MALANG, Tugumalang.id – Universitas Islam Malang (Unisma) mencatat prestasi membanggakan setelah berhasil masuk dalam QS Asia University Rankings 2026 yang dirilis pada 4 November 2025. Pencapaian ini semakin menegaskan peningkatan kualitas akademik dan riset perguruan tinggi di Kota Malang pada level regional.
QS World University Rankings: Asia 2026 dikenal sebagai tolok ukur internasional bergengsi dalam menilai reputasi dan performa perguruan tinggi di kawasan Asia. Dalam pemeringkatan tersebut, Unisma menempati posisi 1101–1200 di tingkat Asia serta berada di urutan 173 di Asia Tenggara. Unisma juga menjadi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) nomor satu yang berhasil masuk daftar ini.
Selain Unisma, beberapa perguruan tinggi lainnya di Malang juga tercatat dalam QS Asia University Rankings dengan posisi yang beragam. Masuknya sejumlah kampus di Kota Malang dalam pemeringkatan ini menunjukkan daya saing yang terus meningkat serta membuka peluang lebih luas bagi calon mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Baca juga: Unisma Tembus Peringkat 1101-1200 Asia dan 173 di Asia Tenggara QS Asia University Rankings 2026
Berikut daftar perguruan tinggi di Malang yang masuk QS Asia University Rankings 2026:
Daftar Perguruan Tinggi di Malang dalam QS Asia University Rankings 2026
Universitas Brawijaya (UB)
Peringkat Asia: 145
Universitas Negeri Malang (UM)
Peringkat Asia: 537
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Peringkat Asia: 801–850
Universitas Islam Malang (Unisma)
Peringkat Asia: 1101–1200
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang)
Peringkat Asia: 1301–1400
Universitas Widya Gama Malang (UWG)
Peringkat Asia: 1501+
Pemeringkatan ini disusun berdasarkan aspek reputasi, penelitian, dan internasionalisasi. Indikator utama mencakup reputasi akademik sebesar 30 persen serta reputasi perguruan tinggi di kalangan perusahaan dan perekrut sebesar 20 persen.
Indikator lain meliputi sitasi per karya ilmiah sebesar 10 persen sebagai ukuran dampak penelitian, serta jumlah karya ilmiah per staf pengajar sebesar 5 persen. Rasio dosen dan mahasiswa juga menjadi perhatian dengan bobot 10 persen, diikuti indikator dosen bergelar Ph.D (S3) sebesar 5 persen serta jaringan riset internasional sebesar 10 persen.
Selain itu terdapat indikator dengan bobot lebih kecil, yakni rasio staf pengajar internasional sebesar 2,5 persen, rasio mahasiswa internasional 2,5 persen, mobilitas masuk mahasiswa asing 2,5 persen, dan mobilitas keluar mahasiswa lokal sebesar 2,5 persen.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























