Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Akartana Hadirkan Diskusi Bersama Pakar Kopi dan Petani untuk Tingkatkan Nilai Tambah Robusta

Redaksi by Redaksi
Agustus 31, 2022 8:54 pm
in Berita
kopi robusta

Pemantik diskusi tentang kopi robusta, pakar kopi dunia Manuel Diaz (tengah) dan CEO Akartana Rizal Dharyono Kertosastro (kiri). Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kopi robusta selama ini dikenal sebagai kopi kelas dua karena rasanya yang pahit dan kurang menggugah selera. Perusahaan kopi Akartana atau yang dulu dikenal sebagai PT Margosuko berupaya mengubah anggapan tersebut. Dengan menggandeng pakar kopi dunia, Manuel Diaz, mereka mengadakan diskusi bersama petani kopi Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Diskusi bertajuk Kopi Robusta Bukan Kopi Kelas Dua ini dilaksanakan di Ekowisata Kebun Kopi, Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang pada Rabu (31/8/2022) siang.

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Suasana diskusi Kopi Robusta Bukan Kopi Kelas Dua. Foto: Aisyah Nawangsari

Diskusi ini juga dihadiri CEO Akartana, Rizal Dharyono Kertosastro, Mantri Tani Kecamatan Dampit dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang Sudarmo Prasetyo, serta sekitar 30 petani kopi robusta yang ada di Desa Amadanom.

Menurut Rizal, produktivitas petani robusta yang ada di Desa Amadanom ini cukup maksimal. Hanya saja belum ada sesuatu yang spesial yang bisa menjadi nilai tambah.

“Kami (petani kopi) dulu hanya jualan kopi begitu saja. Tidak pernah me-roasting dulu, merasakan kopinya seperti apa sih sebenarnya. Setelah belajar dari Manuel Diaz, ternyata ada treatment yang membuat flavour-nya lebih keluar,” kata Rizal.

Ia menambahkan, dengan begitu kopi robusta tak hanya memiliki rasa pahit saja, tetapi rasa lain seperti rempah, buah-buahan, kacang-kacangan, dan sebagainya.

Kekayaan rasa pada kopi robusta ini bisa diperoleh dengan perawatan tertentu pada pohon kopi, fermentasi yang tepat, dan penjemuran yang intensif.

“Itu akan menghasilkan suatu rasa yang unik,” imbuh Rizal.

Kecamatan Dampit sendiri merupakan salah satu penghasil kopi robusta terbaik di Indonesia. Luas lahan perkebunan kopi di sana mencapai 3.156 hektare dengan produksi per hektare mencapai 0,5-1,5 ton per tahun.

“Pasar kopi di Dampit ini masih sangat menjanjikan. Dari pedagang kecil, pedagang besar, hingga eksportir kopi itu ada di Dampit,” jelas Sudarmo Prasetyo.

Eksportir kopi di Dampit sendiri membutuhkan 50-60 ribu ton kopi per tahun untuk memenuhi kebutuhan di 42 negara. 10 ribu ton di antaranya berasal dari Kabupaten Malang dan 2500 ton berasal dari Kecamatan Dampit.

“Jadi, prospek pasar masih luar biasa,” imbuh pria yang akrab dipanggil Pras ini.

Sayangnya, petani kopi robusta di Desa Amadanom merasa mereka belum mendapat penghasilan yang maksimal. Pasalnya, mereka selama ini hanya menanam kopi robusta secara organik, namun hasil panen mereka dihargai sama dengan kopi konvensional yang menggunakan bahan kimia.

Oleh karenanya, penting memberikan nilai tambah lain. Sehingga mereka bisa mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan jerih payah mereka.

Kepada para petani, Manuel Diaz menjelaskan tentang fine robusta, yaitu kopi robusta dengan rasa spesial yang tak ada duanya.

Ia memberi contoh Kopi Borobudur di Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah yang memiliki cita rasa gurih seperti mentega (buttery).

Kopi fine robusta seperti itu bisa diproduksi di Dampit sehingga ada nilai tambah bagi petani.

Ia juga menjelaskan bahwa produksi kopi di Indonesia pada umumnya bisa dikembangkan lebih baik lagi karena potensinya sudah ada.

“Indonesia punya tanah yang bagus dan iklim yang baik serta masyarakat yang kompak. Kenapa Indonesia tidak bisa jadi yang terbaik?” kata Manuel.

Menurutnya, untuk menjadikan Indonesia produsen kopi terbaik di dunia dibutuhkan peran pemerintah dan anak muda.

“Sampaikan pada pemerintah bahwa kopi adalah hal yang penting di Indonesia karena berdampak pada perekonomian masyarakat lokal,” ujarnya.

Anak muda berperan penting karena selama ini produksi kopi di hulu atau di perkebunan dikelola oleh orang-orang tua.

“Kalau anak muda tidak ikut mengembangkan hulu kopi, suatu ketika industri kopi akan mati,” ucap Manuel.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: akartanaKopi Robusta

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
kopi robusta

Pentingnya Anak Muda Geluti Perkebunan Kopi

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.