Tugumalang.id – Hubungan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, dengan Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) makin solid.
Memasuki usia kerja sama yang akan memasuki 18 tahun, Pemkab Sumba Tengah kembali memercayakan penyusunan kajian akademik proyek strategis nasional kepada Kampus Teknik Terbaik di Kota Malang ini.
Melalui Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU), kedua pihak meresmikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Rapat LPKU ITN Malang, pada Senin (28/9/2026). Kerja sama kali ini berfokus pada penyusunan kajian lingkungan untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) SMP-SMA.
Program ini merupakan salah satu program strategis Kabinet Presiden Prabowo Subianto, di mana Sumba Tengah terpilih masuk dalam 37 kabupaten/kota penerima alokasi pertama.

Dalam hal ini, ITN Malang membantu menyiapkan berbagai dokumen sebagai syarat pendirian SNT di Kabupaten Sumba Tengah, antara lain Dokumen Lingkungan serta Dokumen Persetujuan Teknis Lainnya, termasuk Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).
Rombongan Sumba Tengah dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah, Bernardus B. Gela, S.IP., M.AP., bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Ignasius, U.K. Sabora, S.Sos., serta jajarannya. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dan Kepala LPKU ITN Malang, Dr. Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM.
Komitmen ITN Malang: Libatkan Mahasiswa Langsung di Proyek Daerah
Apresiasi tinggi disampaikan Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, atas konsistensi Pemkab Sumba Tengah yang terus menggandeng ITN Malang dari tahun ke tahun. Kepercayaan panjang ini dinilainya sebagai bukti nyata sinergi yang berdampak saling menguatkan.
“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan Pemkab Sumba Tengah selama ini. Harapannya, tim dari ITN Malang bisa menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan tepat waktu dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan SDM di sana,” ujarnya.

Rektor menjelaskan, ITN Malang saat ini terus berbenah menggeser pola pembelajaran dari sekadar teori konvensional menuju sistem Project-Based Learning dan hands-on experience. Mahasiswa dibekali kompetensi praktis sebelum mereka terjun ke dunia kerja maupun kembali membangun daerah asal.
“Kami tidak hanya memberikan pendidikan di bangku kuliah, tetapi juga menerjunkan mahasiswa langsung ke lapangan. Di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) maupun Fakultas Teknologi Industri (FTI), mahasiswa kami libatkan dalam proyek riil dan pekerjaan konsultasi teknis, seperti analisis ketenagalistrikan. Metode ini terbukti ampuh, bahkan sebelum wisuda banyak lulusan kami yang sudah langsung direkrut perusahaan,” tambah Rektor.
Pendekatan berbasis proyek ini juga disiapkan ITN Malang untuk mengantisipasi mahasiswa dari dampak negatif AI Revolution. Bekal pengalaman teknis lapangan dinilai ampuh agar lulusan tidak gagap teknologi, tetap kreatif, serta memiliki kemandirian tinggi.
Selain itu, pengembangan prodi terus berjalan dinamis, seperti rencana pembukaan konsentrasi motorsport di Teknik Mesin sebagai wadah penyaluran bakat anak muda.
Sekda Sumba Tengah: ITN Malang Seperti Rumah Kedua
Sekretaris Daerah Sumba Tengah, Bernardus B. Gela, tak canggung mengungkapkan kedekatan emosional daerahnya dengan ITN Malang. Kemitraan yang terjalin sejak ia masih menjabat sebagai Sekretaris Bappeda pada 2009 silam membuat ITN Malang terasa sangat familiar bagi jajaran Pemkab.
“ITN Malang buat kami itu seperti rumah kedua. Sejak 2009 sampai sekarang, nyaris setiap tahun ada implementasi kerja sama. Kontribusi ITN luar biasa dalam membantu penyusunan berbagai dokumen yang membutuhkan kajian akademik, mulai dari Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Rumah Sakit, hingga Dinas Pendidikan. Bahkan banyak alumni ITN yang kini jadi pimpinan dinas di Sumba Tengah,” ujar Bernardus.
Ia menambahkan, keterlibatan ITN Malang sangat krusial dalam mempercepat pembangunan di daerahnya, termasuk memastikan pemenuhan kualifikasi administrasi dan regulasi teknis pembangunan infrastruktur pendidikan nasional.
Komitmen Pemberdayaan Daerah dan Peluang Beasiswa
Kepala LPKU ITN Malang, Ardiyanto Maksimilianus Gai, menyatakan, bahwa kepercayaan yang diberikan Pemkab Sumba Tengah merupakan tanggung jawab profesional yang selalu diprioritaskan ketepatan waktunya.
“Kami selalu mengawali berkontrak dengan PKS agar seluruh ruang lingkup kerja sama jelas. Kemitraan ini bukan beban, melainkan tanggung jawab yang siap kami selesaikan dengan kualitas terbaik. Kedepannya, daerah-daerah mitra yang aktif bekerja sama seperti Sumba Tengah juga akan kami prioritaskan untuk dorongan program bantuan beasiswa studi mahasiswa,” ungkap Ardiyanto.
Melalui sinergi pemikiran riset akademis, penerapan Project-Based Learning, serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) daerah, kemitraan antara ITN Malang dan Pemkab Sumba Tengah ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung (impactful campus) yang dirasakan masyarakat NTT.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
Editor: Herlianto. A































