Tugumalang.id – Stadion Kanjuruhan Malang untuk pertama kalinya kembali menjadi arena pertandingan Liga 1 pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 yang belum genap 1.000 harinya. Di laga perdana itu, Minggu (12/5/2025) sore, Arema FC tumbang di kandang dengan skor 0-3 oleh Persik Kediri. Setelahnya, bus Persik Kediri dilempari batu oleh oknum Aremania.
Diketahui, insiden pelemparan batu itu terjadi saat bus Persik Kediri yang ditumpangi rombongan pemain dan official dalam perjalanan keluar dari Stadion Kanjuruhan menuju hotel. Akibatnya, kaca bus pecah. Bahkan pelatih Persik Kediri, Divaldo Alves terluka akibat insiden itu.
Baca Juga: Setelah 2 Tahun Mengembara, Arema FC Kembali ke Stadion Kanjuruhan
Belum diketahui secara pasti motif pelemparan batu tersebut. Entah kecewa timnya kalah 0-3 di kandang atau memang sengaja agar tak ada laga di Stadion Kanjuruhan. Perlu diingat, Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 jiwa belum genap 1.000 hari.

Arema FC menyatakan permintaan maaf atas kelakuan oknum fansnya dalam insiden pelemparan batu pada bus tim Persik Kediri. Keprihatinan mereka gemakan.
“Kami sangat menyesalkan dan meminta maaf sebesar besarnya kepada tim Persik Kediri atas kejadian yang tidak terpuji ini,” kata Erwin Hardiyono, Ketua LOC sekaligus Panpel Arema FC.
Baca Juga: 60 Tenant Ramaikan Pasar Lebaran di Stadion Kanjuruhan
Panpel Arema FC menduga bahwa insoden pelemparan batu ke bus Persik Kediri dilakukan oleh oknum yang sengaja ingin memperkeruh suasana dan mencederai kondusifitas yang selama ini tengah dibangun.
Erwin Hardiono berjanji akan mensosialisasikan secara lebih intensif mengenai perlunya menjunjung tinggi sportifitas dan fair play selama memberikan dukungan. Terlepas dari apapun hasil pertandingan, baik di dalam maupun di luar stadion.
Security Officer Arema FC, Bram Hady Sulthon menyampaikan bahwa pihak panpel dan presidium Aremania sebetulnya sudah punya persiapan antisipasi hal hal seperti ini. Seperti dengan mengawal tim tamu dan kerjasama dengan kepolisian.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah hal ini terjadi dengan melakukan pengawalan. Namun, ada oknum yang melakukan tindakan tidak bertanggung jawab di luar kendali kami,” ucap Bram.
Kini, pihak aparat keamanan yang digaung gaungkan menerjunkan ribuan personel pengaman pertandingan di Stadion Kanjuruhan itu disebut sebut tengah memburu oknum oknum pelemparan batu bus Persik Kediri.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























