Tugumalang.id – Ketahanan finansial menjadi tantangan generasi muda di era perkembangan teknologi digital. Di tengah ketidakpastian perekonomian, PT Bank Jago memberikan edukasi kepada mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) untuk membangun ketahanan finansial.
Ketahanan finnasial itu mencangkup kemampuan generasi muda dalam mengelola keuangan secara bijak, memiliki dana darurat hingga memiliki persiapan terkait perlindunhan dari risiko keuangan tak terduga.
Baca Juga: 17 Ide Usaha yang Tidak Pernah Sepi, Bisa Pakai Modal Kecil
Consumer Business Community Manager Bank Jago, Edo Velnadika menyampaikan, ketidakpastian ekonomi bukan hanya sekedar isu global. Tetapi sudha menjadi fenomena yang perlu segera disikapi dengan bijak.

Menurutnya, membangun ketahanan finansial menjadi hal yang perlu dilakukan oleh genera muda. Baginya, ketahanan finansial bukan hanya soal berapa besar uang yang dimiliki. Tetapi bagaimana perilaku dan strategi seseorang dalam mengelola keuangan dalma jangka panjang.
“Jadi ketahanan finansial tak bisa dibentuk dalam wahtu semalam. Tapi perlu dibangun sejak dini melalui kebiasaan mengelola keuangan secara konsisten dan terukur,” kata Dika.
Baca Juga: Perum Jasa Tirta I Sasar Pengembangan Bisnis BJPSDA hingga SPAM di Malang
Menurutnya, banyak masalah keuangan anak muda yang bermula dari kebiasaan atau gaya hidup tak sehat. Misalnya banyaknya aktivitas konsumtif yang tak diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan yang mumpuni. Maka, literasi keuangan perlu digencarkan.
“Yang kita butuhkan sekarang bukan hanya penghasilan besar, tapi juga kemampuan bertahan dalam kondisi darurat. Itu bisa dilakukan dengan kebiasaan yang sehat,” urainya.
Untuk membangun ketahanan finansial, Dika meperkenalkan konsep 3F yakni Fix, Fun dan Future. Dalma hal ini, Fix diartikan sebagai alokasi sekitar 50 persen dari penghasilan untuk kebutuhan pokok.
Lalu Fun yakni mencangkup pengeluaran 30 persen untuk hobi, hiburan, rekreasi dan lainnya. Sementara Future yakni 20 persen dialokasikan untuk dana masa depan.
“Tanpa dana cadangan, itu bisa sangat rentan terutama dalam kondisi ekonomi yang memburuk,” ujarnya.
Dika menyebut bahwa di dalam Bank Jago, terdapat fitur fitur pengelolaan keuangan yang sehat. Misalnya fitur Kantong sebagai pemisah dana dana untuk kebutuhan tertentu.
“Inovasi ini adalah komitmen kami dalam meningkatkan kesempatan orang untuk bertumbuh melalui aplikasi keuangan digital,” paparnya.
Namun Dika juga menekankna agar generasi muda tak mudah ikut arus lingkungan. Terutama soal investasi.
“Jangan karena fomo, lalu asal ikut aja. Pelajari dulu dasarnya dan kenali resikonya. Ketahanan finansial dibangun atas pemahaman bukan spekulasi,” bebernya.
Sementara itu, Lokal Commite President AIESEC UB, Ahmad Irham Ramadan memeberikan apresiasi terkait erukasi yang diberikan oleh pihak Bank Jago.
“Kami yakin anak muda punya potensi besar menjadi agen perubahan. Tapi perubahan itu akan jauh lebih kuat jika pondasi keuangannya sehat,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























