Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Ditjen Dikti Paparkan Alasan Asia Kini jadi Kekuatan Ekonomi Terkuat di Dunia

Redaksi by Redaksi
Juni 25, 2021 12:58 pm
in News, Pendidikan
Dirjen DIktik, Prof Nizam, menjelaskan dalam webinar GWPP.

Dirjen DIktik, Prof Nizam, menjelaskan dalam webinar GWPP.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Dalam Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) Batch 2 yang digagas oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan PT Paragon Technology and Innovation kali ini mendatangkan Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D selaku Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dalam kegiatan tersebut, Prof Nizam mengatakan bahwa saat ini negara-negara barat mengalami penuaan, negara-negara Asia saat ini tengah mendapatkan bonus demografi. Binus demografi adalah ketika angkatan kerja lebih banyak daripada angkatan bergantung.

READ ALSO

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

“Output anggaran negara (untuk pendidikan) di Asia ini meningkat dimulai dengan Jepang di tahun 1970 yang menjadi kekuatan ekonomi terbesar waktu itu. Dan jangan lupa waktu itu Jepang juga memiliki kekuatan ekonomi nomor 2 di dunia di bawah Amerika Serikat. Jepang ini sangat inspiratif karena bagaimana negara yang kalah perang bisa bangkit kemudian fokus dalam pembangunan ekonomi yang kemudian menjadi negara maju hanya dalam 10-15 tahun,” terangnya kepada audiens pada Jumat (25/06/2021).

Tapi dengan dengan seiring berjalannya waktu, menurutnya Jepang mengalami penuaan, yaitu ketika angkatan kerja ini harus menanggung 3 generasi yaitu orang tuanya, generasi dirinya, dan generasi anaknya.

“Kondisi ini karena semakin sedikit punya anak atau semakin lambat menikah maka secara demografis akan semakin menua,” bebernya.

Kemudian pada tahun 1990-an kekuatan ekonomi Jeoang digantikan oleh Korea Selatan yang melejit luar biasa.

“Sebenarnya tidak berbeda dari Indonesia ketika tahun 1950-an selesai perang Korea. Dengan kondisi sangat miskin dan tidak memiliki sumberdaya, tapi dalam 40 tahun bis membangun Korea menjadi kekuatan ekonomi, dan itu seiring binus demografi yang didapat Korea pada tahun 1990-an,” tuturnya.

Kemudian disusul oleh Tiongkok yang mendapatkan bonus demografi pada tahun 2000-an.

“Sekarang Tongkok menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia meninggalkan Amerika Serikat,” ucapnya.

Prof Nizam lebih lanjut mengatakan bahwa Indonesia saat ini sebenarnya sidaj memasuki bonus demografi, tapi sayangnya masih dengan kesiapan angkatan kerja yang dilatih masih rendah.

“Berbeda saat Korea Selatan memasuki bonus demografi, tapi dengan 60 persen angkatan kerjanya sudah berpendidikan tinggi. Sedangkan di Indonesia saat memasuki bonus demografi kita, angkatan kerjanya 60 persen masih tamatan SD dan SMP. Sedangkan tamatan perguruan tinggi hanya 11 persen, jauh sekali dengan Korea. Padahal kita tahu kunci kemajuan itu terletak pada sumberdaya manusia,” pungkasnya.

Tags: AsiaDitjen Diktimalang

Related Posts

Candi Kidal
News

Wisata Edukasi Sejarah di Malang, Candi Kidal Jadi Favorit saat Libur Hari Lahir Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
KEmarau panjang
News

Kemarau Panjang, 13 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Senin, 1 Jun 2026
Gus IQdam
News

Gus Iqdam Bakal Isi Pengajian di Stadion Gajayana Kota Malang Peringati Hari Bhayangkara

Senin, 1 Jun 2026
Mahasiswa ITN Malang pemenang esai. Foto/dok. ITN Malang
Pendidikan

Borong 8 Medali, Mahasiswa ITN Malang Unjuk Gigi di Malang Edu Fest 2026

Senin, 1 Jun 2026
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada hari Senin, 1 Juni 2026 diperkirakan dominan berawan dan udara kabur. /Foto: Ilustrasi dibuat dengan AI.
News

Prakiraan Cuaca Malang Senin 1 Juni 2026: Berawan dan Kabut

Senin, 1 Jun 2026
PEsantren Cabul
News

Tanggapi Pernyataan Soal Banyak Pesantren Cabul di Malang, Gus Fahrur: Tidak Boleh Menggeneralisir!

Minggu, 31 Mei 2026
Next Post
Petugas melakukan vaksinasi Covid-19 untuk warga yang mengurus SIM sampai SKCK. Foto: Rubianto (Tugu Malang)

Urus SIM Sampai SKCK di Kota Malang Dapat Vaksin Gratis

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.