Sunday, July 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Kampung Mandiri di Sanan Kota Malang, Produsen Tempe dan Keripik yang Mampu Menghasilkan Bio Gas

Redaksi by Redaksi
August 22, 2023 7:32 am
in Asli Malang
kampung sanan kota malang sebagai kampung mandiri

Proses penggorengan keripik tempe di Kampung Sanan Kota Malang. foto: sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, tugumalang.id – Tak ada limbah yang tersisa di tempat produksi tempe dan keripik tempe yang ada di Kampung Sanan, Kota Malang. Pasalnya, semua limbah produksi tempe di kampung mandiri ini juga dimanfaatkan untuk pakan ternak hingga menghasilkan bio gas.

Pada umumnya, kawasan produsen tempe kerap menimbulkan bau tak sedap akibat limbah cairan sisa proses perebusan kedelai. Namun hal itu tidak ditemui di Kampung Sanan. Jika melintas di kampung ini, tak ada bau limbah tempe yang tercium.

READ ALSO

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Produk Asal Malang Tembus Pasar Global, dari Taiwan hingga Prancis

Pengurus Paguyuban Kampung Tempe Sanan, M Arif Sofyan Hadi menjelaskan bahwa ada sekitar 235 perajin tempe dan keripik tempe yang terdaftar di Paguyuban Kampung Sanan. Namun dia memperkirakan ada lebih dari 500 perajin di kawasan tersebut.

Perajin memotong tempe sebelum digoreng menjadi keripik tempe di Kampung Sanan

Menurutnya, Kampung Sanan mengolah sekitar 20-40 ton kedelai dalam sehari. Dalam proses produksi, terdapat limbah cairan sisa proses perebusan dan limbah kulit ari kedelai. Limbah itu dimanfaatkan perajin untuk pakan dan minuman ternak sapi.

“Jadi untuk mengatasi limbah itu, kami ada ternak sapi. Semua limbah air maupun kulit ari kedelai tempe itu dipakai untuk penggemukan sapi. Ini rahasianya kami agar kampung tidak bau. Karena 1 rumah produksi tempe saja biasanya bau limbah,” kata Arif, Senin (21/8/2023).

Arif menyebutkan bahwa 50 persen dari jumlah perajin juga memiliki ternak sapi. Bagi yang tak memiliki sapi, biasanya limbah produksi tempe dijual ke perajin yang memiliki ternak sapi. Namun banyak juga yang memanfaatkan limbah kulit ari kedelai untuk dijadikan tepung sebagai bahan pembuatan kue.

Pengurus Paguyuban Kampung Tempe Sanan, M Arif Sofyan Hadi menunjukan keripik tempe hasil produksinya

Tak hanya mandiri dalam mengolah limbah produksi tempe, warga Kampung Sanan juga mampu mengolah limbah kotoran ternak menjadi pupuk hingga bio gas. Setidaknya, dalam satu kandang ternak sapi, mampu menyuplai bio gas ke 7 rumah warga.

BACA JUGA: Festival Tempe Kampung Sanan, Agenda Tahunan Dinas Pariwisata Kota Malang

“Butuh sekitar 4-7 hari agar kotoran sapi setelah ditampung di tandon penampungan menjadi bio gas. Prosesnya secara alami. Bio gas ini sudah dipakai warga sampai saat ini,” kata dia.

Hanya saja, setelah Kampung Sanan dilanda banjir beberapa bulan lalu, beberapa pipa dan penampungan produksi bio gas rusak dan tak dapat dimanfaatkan. Kata Arif, biaya peralatan yang mahal menjadi kendala warga. Namun beberapa yang masih aktif, masih tetap bisa difungsikan sebagai bahan bakar bio gas.

Di sisi lain, Arif menjelaskan bahwa keberadaan perajin tempe di Kampung Sanan sudah ada sejak era kolonial Belanda. Ilmu perajin tempe ini terus dilanjutkan para generasinya hingga saat ini. Bahkan tempe di sini mampu diolah menjadi keripik tempe.

Ketua RT05/RW15 Kampung Sanan menunjukkan kandang sapi yang dibawahnya terdapat penampungan kotoran sapi yang kemudian dijadikan bio gas

Di tahun 1980an, Kampung Sanan didapuk menjadi sentra produksi tempe di Kota Malang. Kemudian di tahun 1995an, Kampung Sanan juga didapuk menjadi sentra perajin keripik tempe yang hingga saat ini menjadi pusat oleh oleh di Kota Malang.

Keripik tempe di Kampung Sanan telah merambah pasar lokal, luar kota bahkan luar negeri. “Kalau keripik punya saya terjauh sampai pasar Hongkong,” kata Arif.

Di momentum Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, Arif berharap Indonesia mampu mandiri dalam menghadirkan kedelai lokal. Sebab menurutnya, kedelai sebagai bahan baku perajin tempe Kampung Sanan hingga saat ini masih bergantung pada kedelai impor.

“Harapan kami mudah mudahan UMKM di sini semakin maju dan tak kesulitan mencari bahan baku kedelai. Kami kan tergantung ketersediaan dan harga kedelai. Karena kedelai kan impor semua. Padahal dulu masih ada kedelai lokal,” tuturnya.

Pemanfaatan bio gas di Kampung Sanan untuk bahan bakar kompor warga

Dia juga berharap pemerintah memudahkan para pelaku UMKM dalam mendapatkan bahan bakar LPG. Sebab menurutnya, beberapa waktu lalu Kampung Sanan sempat terguncang ketika kelangkaan LPG menerpa Kota Malang.

“Kami sehari biasanya membutuhkan 2-3 LPG, dulu sempat langka, kami kesulitan, karena hanya diberi 1 tabung. Kalau sekarang sudah aman, mudahan kedepan juga terus aman,” tandasnya.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: Headlinekampung mandiriKampung Sanankeripik tempesentra produksi tempe di malangTempe MalangTempe Sanan

Related Posts

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Thursday, 2 Jul 2026
Produk asal Malang
Asli Malang

Produk Asal Malang Tembus Pasar Global, dari Taiwan hingga Prancis

Tuesday, 9 Jun 2026
Candi kidal
Asli Malang

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Monday, 1 Jun 2026
Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Tuesday, 5 May 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Monday, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Friday, 7 Nov 2025
Next Post
warung sate legendaris di malang

5 Warung Sate Legendaris di Malang, Pernah Coba?

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.