Malang, Tugumalang.id – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menyiapkan Welding Center di Program Studi Teknik Mesin S-1 untuk pelatihan dan sertifikasi pengelasan tingkat nasional. Fasilitas di Kampus 2 ITN Malang itu juga akan terhubung langsung ke industri lewat kerja sama CV Lahar.
Kerja sama tersebut memungkinkan CV Lahar menempatkan mesin produksinya langsung di laboratorium ITN Malang. Perusahaan produsen peralatan yang membutuhkan kepresisian tinggi itu juga memberikan garansi over job serta menerima mahasiswa untuk magang industri.
Model tersebut dihadirkan sebagai bentuk “beasiswa keterampilan” yang memberikan uang saku sekaligus pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa.
Kepala tim pengembangan Welding Center sekaligus dosen Teknik Mesin ITN Malang, Djoko Hari Praswanto, S.T., M.T., mengatakan fasilitas tersebut sejak awal dirancang untuk memenuhi kualifikasi pelatihan dan sertifikasi tingkat nasional.
“Welding Center ini kami posisikan sebagai ikon Teknik Mesin ITN Malang sekaligus pembeda dari universitas lain. Arahnya, kami ingin menjadikan ini sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pengelasan, khususnya untuk tingkatan welder dan welding inspector,” ujar Djoko saat ditemui beberapa waktu lalu di Kampus 2 ITN Malang.
Baca juga: ITN Malang Gandeng Gratama Consultant, Siapkan Lulusan Teknik Elektro Masuk Industri
Welding Center dilengkapi 10 bilik pengelasan modern. Rinciannya, enam bilik mesin las SMAW bermerek seragam, dua bilik las TIG, dan dua bilik las MIG.
Enam mesin SMAW tersebut memiliki spesifikasi identik. Pengadaan itu disiapkan untuk memenuhi standar kelayakan ITN Malang sebagai tuan rumah Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Jawa Timur.
“Patokan awal kami memang membangun sesuai standar sertifikasi dan pelatihan. Jadi mahasiswa kami saat lulus nanti sudah include dengan sertifikasi welder. Selain itu, mesin yang bervariasi ini mengenalkan ke mahasiswa penggunaan jenis las sesuai kebutuhan aplikasinya di industri,” tambahnya.
Ketua Program Studi Teknik Mesin S-1 ITN Malang, Dr. Eko Yohanes, ST., MT., mengatakan laboratorium pengelasan tersebut melengkapi alur pembelajaran mahasiswa. Prosesnya mulai perancangan hingga analisis material untuk membekali lulusan menghadapi problem di lapangan.
“Di Teknik Mesin ITN ini lengkap, mulai dari desain welding, proses manufaktur, simulasi komputer menggunakan Ansys, sampai pengujian struktur material. Dari lab material, hasil simulasi tadi dibandingkan sehingga mahasiswa mampu melakukan forensic engineering dari segi manufaktur pengelasannya. Harapannya mahasiswa ITN bisa menjadi solusi nyata bagi partner industri kami,” jelas Eko.
Baca juga: Buka Peluang Kuliah S3 Remote hingga Join Riset, ITN Malang Sambut Hangat Kunjungan Delegasi UTM Malaysia
ITN Malang saat ini memiliki jaringan lebih dari 40 mitra industri. Eko berharap bekal keterampilan yang diperoleh membuat mahasiswa bisa langsung beradaptasi ketika menjalani magang pada semester 7.
“Harapan kami, mahasiswa dibekali skill yang matang. Jadi saat masuk magang di semester 7, mereka tidak sekadar belajar dari nol lagi, tapi bisa langsung membantu industri dari segi pengelasannya,” ungkapnya.
Fasilitas yang dimiliki ITN Malang juga tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa internal. Sekolah-sekolah mitra di Jawa Timur yang membutuhkan sarana praktik dapat memanfaatkannya.
“Untuk SMK yang bermitra dengan ITN Malang dan membutuhkan laboratorium praktik, silakan dimanfaatkan. Kami memiliki sekitar 15 laboratorium yang bisa digunakan bersama,” pungkas Eko.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
editor: jatmiko


























