Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Belajar Jaga Perdamaian dan Rawat Keberagaman Menjelang Ramadan

Redaksi by Redaksi
Maret 22, 2023 9:30 am
in Catatan
Dr KH Abdurrahman SHI MPd, Direktur Pascasarjana IAI Al-Qolam Malang dan Ketua ICMI Orda Kabupaten Malang.

Dr KH Abdurrahman SHI MPd, Direktur Pascasarjana IAI Al-Qolam Malang dan Ketua ICMI Orda Kabupaten Malang. Foto/dok. for TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Dr KH Abdurrahman SHI MPd*

Tugumalang.id – Beragam itu pasti. Terdapat dua keniscayaan dalam kehidupan manusia, keniscayaan pertama adalah bahwa Tuhan menciptakan manusia dari dua jenis yang berbeda, laki-laki dan perempuan.

READ ALSO

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Zainal Habib Soroti Kedaulatan Digital dan Keadilan Sosial

MBG: Kembalikan Eksekusi ke Komite Sekolah, Jangan Birokrasi

Keberlangsungan kehidupan manusia justru harus bermula dari dua jenis yang berbeda ini. Berawal dari persatuan dua jenis yang berbeda ini, kemudian Tuhan ciptakan manusia dalam keberagaman, perbedaan-perbedaan dan kebhinekaan.

Wahai manusia, sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal, (QS. Al-Hujurat: 12).

Dari sini menjadi jelas bahwa pluralitas adalah suatu keniscayaan dalam kehidupan manusia, keniscayaan yang menjadi sistem keberlangsungan kehidupan manusia itu sendiri.

Keberagaman dan perbedaan-perbedaan ini memicu keniscayaan yang kedua, tentu dengan kadar, bentuk dan frekuensi yang berbeda-beda pula. Yaitu bahwa atas nama perbedaan-perbedaan, manusia kerap kali berselisih, bersinggungan, berbeda pandangan, bersitegang, bermusuhan, bahkan saling menyakiti satu sama lain.

Katakanlah (Muhammad), Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang berbeda-beda) dan merasakan kepada sebagian kamu perbuatan jelek sebagian yang lain, (QS. Al-An’am: 65).

Terdapat tiga jenis azab yang dapat diturunkan oleh Allah kepada manusia, dua diantaranya adalah azab geografis, baik dari atas langit maupun dari perut bumi. Sementara yang ketiga adalah azab sosial-demografis, yang dipicu dari keberagaman dan perbedaan bangsa serta golongan.

Ketika ayat ini turun, dan Allah menyatakan azab yang pertama dan kedua, yaitu azab dari atas langit (min fawqikum) dan azab dari bawah perut bumi (min tahti arjulikum), Nabi spontan memohonkan perlindungan agar Kedua jenis azab ini tidak turun kepada umatnya.

Namun ketika disebutkan jenis azab yang ketiga, Nabi menyadari bahwa ini adalah keniscayaan yang nyata dalam kehidupan manusia, (HR. Al-Bukhari: 7313).

Perdamaian itu pilihan

Islam mengajarkan satu hal yang seharusnya menjadi pilihan bersama yaitu perdamaian, yang berakar kata dari assalam. Sehingga sesungguhnya perdamaian adalah identitas utama dari agama Islam yang diindikasikan dari nama Islam itu sendiri.

Begitu banyak diksi di dalam Islam yang mengajarkan perdamaian, yang kemudian perilaku perdamaian tersebut menjadi karakter utama dari seorang muslim sejati.

Seorang muslim yang sejati adalah seseorang yang orang lain selamat dari kejahatan lisan dan perbuatannya, (HR. Al-Bukhari: 10).

Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain. Iya dilarang untuk berbuat aniaya, mencela dan menghinakan martabat saudaranya, (HR. Ahmad: 20688).

Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih (‘ibad Ar-Rahman) itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, salām, (QS. Al-Furqan: 63).

Berbagai diksi ini mengajarkan dengan tegas bahwa seorang muslim harus memiliki akhlak yang baik dan perilaku yang elok terhadap sesamanya. Pribadi-pribadi yang akan menjadi inspirasi, contoh dan teladan dalam perdamaian. Sebab itu akhlak yang mulia adalah pondasi yang harus dikuatkan pada diri setiap muslim.

Aku diutus hanya dalam rangka menyempurnakan akhlak yang mulia, (HR. Al-Baihaqi: 20782).

Belajar berdamai dari Sya’ban

Dalam beberapa literatur dijelaskan bahwa penamaan bulan Sya’ban merujuk pada kebiasaan orang-orang Arab masa lalu, yang kerap kali terpecah dalam beberapa kelompok, disebabkan perebutan dominasi terhadap sumber air atau karena berbagai peperangan, (Az-Zabidi, 2001).

Menjadi sesuatu yang unik, ketika perselisihan masa lalu yang kemudian menjadi perpecahan ini bahkan menjadi permanen dalam nama sebuah bulan dalam tradisi bulan Qamariyah. Ini menurut penulis, adalah salah satu indikasi kuat dari proses keberagaman yang terjadi dalam kehidupan manusia.

Dalam bulan Sya’ban juga dikenal secara majmuk adanya suatu malam yang sangat dituliskan, yaitu malam nisfu Sya’ban, malam tanggal 15 di bulan Sya’ban. Di malam ini salah satu yang sangat istimewa adalah pemberian ampunan Tuhan untuk siapa saja, kecuali 2 orang.

Allah Swt memberikan maaf di malam nisfu Sya’ban untuk seluruh manusia, kecuali mereka yang musyrik dan yang masih memiliki kedengkian kepada sesamanya, (HR. Ibn Hibban: 791).

Hadits ini memberikan isyarat tegas bahwa perilaku permusuhan, kedengkian, pelecehan dan aniaya kepada yang lain adalah perilaku yang sangat dikecam dalam Islam, bahkan disejajarkan dengan perilaku musyrik.

Terutama dalam hal tertutupnya pintu ampunan Tuhan. Dalam riwayat lain, perilaku berdamai justru menjadi kunci pembuk pintu ampunan Tuhan yang lagi tertutup tersebut.

Pintu surga dibuka setiap hari senin dan hari kamis, dalam rangka Tuhan memberikan ampunan untuk semua hamba-hamba, kecuali seseorang yang masih ada kedengkian antara dirinya dengan saudaranya. Dikatakan; tangguhkan terlebih dahulu (pengumpulan Tuhan untuk mereka berdua) sampai keduanya berdamai, (HR. Muslim: 2565).

Tidak halal bagi seorang muslim, tidak menghiraukan saudaranya selama lebih dari tiga hari. Mereka saling bertemu (namun) menolak (bertemu) dengan yang ini dan yang itu. (Sungguh) yang paling baik dari keduanya adalah yang memulai (menyapa) dengan salam, (HR. At-Thabrani: 914).

Tulisan ini berusaha untuk menggugah kesadaran tentang ajakan Islam untuk selalu menyebarkan perdamaian. Terlebih pada akhir bulan Sya’ban tahu ini, menjelang bulan suci Ramadhan 1444 H, bulan suci umat Islam yang menuntun setiap muslim untuk suci secara lahir dan batin.

*Direktur Pascasarjana IAI Al-Qolam Malang dan Ketua ICMI Orda Kabupaten Malang

Tags: IAI Al QolamKeragamanPerdamaianRamadan

Related Posts

Hari Lahir Pancasila
Catatan

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Zainal Habib Soroti Kedaulatan Digital dan Keadilan Sosial

Senin, 1 Jun 2026
Dr. Aries Musnandar & Dr. Muhammad Effendi, M.Si. Foto/dok
Catatan

MBG: Kembalikan Eksekusi ke Komite Sekolah, Jangan Birokrasi

Senin, 1 Jun 2026
Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Next Post
Hukum berpuasa bagi ibu hamil di bulan Ramadan.

Hukum Puasa Ramadan bagi Ibu Hamil: Wajib atau Tidak?

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.