Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Devi Athok: Perjuanganku Usut Tuntas Runtuh, Polisi Berdatangan, Tak Satupun Pihak Mendampingi

Redaksi by Redaksi
Oktober 20, 2022 2:16 am
in Peristiwa
Ayah korban urungkan autopsi lantaran merasa polisi melakukan intimidasi

Devi Athok, ayah korban yang mengurungkan niat permintaan autopsi jenazah korban tragedi Kanjuruhan. foto/M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG,tugumalang.id  – Narasi Polri soal kematian korban tragedi Kanjuruhan bukan karena gas air mata menyayat hati keluarga korban. Hal itulah yang membulatkan tekad Devi Athok mengajukan autopsi pada jenazah kedua anaknya. Langkah ini sebagai bentuk gerakan nyata ‘Usut Tuntas tragedi Kanjuruhan’.

Devi kehilangan kedua anaknya, yakni Naila D Angraini (14) dan Natasya D Ramadani (16) beserta mantan istrinya, yakni Debi Asta (35) dalam tragedi Kanjuruhan. Mereka meninggal di gate 13.

READ ALSO

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

Pria 43 tahun yang tinggal di Kecamatan Bululawang, Malang itu telah kehilangan semangat hidupnya. Bagi Devi, sang putri adalah segalanya. Hatinya teriris-iris mendapati kondisi kematian putrinya. Dia tak percaya putrinya berpulang secepat itu dalam peristiwa kelam di Stadion Kanjuruhan.

Devi Athok. foto/ M Sholeh

Ketika mendengar narasi yang dibangun Polri soal kematian anaknya bukan karena gas air mata, Devi terpanggil melakukan gerakan nyata ‘Usut Tuntas’. Mengajukan permintaan autopsi untuk kedua putrinya pada 10 Oktober 2022.

“Anak saya Natasya meninggal dengan kondisi mulai dada sampai kepala membiru kehitaman, hidung keluar darah. Naila, mulai leher hingga kepala menghitam kebiruan, tak ada luka luka tapi hidungnya ke luar busa,” kata Devi ditemui di kediamannya pada Rabu (19/10/2022).

“Bahkan saya 7 hari gatal gatal karena mencium, memeluk dan menyedot hidung anak saya. Jadi saya mengajukan autopsi untuk mencari tahu penyebab kematian anak saya. Rumah sakit cuma mendata saja,” imbuhnya.

Niat autopsi itu dia sampaikan kepada kuasa hukum yang mendampinginya. Sepengetahuannya, niat itu kemudian disampaikan juga ke Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Devi juga meminta perlindungan dan pendampingan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

Namun pada 11 Oktober 2022, dia mengaku mulai didatangi polisi di kediamannya. Bahkan dia harus pulang lebih cepat dan meninggalkan aktivitas pekerjaan menemui mereka. Beberapa hari selanjutnya, Devi terus didatangi aparat kepolisian. Bahkan hingga ada yang mengaku dari Mabes Polri.

“Mereka tanya tanya soal autopsi. Yang datang tak hanya satu, dua, tapi berombongan sampai berjejer di depan rumah. Ya keluarga saya ketakutan,” bebernya.

Saking banyaknya, beberapa aparat dia tolak ketika hendak meminta berkomunikasi dengannya. Pintu rumah dia tutup dan segera meninggalkan mereka yang masih ada di luar rumah.

Kala itu, tak satupun pihak mendampinginya. Mental kuasa hukum yang mendampinginya saat itupun ciut mendapat kabar atas apa yang dialami Devi. Pihak LPSK tak kunjung datang hingga hari ini. Pihak pihak lain yang dia mintai perlindungan juga tak bergerak nyata.

Puncaknya, pada 17 Oktober 2022, ketika tim Polda Jatim mendatangi rumahnya, perjuangan Devi dalam gerakan nyata ‘Usut Tuntas’ pun akhirnya runtuh. Dia menandatangani surat pembatalan autopsi kedua putrinya.

“Pembatalan autopsi itu saya sampaikan langsung kepada pihak Polda ketika mereka ke sini,” ucapnya.

Devi Athok, menunjukkan chat terakhir anaknya. foto/M Sholeh

Menurut Devi, keluarganya tak tenang atas kedatangan para polisi. Dengan alasan itulah Devi kemudian memutuskan mengurungkan niat autopsi.

“Saya mundur tembok, maju neraka, saya berani menerjang neraka itu. Kalau saya berani, tapi saya mikir keluarga. Masak sudah kehilangan 2 anak, keluarga saya sekarang tidak tenang. Jadi ya sudahlah,” tuturnya.

Devi kehilangan semangat hidup. Puluhan juta bantuan donasi yang dia terima sama sekali tak membuatnya tersenyum. Kini Devi hanya bisa mengenang chating WA terakhir dirinya dengan sang putri di ponsel.

“Buat apa santunan itu. Tak kembalikan Rp 500 juta, kembalikan anak saya. Tak ada artinya bantuan itu. Saya mencari uang untuk anak anak saya, tapi mereka sudah tak ada,” ungkapnya.

Sebenarnya Devi juga ingin menggelorakan semangat gerakan nyata ‘Usut Tuntas’ dengan autopsi itu. Jika para keluarga korban lain tergerak mengajukan autopsi, bukan tidak mungkin Devi akan kembali mengajukan autopsi lagi.

“Saya sebenarnya berharap 131 korban lain itu juga mengajukan autopsi. Kalau mereka bergerak, saya siap mengajukan lagi,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: Headlinetragedi kanjuruhanUsut Tuntas

Related Posts

Proses evakuasi kakek yang ditemukan tewas di sumur. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Peristiwa

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Rabu, 27 Mei 2026
Lokasi terjadinya kecelakaan di Sumbermanjing Wetan. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

Selasa, 26 Mei 2026
Kondisi rumah di Singosari yang hancur akibat ledakan diduga petasan. Foto: Polsek Singosari
Peristiwa

Ledakan Diduga Petasan di Singosari Malang Sebabkan 1 Rumah Rusak Parah dan 6 Orang Luka-luka

Selasa, 26 Mei 2026
Petugas melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya bayi. Foto: Polres Malang
Peristiwa

Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Jalan Karangploso Malang

Kamis, 21 Mei 2026
Pohon Tumbang
Peristiwa

BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Malang-Kepanjen

Rabu, 20 Mei 2026
Lansia Tertabrak Motor
Peristiwa

Lansia di Kota Batu Meninggal Dunia Setelah Tertabrak Motor Saat Menyeberang Jalan

Rabu, 20 Mei 2026
Next Post
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang terkait rujukan tragedi kanjuruhan

Prosedur Rujukan Dinkes Kota Malang Bagi Pasien Tragedi Kanjuruhan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.