MALANG, Tugumalang.id – Museum Singhasari menambah koleksi baru yang berkaitan dengan tokoh ternama dalam sejarah Malang Raya, yakni Ken Arok. Koleksi ini berupa dua patung Ken Arok yang masing-masing berukuran satu meter dan satu diorama yang menggambarkan masa-masa Ken Arok berguru ke Tuan Tita. Koleksi ini baru datang pada awal Desember 2023.
Kedua koleksi ini terbuat dari kayu trembesi yang berasal dari pohon trembesi di depan Museum Singhasari. Pohon tersebut ditebang karena dikhawatirkan akan tumbang mengingat cuaca bisa cukup ekstrem di wilayah tersebut.
Baca Juga: Para Raja Singosari Malang Dimakamkan di Mana?

Gelondongan kayu tersebut kemudian dibawa ke Kabupaten Gianyar, Bali untuk dipahat menjadi dua buah patung dan diorama. Perajin kayu di Kabupaten Gianyar dianggap sangat mumpuni untuk menciptakan koleksi-koleksi ini.
“Pahatan patungnya kan (untuk) era kerajaan Hindu. Di sana (Gianyar), mayoritas penduduknya beragama Hindu. Di sana juga banyak perajin patung kayu. Jadi kami pesan ke sana,” terang Pemelihara Koleksi dan Museum di Museum Singhasari, Adhika Erwien Pribadi saat ditemui Tugu Malang ID, belum lama ini.
Baca Juga: 3 Kerajaan Ini Ternyata Ada di Malang, Nomor 3 Kerajaan Hindu Terakhir
Ia menambahkan bahwa pihaknya sengaja ingin menambah koleksi Ken Arok karena ia adalah tokoh besar di Malang. Ia ingin pelajar dan anak-anak muda sekarang lebih mengenal Ken Arok dengan cara yang seru.

“Kami mencoba meningkatkan daya tarik dengan adanya patung seperti itu,” ujarnya.
Pihak Museum Singhasari juga akan menambahkan diorama lainnya yang menceritakan perjalanan Ken Arok sejak sebelum berdirinya Kerajaan Singosari hingga masa raja kelima Kerajaan Singosari. Melalui diorama, ia berharap anak-anak bisa mengenal tokoh sejarah layaknya mereka mengenal superhero dari luar negeri.
Satu diorama yang sudah dipamerkan di Museum Singhasari adalah visualisasi dari masa saat Ken Arok berusia sekitar 20 tahun. Ia digambarkan tengah bertapa di bawah pohon jambu yang ada di halaman rumah gurunya, Tuan Tita. Dari kepala Ken Arok, terlihat belasan kelelawar menyeruak keluar.
Konon, Tuan Tita bertanya-tanya kenapa buah di pohon jambu itu selalu habis. Suatu malam, ia mendengar suara di dekat pohon jambu. Ia pun melihat kelelawar keluar dari kepala Ken Arok dan memakan jambu yang ada di pohon itu.
“Ken Arok berguru ke Tuan Tita itu (sumbernya) diambil dari Serat Pararaton,” kata Erwien.
Menurut Erwien, pihaknya telah membuat storyline kisah Ken Arok dan Kerajaan Singosari. Ke depannya akan ada sejumlah diorama lainnya yang akan dipamerkan di Museum Singhasari.
Baca Juga Berita tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A