Tugumalang.id – Di balik aroma harum dan kenikmatan setiap tegukan kopi, terdapat dua perbedaan yang nyaris kontras. Meski tampak serupa, tapi kopi biasa dan kopi decaf memiliki ciri khas dan khasiat yang berbeda terhadap tubuh. Lantas, apa yang sebenarnya membedakan kopi biasa dengan decaf?
Kopi Decaf, Kopi yang Rendah Kafein
Decaffeinated coffee atau biasa yang dipanggil kopi decaf adalah jenis kopi yang telah melalui proses khusus untuk mengurangi kandungan kafein, tanpa menghilangkan rasa dan aroma aslinya. Proses ini dinamakan dekafein.
Baca Juga: Kopi Biji Kurma, Alternatif Sehat Pengganti Kopi Tradisional yang Ramah Lingkungan
Seperti yang kalian ketahui, kafein merupakan sebuah kandungan zat senyawa Alkaloid Xantina yang kerap ditemui di kopi, teh, dan coklat. Manfaat dari kafein salah satunya adalah memberikan efek stimulan pada otak manusia.
Dengan mengkonsumsinya, kerja dari sistem saraf di tubuh manusia bekerja lebih kuat dan tajam. Efek lain yang diberikan adalah tubuh terasa lebih berenergi, meningkatnya konsentrasi otak dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kafein dapat membantu kita yang ingin fokus bekerja dan begadang.
Meskipun rendah akan kafein, kopi decaf masih dapat menjadi alternatif bagi kalian yang memiliki toleransi rendah terhadap kafein. Karena di dalam kopi decaf, hanya ada sekitar 1-3% kafein dibanding kopi biasa.
Baca Juga: Kitab Kopi dan Rokok Bela Siapa? Kajian di Pesantren Karanggenting Selama Ramadan
Sedangkan menurut Food and Drug Administration (FDA) diperkirakan terdapat 80-100 mg kafein di dalam secangkir kopi. Sementara batas asupan kafein yang aman untuk orang dewasa adalah 200-300 mg per hari, setara dengan 2-4 cangkir kopi.
Manfaat Kopi Decaf
1. Mencegah insomnia
Untuk kalian yang biasanya di malam hari kesusahan tidur setelah minum kopi biasa, kopi decaf bisa menjadi alternatif. Karena kandungan kafein yang sedikit dapat memberi waktu untuk sistem saraf kalian untuk rileks tanpa mengorbankan kenikmatan minum kopi.
2. Mengurangi Efek Samping Kafein
Kopi yang memiliki kadar kafein yang tinggi dapat menyebabkan peminumnya merasa gelisah dikarenakan detak jantung yang cepat. Selain itu, mengkonsumsi kafein berlebihan juga dapat memicu naiknya asam lambung.
Bagi kalian yang memiliki masalah lambung seperti GERD atau gastritis, dan hipertensi tentu secara tidak langsung membuat minuman-minuman yang memiliki kadar kafein tinggi dapat menjadi hambatan untuk minum kopi. Decaffeinated coffee bisa menjadi pilihan yang lebih aman.
3. Mengurangi kecanduan terhadap kafein
Sebagai alternatif untuk mengurangi asupan kafein, tanpa harus meninggalkan kopi, kopi decaf dapat membantu kalian yang memiliki kecanduan terhadap kafein.
Dengan menggantikan sebagian konsumsi kopi berkafein dengan kopi decaf, tubuh dapat perlahan menyesuaikan diri dengan kadar kafein yang lebih rendah.
Ini dapat membantu mengurangi gejala ketergantungan seperti sakit kepala, kelelahan, dan kegelisahan saat mengurangi asupan kafein. Selain itu, menikmati kopi decaf di waktu sore atau malam hari juga memungkinkan kalian tetap menjalani rutinitas minum kopi tanpa mengganggu kualitas tidur.
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, menjaga keseimbangan antara rutinitas, kesehatan, dan waktu istirahat menjadi tantangan tersendiri.
Di sinilah kopi decaf hadir sebagai pilihan bijak bagi mereka yang ingin tetap menikmati momen minum kopi tanpa harus khawatir dengan dampak kafein berlebih.
Bagi para pekerja malam, ibu hamil, atau lansia, kopi decaf dapat menjadi teman yang lebih bersahabat. Menjadikan kopi decaf bagian dari kebiasaan harian bukan berarti mengurangi kenikmatan, melainkan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan tubuh yang terus berubah seiring waktu.
Ini adalah cara untuk tetap terhubung dengan ritual minum kopi, namun lebih sadar dan terarah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Keshia Putri Susetyo/Magang
Editor: Herlianto. A





























