Sabtu, Oktober 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

‘Silaturahmi Super’ Ala Aqua Dwipayana

Redaksi by Redaksi
Januari 16, 2021 2:47 pm
in Ruang Cendekia
‘Silaturahmi Super’ Ala Aqua Dwipayana - ‘Silaturahmi Super’ Ala Aqua Dwipayana

Dr Aqua Dwipayan memberikan kenangan 4 buah buku. (foto: dok pribadi).

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Sujatmiko*

KAMIS MALAM (14/01/2021) lalu,  saya berniat pergi tidur sekitar pukul 23.30. Namun, saat hendak mematikan laptop, handphone saya berdering. Ternyata, muncul nama seorang teman lama di layar handphone, Aqua Dwipayana.

READ ALSO

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama

Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

‘’Assalamualaikum, ya mas jadi mampir ke rumah, nich,’’ kata saya. Lalu Aqua langsung menyahut. ‘’Lho rumah sampeyan sebelah mana. Saya sudah masuk di daerah rumah sampeyan  ini,’’ sahutnya dari seberang sana.

Lalu saya bergegas ke luar rumah, dan menengok jalan masuk ke kampung tempat saya tinggal. Dari jauh terlihat sorot lampu mobil. Lalu saya melambai lambaikan tangan. Mobil itupun perlahan menuju ke tempat saya.

Sebenarnya siangnya, kami memang sudah janjian bertemu. Karena Aqua Dwipayana, sedang silaturahmi ke Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto di Surabaya. Lalu sekalian mampir ke rumah saya di Mojokerto.  ‘’Sekalian ke Madiun, Solo, dan Wonosobo, saya tak mampir dan silaturahmi ke Mas Jatmiko,’’ begitu yang disampaikan tadi siang.  Kemudian saya share lokasi rumah lewat WhatsApp.

Pertemuan itu bukan karena tanpa sengaja. Dua minggu sebelumnya saya sempat menulis WA ke Aqua Dwipayana, intinya kapan bisa ngobrol-ngobrol. Karena memang tidak pernah ngobrol lama. Kalau bertemu selalu ramai-ramai dengan para alumni Jawa Pos (CowasJP) lainnya.

Kenapa kok tiba-tiba saya ingin bertemu Aqua Dwipayana. Saya sendiri sulit menjawabnya. Mungkin karena seringnya melihat sepak terjangnya membangun silaturahmi pada semua lapisan masyarakat tanpa pandang bulu.

Atau memang saya sedang ingin bertemu, karena hampir setiap hari saya menerima postingan langsung lewat WhatsApp dari Aqua Dwipayana. Mana yang benar, saya sendiri juga tidak tahu. Makanya, saya sempat minta bertemu bila di Surabaya. Ada banyak yang pingin saya obrolkan. Mungkin lebih ke curhat komunikasi. Karena saya tahu Aqua Dwipayana adalah Doktor Komunikasi.

‘’Kalau usia semakin bertambah itu, harus semakin banyak silaturahmi. Bahkan di masa pandemi, silaturahmi tetap dijaga, dan konsisten mematuhi protokol kesehatan,’’ katanya membuka pembicaraan, setelah duduk lesehan di ruang tengah.

Tetap harus jaga silaturahmi meski pandemi, begitu sekali lagi Aqua menegaskan.  ‘’Justru karena pandemi ini banyak peran seorang motivator dibutuhkan. Karena efek pandemi ini banyak terjadi perubahan perilaku di masyarakat. Nah, peran motivator sangat penting,’’ kata Aqua.

Aqua juga mengakui, justru saat pandemi ini kesibukannya makin bertambah. Undangan untuk memberikan motivasi tidak surut bahkan meningkat drastis. ‘’Tapi karena saya lakukan dengan ikhlas dan sebagai bagian dari silaturahmi, maka acara demi acara bisa berjalan dengan baik,’’ katanya.


Lho, Kok Masih di Zona Nyaman
Saya mengenal Aqua Dwipayana sekitar tahun 2004. Saat itu saya bertugas di Korlip Jawa Pos untuk Surabaya. Teman-teman senior di Jawa Pos sudah mengenalnya lebih dulu. Oleh karena Aqua pernah di Jawa Pos perwakilan Malang, sekitar tahun 1990. Sedangkan saya baru masuk sebagai wartawan Jawa Pos, akhir 1990.

Awal saya bertemu,  kalau tidak salah Aqua Dwipayana membawa buku karyanya yang terkait dengan bisnis dan komunikasi. Saya lupa judulnya. Tapi isinya bagaimana membuka usaha franchaise kuliner. Hanya itu yang saya ingat.

Kemudian lama tidak pernah bertemu. Namun saya mengikuti sepak terjangnya sebagai motivator dan konsultan komunikasi tingkat nasional, melalui internet. Saya baru bertemu lagi ketika sudah pensiun dari Jawa Pos (saya pensiun tahun 2013).

Kalau tidak salah bertemu lagi pada tahun 2015. Saat itu saya sedang membantu onlinenya koran Radar Malang, radarmalang.co.id.

Ketika bertemu saya juga tidak banyak ngobrol. Hanya saja, yang masih saya ingat, Aqua mengatakan. ‘’Lho, kok masih berada di zona nyaman,’’ katanya singkat.

Saya tahu maksudnya. Karena saya masih bekerja di lingkungan kerja Jawa Pos. Atau masih ikut orang. Lalu saya jawab singkat. ‘’Lha belum ada peluang lain mas,’’ sahut saya pendek, Aqua hanya membalasnya dengan senyuman.

Hanya itu percakapan saya dengan Aqua Dwipayana. Saya tidak bisa ngobrol banyak, karena saat berada di Malang, setahu saya Aqua Dwipayana juga menghadiri beberapa undangan sebagai pembicara di Kota Malang. Jadi kebetulan silaturahmi ke koran Radar Malang di Jalan Kawi 11-B, bertemu Direktur Radar Malang, Kurniawan Muhammad.

Baru tahun 2018, saya bertemu kembali. Itupun tidak sempat ngobrol banyak. Karena pertemuan itu merupakan reuni akbar Cowas JP (Konco Lawas Jawa Pos, beranggotakan pensiunan, atau alumni Jawa Pos dan anak perusahaannya) di Sleman, DIY. Pesertanya sekitar 150 orang.

Aqua Dwipayana mendanai reuni akbar tersebut.  Mulai dari menginap semalam di desa wisata Pentingsari di Sleman. Hingga akomodasi makan siang di Jejamuran Resto. Termasuk dua hadiah umroh buat peserta yang beruntung melalui doorprize.

Sebelumnya sempat touring ke Museum Mbah Marijan, di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Acaranya dikemas dalam Lava Tour. Akomodasinya juga dari Aqua Dwipayana. Saya hanya sempat menyapa terima kasih atas semua akomodasinya selama reuni akbar ini.

Pada akhirnya, dua minggu lalu, saya sempatkan menyapa Aqua melalui WhatsApp. ‘’Mas Aqua kapan saya bisa ngobrol ya. Kalau ada waktu di Surabaya, atau bertemu CowasJP, saya ingin ngobrol lama,’’ kata saya lewat WA.

Sehari hingga tiga hari tidak dijawab WA saya. Hanya dibaca. Saya berpikiran positif saja. Mungkin Aqua sedang sibuk. Karena seperti yang saya lihat japri ke WA saya, terlihat postingan Aqua sedang menjadi pembicara atau motivator di Korem 073/Makutarama Salatiga, Jateng. Lalu esoknya sebagai pembicara di Kodim-Kodim.

Tiba-tiba pada Selasa, 5 Januari 2021 ada telepon dari Aqua Dwipayana. ‘’Hallo Mas Jatmiko. Saya rencana akan silaturahmi ke Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, di Surabaya. Ayo kita ketemuan nanti,’’ katanya dari seberang. Sayapun hanya menjawab, ‘’Siap, Mas.’’


Bangun Silaturahmi dengan Tulus dan Ikhlas
Tunggu punya tunggu, ternyata baru Kamis (14/01/2021) siang, Aqua mengabarkan sedang di Surabaya. Setelah bertemu Pangdam Brawijaya, baru mampir ke rumah di kawasan Puri, Mojokerto. Saya hanya bilang rumah saya terbuka 24 jam. Artinya jam berapapun silahkan mampir.

Akhirnya begitulah, antara perasaan kaget, ndak nyangka, kok masih sempatnya sosok Aqua Dwipayana, yang Doktor Ilmu komunikasi, Motivator nasional, banyak ketemu para jenderal, juga beri pencerahan bos besar perusahaan ternama, mau bertemu saya malam-malam jauh di pedesaan.

Apalagi kalau dibilang, saya bukan siapa-siapa buat sosok Aqua Dwipayana, dan tidak pernah memberikan kontribusi apapun pada pakar Komunikasi itu. Ini luar biasa. Ini Silaturahmi tingkat Super.

‘’Mas Jatmiko, silaturahmi itu jangan melihat siapa yang didatangi. Membangun silaturahmi itu harus dengan niat tulus dan ikhlas. Jangan beranggapan yang bukan-bukan. Datangi saja. Jangan kemudian beranggapan kalau datang silaturahmi, kita berharap sesuatu. Atau nanti kalau datang ke tempat orang itu, kita dinilai yang bukan-bukan. Tidak seperti itu, hanya Allah yang menilai hati kita. Abaikan saja orang lain menilai yang bukan-bukan,’’ katanya, seolah sebagai nasihat buat saya.

Lalu Aqua Dwipayana, yang juga Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat itu juga mengatakan, Silaturahim tidak harus ke saudara atau teman yang rumahnya jauh. Tapi juga bisa ke tetangga yang tidak membutuhkan biaya untuk melakukannya. Selain itu jaga komunikasi tetap baik. Jangan menyinggung perasaan orang yang kita ajak komunikasi, tetap santun.

‘’Terpenting dijaga terus secara konsisten adalah niat melakukan silaturami sepenuh ibadah, karena Tuhan. Bukan karena motif dan motivasi yang lain,’’ ujarnya.

Lalu kami terlibat obrolan masa silam di Jawa Pos. Bagaimana Aqua Dwipayana mengundurkan  dari Jawa Pos per 1 Januari 1991. Untuk undur diri itu Aqua  langsung menghadap ke Dahlan Iskan di Karah Agung Surabaya (kantor jawa Pos lama sebelum di Graha Pena).

Bahkan ketika selesai menghadap Dahlan Iskan, salah seorang redaktur ada yang mengatakan. ‘’Kamu kok berani menghadap Pak Dahlan dan mengajukan pengunduran diri, gimana nanti kamu mencari uang,’’ katanya. Aquapun hanya mengatakan singkat pada redaktur tersebut, rejeki itu dari Tuhan.

Obrolan dengan Aqua Dwipayana memang singkat. Kurang lebih 1 jam. Tapi banyak hal yang saya ambil dari tokoh Silaturahmi tingkat nasional sekelas Aqua Dwipayana.

Khususnya terkait pentingnya silaturahmi, pasca pensiun atau pada usia senja. Namun, Aqua Dwipayana juga menggarisnawahi, dalam silaturahmi, tidak pandang bulu. Apakah pejabat atau bukan pejabat. Silaturahmi tetap dijaga.

‘’Jangan pilih-pilih kalau silaturahmi. Miskin atau kaya, pejabat atau bukan, tetap jaga silaturahmi dan hubungan,’’ katanya.

Ternyata sebelum mampir ke tempat saya, Aqua Dwipayana menyempatkan silaturahmi ke mantan Wartawan Tempo Jatim, Zed Abidin. (foto: Zed Abidin Facebook).

Belakang saya baru tahu, sebelum mampir ke rumah, ternyata Aqua Dwipayana, Kamis malam itu sempat mampir ke rumah Zed Abidin, mantan Wartawan Tempo Surabaya. Kebetulan rumahnya memang satu jalur dengan rumah saya. Zed Abidin di jalan raya Mojokerto-Mojosari, sedangkan saya ke arah Pacet, Mojokerto.

‘’Saya sempat liputan bareng dengan Mas Zed Abidin, waktu pembentukan ICMI di Malang pada Desember 1990,’’ kata Aqua Dwipayana, yang beberapa hari sebelumnya sempat meminta kontak Zed Abidin ke saya.

Sebelum meninggalkan rumah, Aqua sempat memberi empat buah buku ke saya. “Produktif Sampai Mati; The Power of Silaturahmi; Humanisme Silaturahim Menembus Batas; serta Berkarya & Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial”.

Karena tidak bisa komentar, atau karena masih terbawa kaget campur heran, saya hanya bisa bilang ‘’Alhamdulillah’’. Semoga Silaturahmi ini tetap berjalan. Semoga saya juga bisa menduplikasi gaya  silaturahmi Super (ini Bahasa saya) ala Aqua Dwipayana.

*Mantan Wartawan Jawa Pos (1990-2013)
Sekarang aktif sebagai penulis lepas di sejumlah media
Content Creator Sosial media,
dan redaktur senior di tugumalang.id

Tags: Aqua DwipayanaSilaturahmiTrilogi The Power Of SilaturahmiZed Abidin

Related Posts

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama
Ruang Cendekia

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama

Sabtu, 24 Okt 2026
Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Ruang Cendekia

Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Sabtu, 24 Okt 2026
Insinyur Ulul Albab: Meneguhkan Peran Rekayasa dalam 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Ruang Cendekia

Insinyur Ulul Albab: Meneguhkan Peran Rekayasa dalam 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Jumat, 23 Okt 2026
Bahasa Arab dan Ekosistem Keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Menjaga Warisan, Merawat Keunggulan
Ruang Cendekia

Bahasa Arab dan Ekosistem Keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Menjaga Warisan, Merawat Keunggulan

Jumat, 23 Okt 2026
Dosen Pascasarjana Universitas Raden Rahmat Malang, Dr. Aries Musnandar, M.Pd. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Merawat Akar Pesantren, Menguatkan Masa Depan Bangsa

Kamis, 22 Okt 2026
Dari Kamar Santri Menuju Pengabdian kepada Negeri
Ruang Cendekia

Dari Kamar Santri Menuju Pengabdian kepada Negeri

Kamis, 22 Okt 2026
Next Post
arema fc

Kapolri Diganti, Arema FC Berharap Liga 1 2021 Kembali Bergulir

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.