MALANG, Tugumalang.id – Produktivitas penyandang disabilitas di Malang bisa meningkat setelah memanfaatkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Bantuan-bantuan tersebut mereka manfaatkan sebaik-baiknya untuk bekerja dan belajar.
Salah seorang penyandang disabilitas dari Kabupaten Malang, Fatrullah Budi Harianto mendapatkan bantuan berupa laptop dari PT Bentoel dan beasiswa kuliah dari PT Smoore Technology Indonesia. Saat ini, ia memanfaatkan bantuan-bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Fatrullah menerima bantuan berupa laptop dari PT Bentoel pada 8 September 2023 lalu. Selain Fatrullah, sebanyak sembilan penyandang disabilitas lainnya juga mendapatkan bantuan laptop dari PT Bentoel.
Baca Juga: Pemilih Difabel Capai 624 Orang, KPU Kota Batu Pastikan TPS Ramah Disabilitas
Laptop tersebut awalnya ia gunakan untuk mendukung pekerjaannya di bagian pengarsipan Polresta Malang Kota. Sebelum memiliki laptop, ia harus mencatat data arsip di buku tulis.
“Dulu pencatatan dilakukan secara manual, ditulis di buku besar. Setelah ada laptop, pencatatan saya lakukan di laptop. Jadi pekerjaan lebih cepat selesai,” jelasnya.
Kini, laptop tersebut beralih fungsi mendukung studinya di Universitas Gajayana (Uniga) Malang. Di sana ia menempuh pendidikan di jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Laptop tersebut sudah tidak ia gunakan untuk bekerja lagi. Menurutnya, di kantornya saat ini sudah tersedia komputer yang bisa ia gunakan untuk melakukan pengarsipan.
Baca Juga: Sempat Dilaporkan Hilang, Gadis Difabel Asal Pakisaji Ditemukan
“Sekarang saya pakai komputer di kantor. Laptopnya saya pakai buat kuliah saja,” kata Fatrullah.
Ia merasa bersyukur bisa mendapatkan bantuan CSR dari dua perusahaan besar di Malang. CSR tersebut mampu membantunya lebih produktif dalam bekerja dan belajar.
“Laptop ini sangat berguna untuk aktivitas kerja saya, untuk kuliah saya, dan untuk memperbaiki taraf hidup saya,” kata Fatrullah.
Ia berharap perusahaan-perusahaan di Malang bisa memberikan porsi CSR yang lebih banyak bagi penyandang disabilitas. Ia juga berharap perusahaan besar bisa merekrut penyandang disabilitas sebagai karyawan.
Terpisah, penyandang disabilitas asal Kabupaten Malang lainnya, Yulian Agung Efrata juga menerima bantuan kursi roda elektrik dari PT Bentoel. Kursi roda yang ia terima pada 9 Desember 2022 tersebut masih ia gunakan hingga sekarang.
“Kursi roda ini sangat membantu untuk mobilitas saya, terutama saat menghadiri acara resmi,” kata Agung.
Pria yang menjabat sebagai Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Malang ini mengatakan kursi roda elektrik tak membutuhkan banyak tenaga. Ia hanya perlu memainkan jemari untuk menggerakkan kursi roda tersebut.
“Kursi roda ini menggunakan baterai, jadi saya tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga,” tutup Agung.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A































