Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Ekslusif! Dokter di Malang Ungkap Tabir Kerasnya Pendidikan Dokter Spesialis yang Bikin Depresi Kerap Dibully Senior

Redaksi by Redaksi
April 18, 2024 3:29 pm
in News
pendidikan dokter spesialis

Ilustrasi dokter depresi. Foto: Freepik

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Kerasnya dinamika yang dilalui para mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) selama ini ternyata berdampak signifikan terhadap kualitas kesehatan mental dan jiwanya. Tak sedikit dari mereka mengalami gejala depresi selama proses pendidikan tersebut.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri telah merilis data mengejutkan jika sebanyak 22,4 persen mahasiswa PPDS mengalami gejala depresi. Data yang didapat dari hasil skrining di 28 rumah sakit vertikal itu menyebutkan ada 2.716 calon dokter mengalami gejala depresi. Bahkan 3 persen dari mereka punya keinginan untuk bunuh diri.

READ ALSO

Jenazah Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Lawang

Pemdes Junrejo Tetapkan Biaya Makam Rp1 Juta bagi Pendatang Baru

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Reporter kami mencoba mengurai tabir pendidikan PPDS di Rumah Sakit yang ternyata tak seperti kita kira. Bagaimana kemudian gejala depresi bisa sampai menghinggapi benak para calon dokter muda ini?.

Menurut pengakuan dari sumber anonim yang dihubungi tugumalang.id, seorang dokter umum di Malang, Jawa Timur, fenomena itu sudah bukan hal yang asing di dunia pendidikan kedokteran. Menurut dia, sumber utama gejala depresi ini datang dari banyak faktor.

Baca Juga: Dampak Stunting Terhadap Perkembangan Anak Simak Penjelasan Dokter Spesialis Anak RS Hermina Malang

Faktor yang ditengarai paling berpengaruh adalah fenomena perundungan atau bullying yang terjadi antara kakak dan adik tingkat. Jika ini benar, bullying ternyata tak hanya terjadi di lingkup sekolah atau pondok pesantren, tapi juga terjadi di dunia pendidikan kedokteran.

Ada Rantai Bullying Tak Terlihat

Bullying ini, kata dia, bahkan seolah ternormalisasi dan tak bisa dihindari karena ada relasi kuasa yang pelik di dalamnya. Sebagaimana halnya para senior yang memanfaatkan situasi kepepet para juniornya.

“Mereka (mahasiswa, red) ini kan butuh banget agar pendidikannya lancar. Meski ada supervisi langsung dari dokter spesialis asli, tetap saja yang dihadapi ya para senior ini. Mau tidak mau, mereka harus nurut. Di situlah akhirnya terjadi bullying, baik secara verbal bahkan fisik,” bebernya.

Ketergantungan ini yang kemudian membuat relasi antara senior kepada juniornya menjadi-jadi. Tak jarang, para calon dokter muda ini bekerja ekstra melebihi jam kerja, kerja tidak sesuai tupoksi dan lain-lain sehingga menguras tenaga, pikiran dan jiwanya.

Baca Juga: Bocah 6 Tahun di Malang Meninggal Usai Disuntik Obat, Dokternya Bingung Tentukan Sebabnya

“Bahkan saya ada dengar, senior ini disuruh jemput anak seniornya di sekolah, ditambahi beban kerja tugas senior dan lain-lain. Ada banyak lagi beban kerja tak wajar lainnya,” ungkapnya.

Dipepet Ekonomi

Selain bullying, para calon dokter juga dihadapkan dengan bayang-bayang faktor ekonomi. Dimana secara aturan, mahasiswa yang menempuh PPDS ini dihadapkan dengan aturan larangan bekerja selama masa pendidikan.

Di sisi lain, calon dokter yang menempuh PPDS ini rata-rata memiliki latar belakang sudah berkeluarga. Pendidikan yang ditempuh dalam kurun waktu 5 tahun membuat mereka kelimpungan membiayai keluarga dari mana.

”Tidak heran jika sebelum pendidikan mereka kerap ditanyai soal sumber kekuatan biaya mereka. Mulai tabungan, istri bekerja atau sumber dana dari pihak orang tua atau mertua,” jelasnya.

Tak pelak situasi tersebut membuat peserta harus disokong dengan perekonomian yang kuat, selain mental. Sebenarnya bisa saja mereka memiliki opsi untuk bekerja sembunyi-sembunyi di klinik atau yang lain, namun resikonya besar.

Baca Juga: Universitas Brawijaya Terima 3.662 Mahasiswa Jalur SNBP, FK-Kedokteran Paling Diminati

”Apalagi kalau buka klinik sendiri, resikonya terlalu besar dan pengaruh pada pendidikannya. Rata-rata yang jadi bekingan ekonomi sementara mereka ya dari istri atau orang tua mereka sendiri,” ujarnya.

Kekurangan Waktu Ibadah

Dokter umum di Malang ini menyebutkan jika faktor yang membuat kejiwaan mereka tak stabil berkaitan dengan kondisi spiritual mereka. Waktu, pikiran dan tenaga yang dicurahkan selama masa pendidikan kerap membuat waktu ibadah mereka terpinggirkan.

Aspek religiusitas seseorang menurutnya dapat menjaga kestabilan psikologis seseorang. Dengan beribadah, emosional mereka lebih terjaga, tidak merasa stres atau bahkan paling parah mengalami gejala depresi.

”Banyaknya jumlah pasien yang ditangani, belum lagi mereka bikin laporan, presentasi morning report, jaga poli. Itu yang membuat spare waktu mereka untuk beribadah kurang atau bahkan terlupakan. Itu bagi saya juga jadi faktor penyebab,” kata dia.

Ketiga faktor penyebab ini saling berkaitan dan akan menuju titik akumulasinya pada titik emosional tertinggi, yaitu depresi. Sebab itu, perlu kebijakan strategis bagi rumah sakit yang menjadi tempat pendidikan untuk mereformasi manajemen waktu kerja.

“Jadi harus imbang, kapan pendidikan, istirahat dan kapan waktu ibadah. Karena kekuatan mental ini yang paling penting,” kata dia.

Selain itu, fenomena aksi bullying berkedok ‘pembentukan karakter’ tersebut sudah waktunya dihilangkan. Kemenkes sendiri telah mengeluarkan Instruksi Menteri Kesehatan (Imenkes) RI Nomor HK.02.01/Menkes/1512/2023 yang mengatur tentang pencegahan dan penanganan perundungan (bullying) terhadap peserta didik di rumah sakit pendidikan dalam lingkungan Kemenkes.

Baca Juga: Universitas Negeri Malang Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Prodi S1 Kedokteran

Imenkes ini termasuk mendorong Direktur RS ikut berkontribusi dalam menciptakan ruang pendidikan yang aman dan nyaman. Instruksi ini juga meliputi sanksi bagi pelaku bullying yang paling berat berupa penurunan pangkat satu tingkat lebih rendah selama 12 (dua belas) bulan atau pembebasan jabatan, status kepegawaian bagi tenaga pendidik dan pegawai lainnya.

Sementara untuk peserta didik juga akan mendapat saksi yaitu pengembalian kepada penyelenggara pendidikan dan/atau dikeluarkan sebagai peserta didik. Imenkes ini diharap dapat diimplementasikan dengan baik untuk menyelamatkan wajah kualitas pelayanan kesehatan di masa depan.

Tidak bisa dibayangkan jika seluruh dokter spesialis yang ada memiliki ketidakstabilan emosi akibat rantai pendidikan yang berlumur fenomena bullying hingga beban kerja berlebih (over work). Bukan tidak mungkin fenomena ini dapat menurunkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat ke depannya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
editor: jatmiko

Tags: Dokter di Malangdokter di malang depresidokter spesialisDokter spesialis stressHeadlinePengakuan dokter di malang

Related Posts

Jenazah Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Lawang
News

Jenazah Laki-Laki Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Lawang

Minggu, 30 Agu 2026
Pemdes Junrejo Tetapkan Biaya Makam Rp1 Juta bagi Pendatang Baru
News

Pemdes Junrejo Tetapkan Biaya Makam Rp1 Juta bagi Pendatang Baru

Minggu, 30 Agu 2026
Jelang Pemilihan di Muktamar NU ke-35, Daftar Ketum PBNU dari Masa ke Masa
News

Jelang Pemilihan di Muktamar NU ke-35, Ini Daftar Ketua Umum PBNU dari Masa ke Masa

Minggu, 30 Agu 2026
Seminar Turots Internasional, Dorong Generasi Muda Kenali Khazanah Ulama Nusantara
News

Seminar Turots Internasional, Dorong Generasi Muda Kenali Khazanah Ulama Nusantara

Minggu, 30 Agu 2026
Buku Imaji NU Masa Depan Diluncurkan di Tengah Muktamar ke-35
News

Buku Imaji NU Masa Depan Diluncurkan di Tengah Muktamar ke-35

Minggu, 30 Agu 2026
Daftar Rais Aam PBNU dari Masa ke Masa dan Pondok Pesantrennya
News

Daftar Rais Aam PBNU dari Masa ke Masa dan Pondok Pesantrennya

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
Konser musik batal digelar

Konser Musik Mafest Vol 3 di Malang Batal Digelar, Penyelenggara Buka Suara

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.