Selasa, Agustus 11, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Dari Penjual Ikan Keliling, Risky Kini Menatap Masa Depan di Sekolah Rakyat

Redaksi by Redaksi
Juni 25, 2026 2:21 pm
in Advertorial
Sekolah rakyat

Muhammad Risky Pratama (12). foto/dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Medan, Tugumalang.id – Setahun lalu, Muhammad Risky Pratama, 12, menghabiskan hari-harinya dengan mengayuh sepeda puluhan kilometer untuk menjajakan ikan segar hasil tangkapan laut di kawasan Bagan Deli, Kota Medan. Ia membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Kini kehidupannya berubah. Melalui Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan, Risky mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan sekaligus kembali merajut mimpi dan cita-citanya.

READ ALSO

HUT Ke-39 Arema FC, Simbol Kebanggaan Masyarakat Malang

Unikama Dorong Perajin Mebel Randusari Tembus Pasar Ekspor

“Kadang (sehari) Rp30 ribu dapatnya, paling banyak dikasih Rp90 ribu, kalau habis semua (ikannya),” kata Risky saat menceritakan pengalamannya berjualan ikan di Medan, Sumatera Utara, Selasa (23/6/2026).

Risky berasal dari keluarga sederhana. Sejak kelas 4 SD, anak sulung dari empat bersaudara itu diasuh kakeknya, Salamuddin, dan neneknya, Masitah. Ibunya merantau bekerja ke luar daerah, sedangkan ayahnya telah berkeluarga lagi dan tinggal cukup jauh sehingga jarang bertemu dengannya.

Baca juga: Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Karakter Siswa Sekolah Rakyat

Sekolah rakyat
Muhammad Risky Pratama (12). foto/dok

Keluarga tersebut menggantungkan hidup dari penghasilan Salamuddin yang mencari kerang di laut. Penghasilannya tidak menentu, sekitar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari, bergantung pada cuaca saat melaut.

Dengan penghasilan itu, Salamuddin harus memenuhi kebutuhan 13 anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, termasuk biaya sekolah Risky.

Karena itu, sejak kelas 6 SD, Risky memilih membantu berjualan ikan untuk menambah penghasilan keluarga.

“Hasil jualan dibagi nenek, habis itu nenek beli beras dan pempers adek,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Membuka Harapan Baru

Sekolah Rakyat
Muhammad Risky Pratama (12). foto/dok

Kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya mengubah kehidupan Risky, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi kakek dan neneknya agar cucunya dapat menempuh pendidikan di lingkungan yang lebih baik.

Masitah, 55, mengaku bersyukur atas hadirnya program Sekolah Rakyat. Menurutnya, tanpa program tersebut, Risky kemungkinan tidak dapat melanjutkan sekolah.

“Dulu saya menangis, kenapa? Karena saya tak akan mampu menyekolahkan dia. Karena dia bilang, cita-cita awak ini nek, apa bisa awak sekolah, nah itu saya menangis memang. Tapi kalau sekarang ini saya menangis, tapi menangis bahagia,” katanya dengan suara bergetar.

Masitah juga melihat banyak perubahan pada diri Risky sejak mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Cucunya dinilai lebih mandiri, percaya diri, dan semakin rajin beribadah.

“Bukan lagi ada perubahan, jauh kali. Perhatiannya kalau pulang jauh lah dia, tidak sebelumnya dulu mau melalak (keluyuran), kalau sekarang melalak arahnya ke musala sana atau masjid,” ujarnya.

Sementara itu, Salamuddin mengatakan Risky memang berjualan ikan atas kemauannya sendiri tanpa paksaan. Namun, menurutnya, pendidikan tetap harus menjadi prioritas.

“Kalau penghasilan lumayan juga, cuma kan kita kan sayang sekolahnya, nggak bisa sekolah itu aja, maka kami kerahkan ini supaya kami semangatkan dia untuk sekolah, ini supaya dia terdidik, menjadi orang,” ungkap Salamuddin.

Terus Menjaga Mimpi dan Cita-cita

Risky bersama ibundanya. Bagi Risky, menjalani hidup tanpa kehadiran sang ibu bukan perkara mudah. Sejak terakhir bertemu saat kelas 4 SD, ia belum pernah bertemu lagi dengan ibunya. Komunikasi hanya dilakukan melalui telepon seluler dengan intensitas yang jarang.

“Kangen (mamak) mau jumpa kaya dulu, dulunya mamak nyuruh nyuci piring, sekarang nggak lagi, dulunya mamak nyuruh jaga adik, sekarang nggak lagi,” katanya sambil berkaca-kaca.

Kondisi itu membentuk Risky menjadi anak yang mandiri. Pengalaman tersebut semakin diperkuat selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan melatih keterampilan.

Risky mengaku senang dengan fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat karena mendukung cita-citanya menjadi seorang tentara.

“Dulu saya enggak pandai baca pak, jadi saya pandai diajarin guru, wali asuh, wali asrama pak. Nggak pandai niat salat, niat wudhu, bisa pandai pak,” ujarnya.

Baca juga: Pembangunan Capai 80 Persen, Sekolah Rakyat di Bantur Malang Siap Beroperasi Tahun Ini

Di akhir perbincangan, Risky menyampaikan harapannya agar dapat segera bertemu dengan sang ibu sembari terus mengejar cita-citanya melalui Sekolah Rakyat.

“Mamak biar bagus-bagus kerjanya, jangan terpikir kami dulu, kalau mamak terpikir, jadi mamak nggak terlalu konsen bekerja. Terima kasih mamak sudah menjaga kami dari kecil,” ungkapnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis Kemensos RI

editor: jatmiko

Tags: Bagan DeliKemensosKemensos Selalu AdamedanMuhammad Risky PratamapendidikanPresiden Prabowo Subiantosekolah rakyat

Related Posts

HUT Ke-39 Arema FC, Simbol Kebanggaan Masyarakat Malang
Advertorial

HUT Ke-39 Arema FC, Simbol Kebanggaan Masyarakat Malang

Selasa, 11 Agu 2026
Unikama Dorong Perajin Mebel Randusari Tembus Pasar Ekspor
Advertorial

Unikama Dorong Perajin Mebel Randusari Tembus Pasar Ekspor

Selasa, 11 Agu 2026
Rendra Masdrajad Safaat Senam Bersama Warga Tunjungsekar
Advertorial

Rendra Masdrajad Safaat Senam Bersama Warga Tunjungsekar

Selasa, 11 Agu 2026
PMB Unikama Gelombang 3 Dibuka hingga 30 September 2026
Advertorial

PMB Unikama Gelombang 3 Dibuka hingga 30 September 2026

Selasa, 11 Agu 2026
ParagonCorp dan Corpora Science Kembangkan Riset Multi-Omics
Advertorial

ParagonCorp dan Corpora Science Kembangkan Riset Multi-Omics

Senin, 10 Agu 2026
Itn Malang Dan Pemkab Lembata Susun Hspk Asb Untuk Apbd 2027 1
Advertorial

ITN Malang dan Pemkab Lembata Susun HSPK-ASB untuk APBD 2027

Senin, 10 Agu 2026
Next Post
Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara

Kemensos Gandeng ITB Visi Nusantara Kembangkan Pemberdayaan Desa dan Sekolah Rakyat

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.