Tugumalang.id – Perjalanan mega bintang sepakbola, Lionel Messi menuju puncak dunia penuh kisah magis. Dari bocah yang sempat bergulat dengan gangguan hormon pertumbuhan hingga menjelma menjadi ikon sepak bola, Messi akhirnya menuntaskan takdirnya dengan mengangkat trofi Piala Dunia FIFA 2022.
Malam di Lusail, Qatar menjadi saksi bagaimana perjalanan panjang seorang anak dari Rosario menemukan karier paling indah. Lionel Messi akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia 2022, sebuah mahkota yang melengkapi dongeng panjang penuh penantian.
Messi bukan lahir sebagai bintang instan. Ia tumbuh di kota kecil Rosario, Argentina dengan mimpi besar di tengah keterbatasan. Di usia muda, ia sempat menghadapi masalah hormon pertumbuhan yang nyaris menghambat kariernya.
Baca Juga: Pecinta Timnas Indonesia Wajib Tahu! Ini Jadwal Cabang Sepakbola Putra SEA Games 2025
Namun bakat bocah mungil itu membawanya menyeberang ke Spanyol. Ia bergabung dengan akademi FC Barcelona, La Masia, tempat di mana legenda itu mulai ditempa.
Di Barcelona, Messi menjelma menjadi ikon sepakbola dunia. Bersama klub Catalan itu, ia meraih segalanya. Mulai dari gelar liga, liga champions hingga berbagai penghargaan individu bergengsi seperti Ballon d’Or.
Gaya bermainnya yang magis, dribel memukau dan ketajaman di depan gawang membuatnya disebut sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Namun, di balik gemerlap kesuksesannya di klub, ada satu kekosongan besar yakni mahkota Piala Dunia.
Sejak debut di Piala Dunia 2006, Messi terus memikul harapan Argentina. Ia sempat membawa negaranya ke final Piala Dunia FIFA 2014. Tetapi harus meringkuk usai runner-up setelah kalah dari Jerman meski ia dinobatkan sebagai pemain terbaik edisi itu.
Baca Juga: Dinkes Kota Batu Jemput Bola Lakukan Skrining di Kantong-kantong TBC
Kekalahan itu menjadi luka yang membekas, bahkan sempat membuatnya dirundung keraguan akan statusnya sebagai yang terbaik. Namun Messi tidak menyerah.
Ia bangkit, terus memimpin Argentina, hingga akhirnya meraih gelar Copa America 2021, trofi internasional besar pertamanya bersama tim nasional. Momentum itu menjadi titik balik menuju Qatar 2022.
Di Piala Dunia 2022, Messi tampil sebagai pemimpin sejati. Ia mencetak gol, memberi assist dan hadir di setiap momen penting Argentina. Puncaknya terjadi di final melawan tim nasional Prancis, dalam laga dramatis yang berakhir 3-3 sebelum dimenangkan Argentina lewat adu penalti.
Saat peluit panjang berbunyi, Messi tak hanya menang, ia menuntaskan perjalanan puncak karirnya dengan memeluk kiper Argentina, Emiliano Martinez yang tampil gemilang hingga membawa takdir Leonel Messi meraih mahkota Piala Dunia pertamanya.
Trofi Piala Dunia itu bukan sekadar gelar, melainkan simbol dari ketekunan, kesabaran dan dedikasi tanpa henti. Dari bocah kecil dengan mimpi besar, menjadi legenda yang menginspirasi dunia. Messi membuktikan bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju puncak.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























