Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Para Raja Singosari Malang Dimakamkan di Mana?

Redaksi by Redaksi
November 10, 2023 10:02 am
in Asli Malang
Candi Kidal, sebagai simbol penghormatan pada Raja Singosari yaitu Wishnuwardhana.

Candi Kidal, sebagai simbol penghormatan pada Raja Singosari yaitu Wishnuwardhana. Foto/Pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Benarkah candi-candi yang ada di Malang adalah makam para Raja Singosari? Pertanyaan semacam itu sering terdengar dewassa ini khusunya bagi kalangan masarakat muslim yang ada di lingkungan Malang Raya.

Pertanyaan tersebut didasari dengan budaya Islam yang mana kalau ada yang meninggal dimakamkan seperti yang terjadi saat ini. Dan, dengan keterbatasan wawasan mengenai sejarah akhirnya banyak yang mengasumsikan bahwa candi-candi peninggalan kerajaan Singosari tersebut dianggap sebagai makam para raja yang telah wafat.

READ ALSO

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Pada dasarnya tidak hanya masyarakat hari ini saja yang beranggapan bahwa candi sebagai makam para Raja Singosari yang telah meninggal, para peneliti dan sarjana dari Belanda di zaman kolonial juga memiliki persepsi yang sama.

Baca Juga: 5 Candi di Malang Peninggalan Kerajaan yang Menarik Dikunjungi

Bahwa candi-candi tersebut adaah makam para Raja Singosari yang telah meninggal, hal tersebur didasari oleh kata “dhinarma” yang ada di Kitab Negarakertagama, yang kemudian para sarjana Barat tersebut terjebak denganya.

Dalam kitab Negarakertagama diceritakan bahwa raja-raja Kerajaan Singasari diberi penghormatan di candi tersebut. Kata “didharmakan” diartikan sebagai dikuburkan. Bahkan para sarjana Belanda menyoroti hal ini, khususnya penguburan di kuil.

Akhir Para Raja Singosari

Mari kita lihat bagaimana kitab Negarakertagama dan Pararaton menjelaskan fungsi candi. Berdasar dua kitab klasik ini akan dijelaskan seperti apa rupa masing-masing raja Kerajaan Singasari dan kemana setelah meninggal.

Yang pertama adalah Ken Arok. Pararaton menggambarkan Linira sang Amurwabhumi i saka 1169 Sira dhinarmeng Kagenengan. Maknanya adalah “ketika Amurwabhumi wafat pada tahun Saka 1169, ia kembali ke Siwapada, di Kagenengan terukir sebagai Siwa, di Usana sebagai Buddha.

Kitab Nagarakretagama menguraikan tentang cincin saka syabdhi rudra krama jasahaniran mantuking swargga loka, kyating tikus sang dhinarmma dwaya ri kagengan seea bhoddhengusana. Maknanya adalah “pada tahun saka Asyabdhirudra-1149, raja wafat di akhirat (Shiwa Loka), terkenal ke seluruh dunia, Raja diabadikan di Pura Kagenengan dalam wujud Siwa Buddha.

Dengan ini menunjukkan bahwa Ken Arok diberi penghormatan berupa Candi Kagenengan. Candi disebut oleh para ahli berada di Dusun Candirejo, Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Namun saat ini kondisinya sudah musnah.

Baca Juga: Menengok Candi Jago yang Punya 6 Kisah Klasik di Reliefnya

Kedua adalah Anusapati. Pararaton menjelaskan Cincin Lina Sang Anusapati Çaka 1171 Dhinarma sira Kidal. Artinya “Anusapati wafat pada tahun Saka 1171 dan ditahbiskan di Kidal.” Sementara menurut kitab Negarakertagama, Anusapati diabadikan di candi Kidal dan dipuja sebagai Siwa. Anusapati diberi penghormatan berupa Candi Kidal yang kini berada di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Ketiga adalah Wisnuwardhana. Pararaton menjelaskan Sri Ranggawuni menjadi raja selama 14 tahun, meninggal pada tahun 1194 dan diabadikan di Jajagu. Pararaton meyebutkan Wisnuwardhana Ranggawuni. Kitab Negarakertagama pada Pupuh 41 baris ke 4 menjelaskan dinarmma ta bapak waleri çiwawimbha len sugatawimbha mungwiɳ jajaghu.

Artinya “Di Waleri tersimpan lambang arca Siwa, di Jajago terdapat arca Budha. Ini berarti Wisnuwardhana diberi penghormatan berupa Candi Jago, yang kini ada di wilayah Tumpang Kabupaten Malang.

Keempat adalah Kertanegara. Kitab Negarakertagama dalam Pupuh 44 menjelaskan çri narendra krtanagara mulih riɳ budabhawana”. Artinya Sri Baginda Kertanagara telah kembali ke Buddhabuwana dan diberi penghormatan berupa Candi Singosari yang berada di Kecamatan Singosari, Kabupate Malang.

Di Candi Singasari, Kertanegara dilambangkan dengan Siwa-Budha. Ia kemudian dipuja di candi Jawi sebagai Siwa-Budha, karena bagian bawah candi mempunyai ciri-ciri Siwa dan bagian atas candi mempunyai ciri-ciri Buddha. Pararaton menjelaskan meninggalnya Kertanegara akibat penyerangan Jayakatwang, saat istananya sedang mengadakan pesta minum.

Apa Makna Candi?

Beberapa ahli lain berpendapat bahwa candi tersebut bukanlah makam seorang raja. Mereka tidak terjebak secara tekstual dengan penjelasan Negarakertagama. Memang benar kitab itu menyebut kata “dhinarma” untuk menyebut raja-raja yang meninggal atau dihormati atau diperingati dengan dibangunnya sebuah candi.

Lidya Kieven mengatakan kuil tersebut merupakan peringatan mendiang raja. Candi Kagenengan, Kidal, Jago dan Singasari memperingati mendiang raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Singasari.

Meski ditemukan puing-puing dan abu di dalam candi, bukan berarti candi tersebut merupakan makam dan tempat menyimpan abu raja. Peripih merupakan suatu tempat yang mengandung unsur-unsur yang melambangkan dunia benda. Sedangkan abu yang ditemukan merupakan abu tumbuhan, bukan abu manusia.

Candi-candi di Jawa Timur biasanya selalu menghadap pegunungan. Bagian belakang pagoda menghadap ke gunung, sehingga saat memasuki halaman pagoda, pengunjung juga menghadap langsung ke arah gunung.

Pertanyaan apakah candi tersebut benar-benar sebuah makam pernah dikaji oleh Soekmono dalam tesisnya yang berjudul Candi: Pengertian dan Fungsi. Dalam tesisnya, dia menolak hipotesis bahwa candi adalah makam. Menurutnya, candi tersebut bukan makam melainkan candi berfungsi sebagai tempat peribadatan. Sukmono mendasarkan teorinya pada data ratusan prasasti yang ada dan sumber lain.

Kemudian pertanyaan mengenai di mana makam para raja Singosari dan asumsi bahwa candi adalah makam para raja bisa terjawab oleh tesis yang ditulis oleh Soekmono ini.

Mengenai pendapat yang ada dalam kitab Negarakertagama yang menyebutkan bahwa raja-raja didharmakan di candi memiliki makna bukan berarti dimakamkan melainkan diberikan penghormatan atau disimbolkan sebagai hadiah dari dedikasinya selama memimpin kerajaan.

Penulis: Jakfar Shodiq (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: candiCandi SingosariMakam Raja SingosariRaja Singosari

Related Posts

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Ilustrasi zodiak yang keras kepala tapi baik hati.

5 Zodiak Keras Kepala tetapi Baik Hati, Apa Zodiakmu Termasuk?

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.