Minggu, Oktober 25, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Refleksi Hari Santri, UB Malang Angkat Isu-Isu Pemikiran di Pesantren

Redaksi by Redaksi
Oktober 28, 2023 9:35 pm
in Pendidikan
Acara seminar dan kajian pesantren di UB Malang dalam rangka Hari Santri Nasional.

Acara seminar dan kajian pesantren di UB Malang dalam rangka Hari Santri Nasional. Foto/dok for TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Berbagai kalangan mulai dari santri, mahasiswa, dosen, peneliti, aktivis, dan pegiat literasi berkumpul di aula perpustakaan Universitas Brawijaya pada Jumat (27/10/2023).

Mereka antusias menghadiri Seminar dan Kajian Pesantren yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat (PSP2M), Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Kepribadian Mahasiswa (UPT PKM) Univeristas Brawijaya, Lakpesdam NU Kota Malang, dan Cita Intrans Selaras (Intrans Publishing Group).

READ ALSO

Polinema Tingkatkan Kompetensi First Aid bagi Sivitas Akademika

Rektor Unikama Kukuhkan 734 Wisudawan, Tekankan Integritas dan Adaptasi Teknologi

Ketua Panitia, Muhammad Lukman Hakim, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2023. “Kegiatan ini melibatkan banyak pihak dan dikumpulkan dalam momentum yang sama yaitu hari santri,” kata dia.

Baca Juga: Gerhana Bulan Sebagian 29 Oktober 2023 Dini Hari Bisa Diamati di Malang Raya

Menurut Lukman, sapaan akrab dosen Mata Kuliah Umum Universitas Brawijaya (MKU UB) tersebut, kegiatan hari santri yang mengangkat isu-isu pemikiran sangat jarang ditemukan di berbagai tempat. “Ini relevan dengan semangat akademik yang ada di kampus,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan ini selaku narasumber yaitu KH Mohammad Nafi (Pengasuh Pesma Al-Hikam Malang), Prof Dr Mujamil Qomar (Guru Besar Filsafat dan Pemikiran Islam Modern UIN SATU Tulungagung), Prof Dr KH Ahmad Munjin Nasih (Guru Besar Pemikiran Islam Universitas Negeri Malang) dan Dr Mohammad Anas (Dosen Filsafat dan Sosiologi Modern UB sekaligus Kepala UPT PKM UB).

Kiai Nafi menyampaikan sebuah refleksi tentang diksi-diksi apik yang selama ini dilekatkan pada pesantren perlu menjadi perhatian bersama dalam konteks refleksi yang mendalam terhadap apa yang ada dan sedang terjadi di pesantren.

Baca Juga: Pemkot Malang Segera Perbaiki Keretakan Konstruksi Jembatan Kaca di Kampung Warna Warni Jodipan

“Sebab pesantren sudah terlanjur disebut sebagai entitas yang tak pernah ada habisnya untuk dikaji. Mulai dari arus pemikiran, dinamika, dan tradisi yang dipertahankan sekaligus berkembang di dalamnya. Kegiatan ini salah satu upaya untuk mendiskusikan hal itu,” kata Wakil Rais Syuriah PCNU tersebut.

Sementara itu, dalam kesempatan kedua, Prof Mujamil memaparkan ide dan refleksi yang sudah ditulis dalam ketiga bukunya. Buku tersebut berjudul Aksiologi Pendidikan Pesantren: Etika dan Internalisasi Nilai Islam di Pesantren, Intelegensia Pesantren: Epistemologi Pembaharuan Pesantren, dan Arus Utama Pemikiran Pesantren.

“Masing-masing buku saya ini menghadirkan refleksi dan usulan-usulan baru dalam membangun basis pemikiran pesantren. Ada juga yang menguji ‘capaian’ pendidikan dan kitab kuning yang ada di pesantren,” tegas Ketua STAIN Tulungagung periode 2006-2010 tersebut.

Profesor Mujamil juga menjelaskan bahwa kitab kuning sangat berjasa dalam mewarnai pemikiran pesantren adalah hal yang tidak bisa dipungkiri. Namun, jika menganggap kitab kuning mampu menjawab semua persoalan agama kontemporer, ini perlu dikaji kembali aktualisasi dan relevansinya.

Sementara itu, Profesor Munjin menegaskan arus pemikiran kalangan pesantren bisa dilacak dari tiga kategori yang dirumuskan oleh pemikir muslim, yaitu tekstual, kontekstual, dan liberal. Ketiga arus ini bisa ditemukan di pesantren. Ini bagian dari akar dan dinamika pemikiran Islam di Indonesia.

Adapun Dr Anas memberikan penjelasan mengenai tuduhan stagnasi pemikiran Islam dan pesantren sesungguhnya tidak tepat. Menurutnya, pesantren di Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi’i memiliki akar pemikiran dan rasionalitas yang kuat. “Ini modal luar biasa untuk mengembangkan pesantren dari aspek pemikiran,” kata dia.

Kegiatan yang berlangsung gayeng selama tiga jam ini dilengkapi dengan diskusi dan pandangan-pandangan lain dari peserta yang hadir. Hal yang menarik lainnya, antusias peserta ini juga dilengkapi dengan berbagai doorprize produk usaha santri. Mulai dari beberapa buku menarik dari LTN PWNU Jawa Timur & CITILa Grup, juga ada mukena dari kimya.id.

Editor: Herlianto. A

Tags: Hari Santri NasionalPemikiranPesantrenub

Related Posts

Polinema Tingkatkan Kompetensi First Aid bagi Sivitas Akademika
Advertorial

Polinema Tingkatkan Kompetensi First Aid bagi Sivitas Akademika

Sabtu, 24 Okt 2026
Rektor Unikama Kukuhkan 734 Wisudawan, Tekankan Integritas dan Adaptasi Teknologi
Advertorial

Rektor Unikama Kukuhkan 734 Wisudawan, Tekankan Integritas dan Adaptasi Teknologi

Sabtu, 24 Okt 2026
Gelar Seminar Blok Kesehatan, FK Unisma Kaji Keselamatan Kerja Industri
Advertorial

Gelar Seminar Blok Kesehatan, FK Unisma Kaji Keselamatan Kerja Industri

Sabtu, 24 Okt 2026
Mahasiswa Asal Donomulyo Jadi Lulusan Terbaik Unikama 2026, IPK 3,99
Advertorial

Mahasiswa Asal Donomulyo Jadi Lulusan Terbaik Unikama 2026, IPK 3,99

Jumat, 23 Okt 2026
Program Afirmasi Unikama, 119 Guru PAUD Senior Segera Diwisuda
Advertorial

Program Afirmasi Unikama, 119 Guru PAUD Senior Segera Diwisuda

Jumat, 23 Okt 2026
Empat Prodi Polinema Jalani Candidacy Visitation IACBE
Advertorial

Empat Prodi Polinema Jalani Candidacy Visitation IACBE

Jumat, 23 Okt 2026
Next Post
Diskusi Bersama tentang materi “Sekolah Legislatif.”

Gelar Sekolah Legislatif, FH UNISMA Hadirkan DPRD Kota Malang dan Kota Batu

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.