MALANG, Tugumalang.id – Sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang menyiagakan 85 unit pompa air yang tersebar di seluruh wilayah Koramil di bawah jajaran Kodim 0818 Malang-Batu.
Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera mengatakan, saat ini belum ada laporan terkait kekeringan yang berdampak signifikan terhadap lahan pertanian maupun produksi tanaman pangan.
“Kondisi irigasi di Kabupaten Malang sampai saat ini masih berfungsi dengan baik. Belum ada laporan kejadian khusus terkait kekeringan yang berdampak pada sektor pertanian,” kata Avi, belum lama ini.
Baca Juga: Sehari, Dua Kecelakaan Tunggal Akibat Selip Terjadi di Kabupaten Malang
Meski demikian, pihaknya tetap mewaspadai puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus mendatang. Avi berharap fenomena El Nino Godzilla yang terjadi di tahun ini sampai berdampak serius di Kabupaten Malang.
“Mudah-mudahan tidak sampai terjadi kekeringan ekstrem di Malang,” tuturnya.
Ia menyebut, apabila ada kelompok tani yang mengalami kekeringan, mereka bisa melapor ke Babinsa desa setempat atau penyuluh. Penanganan akan dilakukan dengan menyalurkan pompa air agar sawah tetap bisa teraliri air.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Pelaku Usaha di Kabupaten Malang Akan Didata
Ia menambahkan, hingga kini belum ada komoditas pertanian yang dilaporkan terdampak kekeringan. Produksi padi di Kabupaten Malang juga masih berjalan normal, baik untuk kegiatan tanam maupun panen.
“Untuk tanaman pangan, terutama padi, sampai sekarang masih berproduksi. Yang panen masih panen, yang tanam masih tanam. Jadi belum ada dampak yang signifikan terhadap sektor pertanian,” jelasnya.
Avi mengungkapkan, beberapa kejadian kekeringan berskala kecil pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Namun kondisi tersebut dapat segera diatasi melalui pemanfaatan pompa air yang telah disiagakan.
“Selain pompa yang disiagakan di Koramil, sejumlah kelompok tani di Kabupaten Malang juga telah memiliki pompa air secara mandiri,” ujar Avi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah mengidentifikasi sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Dari hasil pemetaan tersebut, enam kecamatan di kawasan Malang Selatan masuk kategori daerah rawan kekeringan.
Enam kecamatan tersebut adalah Sumbermanjing Wetan, Pagak, Gedangan, Kalipare, Bantur, dan Donomulyo. Pagak dan Donomulyo memiliki kerawanan sedang, sementara empat kecamatan lainnya memiliki kerawanan tinggi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A


























