposal tersebut akhirnya berhasil memperoleh pendanaan pada kesempatan kedua.
“Awalnya kami pernah mengajukan, tetapi belum lolos. Kemudian kami evaluasi, memperbaiki proposal, dan alhamdulillah pada pengajuan kedua akhirnya berhasil mendapatkan pendanaan,” ujarnya.
Dalam penelitian ini, ia menjadi satu satunya dosen dari Unikama yang tergabung dalam tim riset kolaboratif itu. Penelitian dipimpin dosen dari Politeknik Negeri Malang (Polinema), dengan anggota peneliti berasal dari Polinema, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Unikama.
Riset tersebut memperoleh pendanaan selama satu tahun melalui skema penelitian mono year, dengan masa pelaksanaan mulai Maret 2026 hingga Maret 2027.
Baca juga: Dosen Unikama Kembangkan Telur Asin Wagir jadi Kerupuk, Peternak dapat Pakan Modern
Menurutnya, penelitian difokuskan pada penguatan daya saing UKM di Jawa Timur melalui pendekatan knowledge-based economy atau ekonomi berbasis pengetahuan. Konsep ini dinilai penting agar pelaku UKM mampu mengembangkan inovasi sebagai modal menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat.
Knowledge-Based Economy merupakan konsep ekonomi yang menjadikan pengetahuan sebagai aset utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, inovasi dan keunggulan bersaing.
Dalam konsep ini, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal atau sumber daya fisik, tetapi juga oleh kemampuan memperoleh, mengelola, menyebarkan, dan memanfaatkan pengetahuan untuk menghasilkan ide ide baru yang bernilai.
Menurut dosen Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unikama itu, hasil penelitian diproyeksikan tak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menjadi rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan kebijakan maupun strategi bisnis pelaku UKM.
“Kami berharap riset ini bisa memberikan masukan bagi UKM dalam menyusun strategi keunggulan bersaing sehingga usahanya dapat berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Baca juga: Dari Limbah Ternak ke Rupiah: Dosen Unikama Bantu Peternak Bangelan Wujudkan Mandiri Pangan
Penelitian akan melibatkan 41 UKM yang tersebar di sejumlah wilayah kerja Bakorwil di Jawa Timur, seperti Madiun, Bojonegoro, Malang, Pamekasan, Jember hingga Surabaya. Sebaran tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi UKM di berbagai daerah.
Dia menjelaskan bahwa sektor UKM dipilih karena memiliki karakter yang unik dan fleksibel dalam beradaptasi terhadap perubahan pasar. Pengalaman menunjukkan bahwa UKM menjadi salah satu penopang perekonomian nasional ketika terjadi krisis.
“UKM memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Itu yang membuat sektor ini mampu bertahan dan menjadi penopang ekonomi ketika terjadi krisis,” katanya.
Ia juga menilai tantangan ekonomi dan percepatan digitalisasi saat ini menuntut pelaku UKM untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi faktor penting agar mampu mempertahankan daya saing.
“Pelaku UKM harus terus belajar, adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk digitalisasi dalam pemasaran maupun transaksi. Dengan begitu mereka akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan usaha ke depan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko























