Tugumalang.id – Perhelatan event Porprov IX Jatim 2025 pada cabor Paralayang pada 25 Juni hingga 5 Juli 2025 di Kota Batu sukses besar dan bahkan menuai sambutan positif dari kontingen atlet berbagai daerah. Hal itu menjadi momen kejayaan pengembangan sport tourism di Kota Batu.
Para kontingen mengaku puas dengan fasilitasi dan pelayanan dari tuan rumah Kota Batu. Selain dibantu mendapatkan informasi akomodasi dan penginapan, fasilitas penunjang para atlet juga sangat diperhatikan.
Seperti diakui oleh Manajer Tim Cabor Paralayang Kabupaten Madiun, Didik Kuswanti. Menurutnya, berkat pelayanan dari tuan rumah yang luar biasa berpengaruh pada kondisi mental para atletnya. Ini menunjukkan kesiapan Kota Batu ketika ditunjuk sebagai tuan rumah sudah sangat siap.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah, Atlet Paralayang Kota Batu Bidik Juara di IPAC 4th Series
”Luar biasa! Fasilitas yang didapat kontingen saya kira sangat maksimal. Mulai info penginapan atlet, transportasi dari titik take off ke landing, akses jalan nyaman. Semua berjalan tanpa kendala sehingga membuat atlet tetap enjoy dan on fire bertanding. Kendalanya cuman cuaca yang memang tidak bisa di-setting,” ungkapnya.
Melihat hal itu, Didik menilai pengembangan sport tourism di sana sudah layak dimaksimalkan. Bahkan tidak bisa dipungkiri, Kabupaten Madiun juga perlu belajar banyak hal dari Kota Batu.
”Paralayang ini kan olahraga rekreasi, jadi memang perlu kesiapan optimal dari penyelenggara untuk memaksimalkan keduanya. Saya rasa Kota Batu soal ini sudah sangat siap,” akunya.
Baca Juga: Sumbang 3 Emas, Atlet Kota Batu Tahbiskan Juara Umum Kejuaraan Paralayang Liga Jatim Seri 1

Kontingen Kabupaten Madiun sendiri bersama keluarga atlet bahkan sudah menginap sejak jauh-jauh hari sebelum Porprov Jatim untuk try out atau menjajal venue secara langsung. Hal ini disengaja mengingat jam terbang atletnya masih berjalan 2 tahun.
”Selama di sini berarti total kami menginap 11 hari, jadi bayangkan saja perputaran ekonomi yang ada di warga sekitaran sini. Kami tinggal sekitaran sini, apalagi penduduknya juga ramah, kita udah kayak dianggap keluarga,” tuturnya.
Hal senada dikatakan, Bethari Paramita Pelatih dari kontingen Surabaya yang juga menuturkan jempol atas fasilitas dan pelayanan tuan rumah. Mulai dari akses venue, transportasi dan lain-lain yang tertata dengan baik tanpa kendala signifikan.
”Bagus sih semua fasilitas dan pelayanannya, kami merasa nyaman. Dari teknis take off sampai landing semua berjalan on time sesuai ekspektasi. Cuman memang kondisi cuaca yang tak menentu ini ya yang pengaruh ke atlet,” ujarnya.
Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Cabor Paralayang, Jafro Megawanto menuturkan bahwa seluruh kesiapan memang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tim medis dan pengamanan.
Di kejuaraan Porprov Jatim 2025 cabor paralayang kali ini memperlombakan sejumlah kategori mulai Akurasi Individu, Lintas Alam Jarak Terbatas Individu Putra dan Putri, Akurasi Beregu Putra dan Putri, Akurasi Beregu Campuran, serta Lintas Alam Jarak Terbatas Beregu Putra Putri.

Selama sepekan nonstop, kata Jafro, kompetisi berjalan seru, lancar dan kompetitif meski sempat beberapa hari terkendala cuaca yang tak menentu. Mulai faktor angin kencang hingga sempat dilanda hujan deras.
“Terlepas dari kendala cuaca, kompetisi berjalan lancar tanpa kendala teknis. Memang, sejak awal kami berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan paralayang yang aman, lancar, dan kompetitif. Koordinasi dengan instansi terkait telah dilakukan agar setiap unsur keselamatan terpenuhi,” jelas Jafro.
Berkat Paralayang, Perputaran Ekonomi Daerah Melesat
Selain datang berkompetisi, kontingen dari 22 kota / kabupaten di wilayah Jatim juga meluangkan waktu berwisata menikmati keindahan destinasi wisata populer Indonesia tersebut. Otomatis, situasi itu membawa peningkatan signifikan dalam perputaran ekonomi daerah.
Selama sepekan nonstop, 83 atlet beserta tim ofisial dan juga keluarga datang berbondong-bondong ke kota berjuluk Swiss Kecil ini. Venue resmi cabor Paralayang sendiri berlokasi di Gunung Banyak (titik take off) dan Lapangan Songgomaruto di Kelurahan Songgoriti (titik landing).

Kepala Dinas Pariwisata Onny Ardianto menuturkan perputaran ekonomi daerah, khususnya di wilayah Songgoriti ikut bertumbuh. Menurutnya, destinasi sport tourism paralayang sudah waktunya untuk dikembangkan lebih jauh.
Alasannya, berdasarkan hasil survei sementara dari Disparta Kota Batu, okupansi villa di Songgoriti yang banyak dimiliki warga setempat ikutan laris manis. Hampir dari semua kontingen atlet menyewa villa di villa sekitaran sana kurang lebih selama 10 hari.
”Itu belum lagi keluarga atlet yang ikut mendampingi menyewa villa tersendiri. Sembari mendampingi para atlet, mereka juga berwisata kuliner dan juga berwisata ke destinasi sekitar,” ungkap Onny.
Perputaran ekonomi semakin kentara terlihat dari rata-rata biaya pengeluaran harian para atlet dan juga tim ofisial. Dari hasil survei yang dilakukan, didapati setidaknya rata-rata pengeluaran minimal per atlet bisa mencapai kurang lebih Rp400 ribu per harinya.
Rata-rata, papar Onny, pengeluaran harian para atlet digunakan untuk kebutuhan makan, laundry, extra fooding, penginapan dan transport. Jika dibuat dengan asumsi pengeluaran harian Rp350 ribu per hari, maka perputaran ekonomi daerah selama 10 hari perhelatan Porprov Jatim 2025 mencapai Rp288 juta.
”Rata-rata jumlah atlet tiap kontingen beragam. Satu daerah ada yang kirim 4, ada yang 6. Untuk Kota batu sendiri 15 atlet,” jelas Onny.
Onny menegaskan Disparta sendiri selaku Manajer Venue Cabor Paralayang telah menyiapkan venue semaksimal mungkin. Mulai pelebaran paving landasan, ruang tunggu ada penambahan untuk atlet jelang start hingga penebalan pasir yang di area landing.
”Sejauh ini semua atlet berkompetisi dengan lancar dan baik, meski cabor ini juga bergantung pada kondisi cuaca. Meski begitu, kami yakin semua atlet bisa mengerahkan performa terbaiknya, terutama bagi atlet Kota Batu sebagai tuan rumah,” harapnya.
Langganan Juara Umum, Cabor Paralayang Jadi Andalan
Cabor Paralayang sendiri memang menjadi cabor yang dijagokan kontingan Kota Batu memasok pundi-pundi medali emas. Kota Batu sendiri pasang target sebanyak 40 medali emas di Porprov 2025 kali ini.

Hal ini bukan tidak mungkin mengingat kiprah atlet paralayang Kota Batu sudah tidak kaleng-kaleng yang tidak pernah absen menyumbang medali untuk Jawa Timur di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Terakhir, 7 atlet Kota Batu berhasil membawa pulang empat medali, yakni satu emas, satu perak, dan dua perunggu.
Kini, kontingen Kota Batu menerjunkan 14 atlet yang akan mewakili kompetisi di seluruh kategori. Pada Porprov 2023, atlet Paralayang Kota Batu sukses menggondol tiga medali emas, satu perak, dan satu perunggu sekaligus menyandang predikat juara umum cabor ini.
“Cabor Paralayang sudah jelas jadi andalan Kota Batu untuk menambah perolehan medali emas kami, apalagi sebagai tuan rumah. Doakan saja, atlet kita semua bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya,” harap Ketua KONI Kota Batu Sentot Ari Wahyudi.
Sebagai informasi, hingga Jumat (4/7/2025) sehari sebelum Porprov berakhir, Kota Batu bertengger di posisi ke-8 klasemen sementara dengan total perolehan 79 medali dengan rincian 21 medali emas, 26 perak dan 32 perunggu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























