Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Cerita Sumiasih di Balik Penyerahan Paten Batik Garudeya

Kini Jadi Ikon Kabupaten Malang

Redaksi by Redaksi
Agustus 27, 2023 4:13 pm
in Asli Malang
batik garudeya

Sumiasij membentangkan batik motif Garudeya yang menjadi ciri khasnya. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Sumiasih (60), warga Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang menghibahkan hak paten Batik Garudeya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, bertepatan dengan HUT ke-78 RI, Kamis (17/8/2023). Meski ini berarti ia tak memiliki banyak keuntungan secara materiil, Sumiasih mengaku senang melakukannya.

Bagi Sumiasih, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Melalui hibah ini, ia berharap bisa memberi manfaat bagi warga Kabupaten Malang, khususnya para perajin batik.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

“Kalau saya kukuh nggak mau kasih ke Pemkab, artinya saya nggak bisa memberi manfaat. Kalau ini jadi miliknya Kabupaten Malang, semua teman-teman pembatik Kabupaten kan bisa bikin Garudeya semua. Saya pikirnya begitu,” ujar Sumiasih saat ditemui tugumalang di rumahnya belum lama ini.

Ia mengaku ada banyak pihak yang menyayangkan keputusan Sumiasih untuk menghibahkan hak paten ini. Banyak yang mengatakan padanya bahwa hak paten semestinya bisa dijual dengan harga ratusan juta rupiah.

Akan tetapi, Sumiasih sudah mantap menghibakan hak paten ini agar bisa digunakan oleh banyak pihak. “Kalau dijual, saya nggak bisa memberi manfaat untuk teman-teman,” ucapnya.

Batik motif Garudeya merupakan ciri khas dari Sumiasih. Motif ini ia kembangkan setelah mengeksplor relief Candi Kidal yang terletak sekitar 500 meter dari rumahnya.

Sumiasih sering memadumadankan motif Garudeya dengan motif lainnya. Salah satunya adalah dengan motif terung bulat. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Garudeya merupakan makhluk mitologi yang ada di kalangan Hindu Jawa Kuno. Ia memiliki badan dan tangan seperti manusia, namun kepala, kaki, dan sayapnya seperti burung.

Di Candi Kidal, terdapat tiga relief Garudeya yang menggambarkan tiga masa yang berbeda. Relief pertama adalah Garudeya memanggul ular yang merepresentasikan perbudakan. Relief kedua adalah Garudeya memanggul guci yang merepresentasikan perjuangan. Relief ketiga adalah Garudeya memangguk ibunya yang merepresentasikan perjuangan.

Relief yang digunakan oleh Sumiasih sebagai inspirasi motif batik Garudeya adalah saat Garudeya memanggul guci. Konon, guci tersebut berisi Tirta Suci Amertha Sari yang menjadi syarat bagi pembebasan ibu Garudeya.

“Pada saat saya bertemu Pak Bupati, saya juga disuruh menceritakan itu (kisah Garudeya),” kata Sumiasih.

Ia mengaku mendapat perhatian dari Pemkab Malang setelah mengikuti Lomba Desain Batik Cap yang digelar oleh Dekranasda Kabupaten Malang, di akhir tahun 2022 lalu. Tema yang diusung pada saat itu adalah Melestarikan Budaya dengan Eksplorasi Relief Candi Kidal.

Di lomba tersebut, Sumiasih menyabet juara III. Ia pun ditemui oleh Anis Zaidah Sanusi dan diberi tahu bahwa motif batiknya bisa dijadikan seragam di Kabupaten Malang.

Pada saat itu, Sumiasih telah memegang hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atas merek Garudeya Kidal. Sehingga, ketika Pemkab Malang akan mengajukan HAKI untuk motif Garudeya, mereka mengalami kendala.

“Saya pikir motif dan merek itu tidak sama. Saya menerangkan kalau merek saya Garudeya Kidal (yang dipatenkan). Ternyata nggak bisa sama-sama pakai Garudeya,” ujar Sumiasih.

Sumiasih bahkan sempat ditelpon oleh pihak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI dan dijelaskan bahwa Pemkab Malang tidak bisa mematenkan motif Garudeya karena itu adalah hak milik Sumiarsih.

Hingga akhirnya, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kabupaten Malang datang ke rumah Sumiasih dan menanyakan kesediaannya untuk mengalihkan hak paten ke Pemkab Malang. “Saya bilang ya monggo, nggak papa,” kata perempuan kelahiran tahun 1963 ini.

Sumiasih merupakan perajin batik yang aktif selama tujuh tahun terakhir. Ia baru belajar membatik pada tahun 2017 setelah mengunjungi gebyar batik dan bertemu dengan temannya yang ternyata adalah pelatih batik.

Sejak saat itu, ia banyak mengikuti pelatihan batik, baik yang digelar oleh Disperindag Kabupaten Malang maupun Universitas Negeri Malang (UM). Ia bahkan sempat magang di Batik Manggur yang ada di Kota Probolinggo selama sepuluh hari.
“Ada pelatihan dari UM, dari dosen pengabdian bagian sejarah. Kami mengeksplor relief-relief candi. Kemudian, memunculkan relief candi diantaranya adalah Garudeya. Sebetulnya (saat itu) saya nggak tahu sejarahnya Candi Kidal,” tutur Sumiasih.

Setelah banyak berlatih, hasil cantingan pun Sumiasih semakin halus. Ia semakin percaya diri dan mengikuti lomba-lomba, serta mulai menjual batik kreasinya.

Sejak tahun 2018, Sumiasih mulai sering banjir pesanan meskipun pemasarannya hanya dari mulut ke mulut. Cantingan yang halus dan motif yang kreatif menjadi daya tarik dari batik produksi Sumiasih.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: Batik GarudeyaPaten BatikPemkab Malang

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Gol Semata Wayang Setiawan Dwi Bawa SMK 1 Kepanjen Melaju ke Partai Final

Gol Semata Wayang Setiawan Dwi Bawa SMK 1 Kepanjen Melaju ke Partai Final

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.