Rabu, September 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Beda Kadrun dan Kapur

Redaksi by Redaksi
Juni 21, 2021 10:27 am
in Asli Malang
Komodo. Foto: pixabay

Komodo. Foto: pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kadrun (Kadal Gurun) dalam perspektif medsos (media sosial) Indonesia dikonotasikan sebagai kelompok oposan kepada pemerintah, sedang yang pro pemerintah disebut sebagai kecebong.

Sementara itu Kadrun dalam perspektif lelaki super dikonotasikan — teruama oleh genaro ngalam (orang Malang) — sebagai obat kuat lelaki dimana kadrun lebih dikenal dengan sebutan Kadal Mesir. Oleh karena itulah orang yang pertama kali membuka wacana kadrun didalam medsos boleh jadi kehidupan sehari-harinya tak jauh dari pembicaraan sekitar seks, walaupun konon – katanya lho — dulu istilah itu sering dipakai oleh kaum komunis untuk mengejek umat Islam.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Pada tulisan kali ini kami tidak ingin membahas Kadrun  baik dalam perspektif  oposan maupun sebagai  obat kuat lelaki.

Kami ingin mengetengahkan fenomena sekitar Kapur (Kadal Purba) yang lebih kita kenal dengan nama KOMODO, maka perbedaannya menjadi jelas, Kadrun hidup di gurun padang pasir sedang Kapur yang tersisa hidup didaratan Nusa Tenggara Barat.

Dalam perspektif bahasa sleng Malangan, Komodo tidak pernah kita sebut dengan odomok, karena  bahasa sleng Malangan sendiri sebenarnya bukan bahasa walikan sehingga tidak semua kosa kata dibalik membacanya. Komodo ternyata punya fenomena yang unik untuk dibicarakan, karena binatang purba yang masih tersisa ini ternyata memiliki kebiasaan aneh dan tak lazim serta bisa membuat kita bergidik. Tugu Malang ID., mengumpulkan sederet fakta tentang species Kadal Purba ini antara lain sebagai berikut:

  1. Komodo ternyata jauh lebih sadis dibanding ralu (ular) alias penipu, atau tukang leseh (pencopet) bahkan preman rateg (raja tega) sekalipun. Apabila wanyik-wanyik (mereka) para ralu, tukang leseh dan rateg masih menyisakan korbannya untuk odip (hidup), maka Komodo ini korbannya ditakis nubis (disikat habis) predator. Komodo, osi nakam (bisa makan) korbannya yang besarnya seukuran dengan badannya sekalipun, dan satu kali lahap kusam kedalam perutnya kemudian akan memuntahkan bagian-bagian sing kadit osi ( tidak dapat) dicerna seperti tanduk, bulu, gigi, tulang, dll.
  2. Nakam kana e ewed (memangsa anaknya sendiri), sak ewul-ewule genaro, kadit mungkin meleg nakam kanae ewed, tapi predator peninggalan  purba ini kalau sudah lapar dan tidak ada mangsa lain, maka wanyik (ia) begitu teganya nakam anaknya sendiri, teutama komodo  kodew (betina), untuk mempertahankan dirinya agar tetap hidup. Kenyataan itu, secara naluriah membuat Komodo-komodo licek (muda) rudite (tidurnya) memilih diatas pohon untuk menghindar dari kanibalisme komodo kewut (dewasa).
  3. Komodo kodew osi ngetem tanpa niwak: Keunikan lainnya, komodo kodew (betina) osi negetem (bisa hamil/bertelur) tanpa proses ngentu (bersenggama) karo komodo nganal (jantan). Hal ini pernah diteliti  pada tahun 2006 dan diverifikasi bahwa komodo kodew tetap osi berproduksi (bertelur) tanpa ukruk/ngentu ( secara aseksual) melalui proses yang disebut partenogenesis alias pembuahan tanpa melalui hubungan ukruk/ngentu dengan komodo jantan. Dengan kata lain komodo kodew bisa disebut juga sebagai  ebes kodew  sekaligus ebes  nganal (ibu sekaligus bapak) dari kana-kanae (anak-anaknya).
  4. Komodo nes dulinan (suka bermain): dibalik sifatnya yang predator dan kanibal itu, ternyata menurut pengamatan para ahli dari sejumlah individu komodo tampak bahagia bermain sekop dan utapes (sepatu) – mungkin utapese pengamat e ewed (sendiri) yang tertinggal ketika wanyik  iral diuber (dia lari dikejar) komodo kodew. Menurut ahli itu, cara komodo berinteraksi dengan benda, dikatakan tidak memiliki indikasi agresif atau motivasi menyerang. Tetapi ahli itu tidak memaparkan bagaimana seandainya komodo itu diisaki asroban cap kuntul utowo topi miring (dikasih minuman keras merek burung kuntul atau topi miring)  apa ya tetap tidak agrsif? Soalnya kalau Arek-arek sing asroban cap kuntul utowo topi miring biasane kubam  (biasanya mabuk) cangkeme ngame karo lambenya hewod (mulutnya ngelantur dengan bibirnya ndoweh) terus agresif.

Sebagai informasi, komodo sebagai reptil purba kini hanya dapat ditemukan di sejumlah kepulauan kecil di  Timur Indonesia. Menurut jejak rekam fosil para peneiliti, tercatat komodo juga pernah ada di daratam Australia. Komodo diprediksi bermigrasi ke daratan Indonesia Timur dan tiba di pulau Flores 900.000 tahun yang lalu. Sebuah penelitian yang diterbitkan Jurnal Plos One tahun 2009, komodo di Australia punah sekitar 50.000. tahun yang lalu.Saat ini populasinya dinyatakan rentan terhadap kepunahan karena mulai menghilag dari semua pulau-pulau kecil.

Reporter : Ulul Azmi
Redaktur Ahli Bahasa Malangan : Wahab Adhinegoro

Tags: #bahasamalangan

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Berbincang Bersama Dr Aqua Dwipayana, Manusia Langka!!!

Berbincang Bersama Dr Aqua Dwipayana, Manusia Langka!!!

BERITA POPULER

  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.