Tugumalang.id – Artikel kali ini akan membahas tentang adab seorang murid terhadap guru yang dinukil dari Kitab Ta’lim Wal-Muta’allim karya Syekh Zarnuji. Kitab ini menjadi kitab wajib di Pesantren yang membahas tentang etika dalam belajar mengajar agar berjalan dengan baik dan semestinya.
Adab harus dijaga oleh setiap murid terhadap gurunya. Di era generasi milenial sekarang ini, dengan berbagai kasus dan problematika yang terjadi di antara guru dan murid adab sangat penting dikaji lebih dalam supaya hal tersebut tidak terulang kembali.
Baca Juga:Tips Mudah Serap Materi Belajar yang Efektif
Untuk menghindari hal tersebut, berikut ini adab seorang murid terhadap guru menurut Kitab Ta’lim Wal-Muta’allim yang penting sekali untuk diamalkan oleh setiap murid.
1. Tidak Berjalan di Depan Guru
Adab yang pertama adalah kita tidak boleh berjalan di depan guru ketika berpapasan atau bertemu dengannya. Dalam kitab ini juga dilarang mendahului guru.
Bahkan ketika dipersilahkan untuk melintas terlebih dahulu maka kita harus menepi seraya membungkukkan badan dan menundukkan kepala. Ini sebagai bentuk penghormatan kita terhadap guru dan juga agar kita tahu batasan antara murid dengan gurunya.
2. Menghormati Guru dan Keluarganya
Adab selanjutnya adalah kita harus menghormati guru dan keluarganya. Adab menghormati guru seperti mengikuti perintahnya selagi tidak bertentangan dengan agama. Ini bertujuan agar mendapat rida dari seorang guru.
Baca Juga: Anak Malas Belajar, Orangtua Perlu Coba 5 Tips Ini
Rida ini juga berkaitan dengan keberkahan ilmu yang akan kita pelajari nanti darinya. Dalam hal ini, Sayyidina Ali berkata bahwa dia merupakan budak dari seseorang yang mengajarinya meskipun hanya satu huruf.
3. Tidak Bertanya Hal yang Membuatnya Tidak Nyaman
Adab murid yang berikutnya adalah tidak mempertanyakan sesuatu yang membuatnya tersinggung. Dalam hal ini kita sebagai murid tidak diperbolehkan bertanya hal yang terlalu sensitif seperti urusan pribadi dan tentang rahasia yang membuat guru tidak berkenan.
hal itu karena akan mengurangi keberkahan ilmu dan juga kemanfaatannya. Ini disebabkan kita kurang menjaga perasaan dan bisa jadi melukai hatinya dengan pertanyaan kita yang keliru.
4. Tidak Menyela Ucapannya
Berikutnya adalah tidak menyela ucapan guru saat terlibat pembicaraan dengannya. Terkadang kita lupa siapa yang kita hadapi saat berbicara dan membuat kita salah dalam bersikap.
Saat berbicara dengan guru, kita tidak diperbolehkan menyela ucapannya karena dapat membuatnya tersinggung dan merasa tidak dihargai. Baiknya kita berbicara setelah mendapat izin darinya.
5. Bersabar Ketika Bertamu
Adab murid terhadap guru yang terakhir adalah bersabar ketika bertamu atau berkunjung ke rumah guru. Ini mungkin juga berlaku ketika bertamu ke rumah orang lain. Seringkali terjadi saat kita bertamu dan tidak sabar menunggu hingga mengetuk-ngetuk pintu sampai berulang kali.
Padahal kita tidak tahu apakah tuan rumah sedang istirahat, sibuk atau sedang tidak ada didalam rumah. Maka dari itu, saat kita bertamu ke rumah guru, hendaklah kita menunggu hingga dia keluar rumah dan berkenan untuk kita temui demi menjaga adab kita pada seorang guru.
Nah, itulah adab-adab terhadap guru yang harus dipelajari oleh setiap murid. Semua itu bentuk penghormatan terhadap orang yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan baru bagi kita.
Dengan adab itu juga, kita dapat mengerti batasan-batasan terhadap guru agar tidak terjadi hal-hal yang buruk dan dilarang oleh agama.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Silvianti (Magang)
Editor: Herlianto. A





























