Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Olahraga

Timnas Raih Emas SEA Games, Begini Tanggapan Pengamat Sepakbola dari Vokasi UMM 

Redaksi by Redaksi
Mei 18, 2023 8:49 pm
in Olahraga
Yunan Syaifullah, pengamat sepakbola Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang juga penulis buku Filosofi Bola.

Yunan Syaifullah, pengamat sepakbola Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang juga penulis buku Filosofi Bola. Foto/dok. for TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Keberhasilan Indonesia mengalahkan Thailand di final sepakbola SEA Games 2023 Kamboja disambut euforia meriah masyarakat. Apalagi raihan tersebut menjadi pelepas dahaga untuk sepakbola Indonesia yang terakhir kali mendapatkan emas pada 32 tahun lalu. Banyak yang menilai bahwa kesuksesan itu tak lepas dari mentalitas dan kolektivitas para pemain.

Hal serupa juga disampaikan pengamat sepakbola Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah. Menurutnya, mentalitas garuda muda patut diacungi jempol. Meski kemenangan yang di depan mata buyar berkat gol menit akhir Thailand di waktu normal, tapi mereka masih terus berjuang hingga memastikan kemenangan di babak tambahan waktu dengan skor 5-2.

READ ALSO

Comeback Dramatis, Argentina Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Hasanuddin Wahid Gelar Cak Udin Open 2026 Meriahkan Harlah Ke-28 PKB

Baca Juga: Penantian 32 Tahun, Timnas Indonesia Raih Emas Sea Games 2023

Menurut pria yang juga dosen di Vokasi UMM ini, final tersebut bukan hanya pertandingan tentang sepakbola, tapi juga soal harga diri. Siapa yang bisa konsisten dan konsekuen akan memetik hasil terbaiknya. Penentuan kemenangan juga seringkali terjadi di menit krusial. Yakni berkat gol-gol di 15 menit awal maupun akhir. Terbukti dengan banyaknya gol yang tercipta di menit-menit tersebut.

Terkait para pemain yang sempat dipanggil ke timnas senior, Yunan mengatakan bahwa itu merupakan sebuah kelebihan. Namun faktor utama yang menentukan kemenangan adalah kolektivitas para pemain. Timnas juga tidak bergantung pada satu atau dua pemain saja, seperti Marselino atau Witan.

“Coba liat permainan Haykal, Taufany, dan Ananda Raehan. Mereka memang bukan berasal dari tim besar atau starter di klubnya. Namun ketenangan dan kerja sama yang apik bisa mereka lakukan di lapangan. Kombinasi mereka dengan Marselino, Sananta, atau bahkan Witan patut diacungi jempol,” kata penulis buku Filosofi Bola itu.

Baca Juga: Arema FC Resmi Kenalkan 6 Amunisi Baru untuk Liga 1 Musim Depan

Yunan, sapaannya, juga menilai bahwa pertumbuhan sepakbola Indonesia di tiga tahun terakhir dinilai terlalu cepat. Bahkan di luar ekspektasi negara-negara lain. Terutama dalam hal teknologi, cara bermain, makanan, dan lainnya.

“Beberapa tahun terakhir, Vietnam dan Thailand-lah yang seringkali dianggap sebagai yang terkuat di Asia Tenggara. Namun sayangnya pertumbuhannya melambat bahkan bisa saya bilang stagnan. Malah Timor Leste dan Kamboja yang terlihat pesat,” tambahnya.

Meski demikian, Yunan menilai bahwa pertumbuhan ini bukan mutlak karena sosok tertentu seperti Shin Tae Yong (STY) maupun Indra Syafri. Namun dengan hadirnya STY, pengelolaan sepakbola sedikit demi sedikit berubah.

Jika dulu pola pikir sepakbola Indonesia adalah hasil, namun kini bergeser ke pemahaman bahwa sepakbola adalah proses. Proses panjang yang dimulai dari dasar seperti gizi, makanan, pemanasan, cara bermain, teknik dan lainnya.

Pengamat sepakbola yang juga dosen UMM itu sempat membahas mengenai potensi pemain yang hilang saat kembali ke klub. Bagaimana pemain yang bermain bagus di timnas diharapkan bisa moncer di klub masing-masing. Namun karena kurangnya jam terbang, mereka akhirnya tenggelam oleh pemain senior lain.

Apalagi klub-klub di Liga 1 Indonesia pragmatis dan fokusnya hanya juara. Menurut Yunan, banyak posisi strategis klub yang diisi oleh pemain-pemain asing sehingga menekan potensi pemain lokal untuk bersinar.

Padahal seharusnya, klub memberikan porsi kepada pemain muda agar bisa berkembang dan mampu melahirkan pemain berkualitas untuk timnas.

“Coba kita lihat, ada banyak posisi striker yang diisi pemain asing. Pemain tengah dan winger bagus juga jarang kita liat di Liga 1. Mungkin, posisi yang masih aman untuk pemain lokal saat ini hanyalah kiper. Terbukti dengan melimpahnya stok kiper kita di berbagai kategori umur dan tim senior,” katanya mengakhiri. (*)

Editor: Herlianto. A

Tags: Pengamat BolaTimnasTimnas Juara SEA Gamesumm

Related Posts

Comeback Dramatis, Argentina Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Olahraga

Comeback Dramatis, Argentina Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Jul 2026
Hasanuddin Wahid Gelar Cak Udin Open 2026 Meriahkan Harlah Ke-28 PKB
Olahraga

Hasanuddin Wahid Gelar Cak Udin Open 2026 Meriahkan Harlah Ke-28 PKB

Rabu, 15 Jul 2026
Prediksi susunan pemain Inggris vs Argentina di semifinal Piala Dunia 2026. /Foto: Instagram @england
Olahraga

Prediksi Susunan Pemain Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026: La Albiceleste Lebih Diunggulkan

Rabu, 15 Jul 2026
Singkirkan Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026, Spanyol Siap Ulangi Memori Manis 16 Tahun Lalu
Olahraga

Singkirkan Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026, Spanyol Siap Ulangi Memori Manis 16 Tahun Lalu

Rabu, 15 Jul 2026
Jadwal Lengkap Semifinal Piala Dunia 2026: Semakin Seru Menuju Perebutan Gelar Juara
Olahraga

Jadwal Lengkap Semifinal Piala Dunia 2026: Semakin Seru Menuju Perebutan Gelar Juara

Senin, 13 Jul 2026
Hasil Spanyol vs Belgia: Gol Merino Antar La Furia Roja ke Semifinal
Olahraga

Hasil Spanyol vs Belgia: Gol Merino Antar La Furia Roja ke Semifinal

Sabtu, 11 Jul 2026
Next Post
Penampakan saklar lampu berbasis IoT buatan mahasiswa Prodi D4 Elektro di Direktorat Pendidikan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Saklar Buatan Mahasiswa Vokasi UMM Bisa Kontrol Lampu Jarak Jauh

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.