Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Sambung Dulur

Manifesto Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Bukan Agen Perebahan ala Wali Kota Kediri

Redaksi by Redaksi
Juni 24, 2021 1:33 pm
in Sambung Dulur
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Foto: Rino Hayyu

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar. Foto: Rino Hayyu

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Rino Hayyu Setyo*

Narasi pembangunan acap kali dibedakan dengan model top down dan bottom up. Dua konsep pembangunan yang dibelah dengan syarat partisipasi. Dalam proses pembangunan, kedua model tersebut tentu bisa dilakukan dengan beriringan. Ada yang dilakukan secara top down, ada juga yang dilakukan dengan bottom up. Destinasi kedua konsep ialah kesejahteraan dan terdistribusinya keadilan sosial.

READ ALSO

Bangga! Universitas Negeri Malang Peringkat Tujuh Kategori Kampus Terbaik Asia di Bidang Pendidikan Versi SIR 2024

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Ibarat berwisata, perjalanan menuju destinasi yang mempunyai fasilitas “kesejahteraan” dan “keadilan sosial” itu dibutuhkan keselarasan atau harmonisasi antara pemerintah dengan masyarakat.
Mungkin begitulah saya melihat paparan dari Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar ketika bercerita tentang Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas). Program unggulan dari kampanye politik Mas Abu, sapaannya, sejak 2013 silam.

Saya memang pernah mempertanyakan Prodamas ketika masih duduk di bangku kampus. Sebab, cukup kuat ingatan saya tentang sebuah kajianTeori-teori Pembangunan dan Perubahan Sosial dari almarhum Sanapiah Faisal, ilmuwan sosial kenamaan Indonesia, 10 tahun silam.

Dalam konteks pertemuan dengan Mas Abu, ia menceritakan bahwa Prodamas masuk terpilih Kemendikbudristek RI untuk wadah mahasiswa melakukan magang. Sebagai pemerintah daerah pertama yang terpilh Kemendikbudristek, saya tidak menyangka bila dalam 3 hari pendaftaran program magang untuk Prodamas Scale Up itu sudah mencapai 253 pendaftar. Padahal kuota yang disediakan hanya untuk 50 mahasiswa. Mereka yang terpilih akan praktik melakukan pemberdayaan masyarakat di tengah kota urban.

Mas Abu mengajak mahasiswa untuk terjun langsung dalam sebuah pembangunan di Kota Kediri.
Hal inilah yang membawa memori saya berselancar pada kajian-kajian ilmu pendidikan masyarakat. Maka papan selancar memori saya, langsung menuju ke lautan tulisan Havelock (1973) dalam The Change Agent’s Guide to Innovation. Di sinilah, ia membuat empat tahap peran agen perubahan sosial atau yang kini disebut agen pembaruan. Mungkin anak milenial yang masuk dalam kategori anak muda ini, secara historis-empiris mempunyai hegemoni untuk melihat kondisi yang darurat seperti sekarang bisa memberikan pembaruan ide dan inovasi.

Pertama, peran sebagai katalisator (catalyst) dengan maksud untuk mempercepat proses sesuatu hal dalam menghadapi perubahan. Kedua, peran sebagai process helper yakni agen diharapkan bisa membantu proses masyarakat memahami kondisi nyata. Ketiga, peran sebagai solution given. Seorang agen akan mampu memberikan solusi di tengah kemacet-ruwetan permasalahan. Setelah ketiga ini terpenuhi, maka peran terakhir agen pembaruan bisa menjadi penghubung sumber (resources linker).

Setidaknya, berbekal kajian tersebut imajinasi mahasiswa yang terjun Magang Merdeka dalam Prodamas Scale Up akan mendapati empat peran itu dalam pemberdayaan masyarakat.

Dalam konteks musibah yang sedang dihadapi masyarakat mencegah penyebaran COVID-19, ini waktu yang tepat untuk menguji ulang seluruh dalil para ilmuwan tersebut. Khususnya mereka yang mempunyai tanggung jawab kesarjanaan dalam berbagai strata atau jenjang, maka banyak hal yang harus dituliskan untuk turut menyejarahkan kondisi ini. Para pemilik gelar apa pun bisa membuat sebuah inovasi yang didiskusi sebagai tabungan ide dan tindakan memberikan solusi kepada masyarakat.

Sehingga, tanggung jawab keilmuan dapat bertransformasi menjadi perubahan masyarakat dalam pembangunan. Karena kecenderungan mahasiswa yang semakin terbatas berkegiatan sangat berpotensi untuk merebahkan daya pikirnya.

Saya membayangkan dari proses magang ini akan banyak lahir calon peneliti muda dengan konsentrasi keilmuan tertentu untuk melakukan riset dan mengabadikan kondisi masyarakat sekarang. Semua gambaran ini bukan untuk disetujui, justru saya ingin menyampaikan ini agar membuka ruang dialektika atau diskusi agar kelompok masyarakat tetap bisa berkegiatan meskipun dengan kondisi terbatas.

Sehingga, wabah Corona tidak juga ‘mematikan’ ide masyarakat, khususnya mereka yang mempunyai tugas kesarjanaan. Apalagi untuk para anak milenial yang hanya menganggap ini sebagai liburan seperti biasanya.

Bisa jadi, Mas Abu telah menerapkan apa yang gambarkan dalam paradigma adult learning style (gaya belajar orang dewasa) yang disebutkan Peter Jarvis (2003) dalam karyanya The Theory and Practice of Learning, masyarakat bisa mengembangkan dari adult education, recurrent education, hingga continuing education. Melihat merdeka belajar dengan paradigma tersebut akan bisa diterapkan untuk mengambil inisiatif agar tetap bertahan hidup dengan terus berinovasi.

Wadah Prodamas Scale Up tersebut bisa menjadi latihan mahasiswa dalam mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan masyarakat secara langsung. Memberikan wadah mahasiswa ikut serta aktif dalam pemberdayaan masyarakat disebut Mas Abu sebagai Living Laboratorium atau dalam istilah teoritis ilmu pendidikan biasa dikenal Problem Posing Curriculum.

Tentu ini masih dalam imajinasi penulis, tapi bagaimana nanti proses di lapangan dalam magang tersebut memerlukan monitoring dan evaluasi lebih lanjut. Sehingga, sinergitas program antara Kemendikbudristek dan Pemkot Kediri bisa menjadi efektif untuk masyarakat.

*Penulis adalah Kepala Biro Tugu Jatim ID di Kediri.

Tags: sambang dulur

Related Posts

Universitas Negeri Malang
Pendidikan

Bangga! Universitas Negeri Malang Peringkat Tujuh Kategori Kampus Terbaik Asia di Bidang Pendidikan Versi SIR 2024

Rabu, 25 Des 2024
Polresta Malang Kota membongkar sindikat curanmor di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Selasa, 24 Des 2024
PMB Unikama
Pendidikan

Calon Mahasiswa Baru Wajib Catat! Jalur Prestasi PMB Unikama Resmi Dibuka

Kamis, 19 Des 2024
Profesor UB dikukuhkan
Pendidikan

9 Profesor UB Dikukuhkan, Ada yang Teliti Leadership ala Nabi Muhammad

Rabu, 18 Des 2024
vokasi umm
Pendidikan

Wamen Dikti Sains Lepas 165 Peserta TC hingga Kelas Daihatsu Vokasi UMM ke Jepang

Rabu, 18 Des 2024
Dosen ITN Malang
Pendidikan

Dosen ITN Malang Buat Inovasi Pemanfaatan Limbah Grey Water Hasil Budidaya Ikan Nila

Rabu, 18 Des 2024
Next Post
Tak Terima Diceraikan, Pria di Bantur Bacok Istri

Tak Terima Diceraikan, Pria di Bantur Bacok Istri

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.