Rabu, September 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Penjelasan Ahli Terkait Isu Koin Menempel di Bekas Suntikan Vaksin Corona

Redaksi by Redaksi
Mei 29, 2021 2:12 pm
in Tugu Sehat
Seorang notaris di Kota Malang, Paulus Oliver Yoesoef, mencoba menempelkan uang koin di bekas suntikan vaksin Corona pada lengannya, dan berhasil. Foto: tangkapan layar

Seorang notaris di Kota Malang, Paulus Oliver Yoesoef, mencoba menempelkan uang koin di bekas suntikan vaksin Corona pada lengannya, dan berhasil. Foto: tangkapan layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Notaris di Kota Malang, Paulus Oliver Yoesoef, berhasil membuktikan isu beredar bahwa anda dapat menempelkan uang koin pada bekas suntikan vaksin Corona di lengan anda. Adegan itu dia rekam lewat video berdurasi 47 detik, pada Kamis (27/5/2021) kemarin.

Mulanya, dia hanya iseng-iseng saja melakukan itu usai banyak mendengar kabar tersebut, baik dari teman dan di media sosial. ”Awalnya gak percaya, tapi setelah saya coba ternyata emang nempel,” katanya, pada Jumat (28/5/2021).

READ ALSO

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Diketahui, Paulus telah mendapat vaksin jenis Sinovac pada sekira 2-3 bulan lalu. Namun, suntikan itu membekas di lengannya, berupa benjolan. Itulah kenapa dia tahu letak bekas suntikan di lengannya.

”Kalau temen-temen yang pengen coba itu gak ada benjolan, jadi dia lupa letak bekas suntikannya. Jadi memang gak bisa nempel. Beberapa teman juga saya konfirm ada yang kayak saya (benjol) dan koin itu menempel,” jelasnya.

Tak hanya disitu, dia membuktikan hal itu dengan menempelkan uang koin di luar bekas suntikan. Hasilnya, uang koin terjatuh. Namun begitu ditempel di bekas suntikan, uang itu menempel. Bahkan ketika dia menggoyang lengannya perlahan, koin itu tetal menempel. ”Kalau saya goyang keras ya jatuh,” imbuhnya.

Menurut informasi yang dia dapat, sejumlah spekulasi mengatakan bahwa vaksin yang beredar mengandung reaksi magnetik. Ada banyak dugaan konspirasi di balik itu, mulai micro chip dan lain sebagainya.

”Tapi soal itu saya bukan ahlinya. Saya tidak tahu. Saya hanya iseng saja coba nempelkan uang koin di bekas suntikan saya,” pungkasnya.

Terkait hal ini, Ketua Tim Riset Corona & Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation (PNF) di Surabaya, Prof C A Nidom, mengatakan bahwa fenomena ini masih belum bisa dicap hoaks tidaknya. Yang jelas, uang koin juga bisa menempel pada kulit jika ada kandungan air atau keringat.

Meski begitu, Prof Nidhom juga mengetahui ada rekannya yang telah mencoba dan uang koin itu tertempel. Nah, dari situ, kemungkinan lain uang koin itu bisa menempel akibat dari reaksi magnetis dari cairan vaksin itu sendiri.

Dari hasil risetnya, vaksin yang beredar saat ini memiliki adjuvant atau unsur aluminium hidroksida. Adjuvant adalah unsur peningkat antibodi usai vaksin disuntikkan. ”Tetapi bahwa vaksin mengandung unsur logam itu mungkin iya. Karena memang mengandung unsur aluminium hidroksida, itu bisa bereaksi magnetis,” katanya, pada Minggu (29/5/2021).

Penggunaan unsur aluminium pada vaksin, lanjut dia, dalam kondisi darurat ini masih diijinkan oleh WHO. Meski begitu, pemerintah harus waspada dan mengontrol hal ini. Karena jika kelebihan dosis, dikhawarirkan terjadi hal tak diinginkan. ”Dikhawatirkan terjadi neurotoksik atau keracunan saraf jika kelebihan dosis,” jelasnya.

Terlepas dari benar tidaknya fenomena ini, dia berharap pemerintah proaktif untuk menguji hal ini agar tidak terjadi kebingungan dan meresahkan masyarakat. Apalagi sudah banyak berkembang isu penanaman nanotracer di dalam unsur vaksin.

”Nanotracer dalam hal ini masih dibolehkan karena untuk tujuan pelacakan virus. Tapi itukan belum ada kesepakatan dan sosialisasinya. Jika tidak segera diluruskan, ya bakal terjadi kontroversi terus,” ungkapnya.

Sementara, Jubir Satgas COVID-19 Kota Malang, menurut dr Husnul Muarif, juga belum bisa bicara banyak. Baik secara keilmuan fisika maupun dari Satgas COVID-19 pusat. ”Belum ada komentar resmi, juga menunggu tindak lanjut dari pusat ya. Saya belum bisa komentar banyak soal ini,” tandasnya.

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tugu Sehat

Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jumat, 31 Jul 2026
Next Post
Menikmati Sensasi Piknik Bersama Keluarga di Wisata Selo Tumpeng

Menikmati Sensasi Piknik Bersama Keluarga di Wisata Selo Tumpeng

BERITA POPULER

  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.