Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Olahraga

Timnas Raih Emas SEA Games, Begini Tanggapan Pengamat Sepakbola dari Vokasi UMM 

Redaksi by Redaksi
Mei 18, 2023 8:49 pm
in Olahraga
Yunan Syaifullah, pengamat sepakbola Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang juga penulis buku Filosofi Bola.

Yunan Syaifullah, pengamat sepakbola Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang juga penulis buku Filosofi Bola. Foto/dok. for TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Keberhasilan Indonesia mengalahkan Thailand di final sepakbola SEA Games 2023 Kamboja disambut euforia meriah masyarakat. Apalagi raihan tersebut menjadi pelepas dahaga untuk sepakbola Indonesia yang terakhir kali mendapatkan emas pada 32 tahun lalu. Banyak yang menilai bahwa kesuksesan itu tak lepas dari mentalitas dan kolektivitas para pemain.

Hal serupa juga disampaikan pengamat sepakbola Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah. Menurutnya, mentalitas garuda muda patut diacungi jempol. Meski kemenangan yang di depan mata buyar berkat gol menit akhir Thailand di waktu normal, tapi mereka masih terus berjuang hingga memastikan kemenangan di babak tambahan waktu dengan skor 5-2.

READ ALSO

Tim Futsal Putri Mbatu Sae FC Jadi Kampiun LINUS Jatim 2026

Ratusan Atlet Kota Malang Terancam Tak Bisa Tampil di POPDA Jatim 2026

Baca Juga: Penantian 32 Tahun, Timnas Indonesia Raih Emas Sea Games 2023

Menurut pria yang juga dosen di Vokasi UMM ini, final tersebut bukan hanya pertandingan tentang sepakbola, tapi juga soal harga diri. Siapa yang bisa konsisten dan konsekuen akan memetik hasil terbaiknya. Penentuan kemenangan juga seringkali terjadi di menit krusial. Yakni berkat gol-gol di 15 menit awal maupun akhir. Terbukti dengan banyaknya gol yang tercipta di menit-menit tersebut.

Terkait para pemain yang sempat dipanggil ke timnas senior, Yunan mengatakan bahwa itu merupakan sebuah kelebihan. Namun faktor utama yang menentukan kemenangan adalah kolektivitas para pemain. Timnas juga tidak bergantung pada satu atau dua pemain saja, seperti Marselino atau Witan.

“Coba liat permainan Haykal, Taufany, dan Ananda Raehan. Mereka memang bukan berasal dari tim besar atau starter di klubnya. Namun ketenangan dan kerja sama yang apik bisa mereka lakukan di lapangan. Kombinasi mereka dengan Marselino, Sananta, atau bahkan Witan patut diacungi jempol,” kata penulis buku Filosofi Bola itu.

Baca Juga: Arema FC Resmi Kenalkan 6 Amunisi Baru untuk Liga 1 Musim Depan

Yunan, sapaannya, juga menilai bahwa pertumbuhan sepakbola Indonesia di tiga tahun terakhir dinilai terlalu cepat. Bahkan di luar ekspektasi negara-negara lain. Terutama dalam hal teknologi, cara bermain, makanan, dan lainnya.

“Beberapa tahun terakhir, Vietnam dan Thailand-lah yang seringkali dianggap sebagai yang terkuat di Asia Tenggara. Namun sayangnya pertumbuhannya melambat bahkan bisa saya bilang stagnan. Malah Timor Leste dan Kamboja yang terlihat pesat,” tambahnya.

Meski demikian, Yunan menilai bahwa pertumbuhan ini bukan mutlak karena sosok tertentu seperti Shin Tae Yong (STY) maupun Indra Syafri. Namun dengan hadirnya STY, pengelolaan sepakbola sedikit demi sedikit berubah.

Jika dulu pola pikir sepakbola Indonesia adalah hasil, namun kini bergeser ke pemahaman bahwa sepakbola adalah proses. Proses panjang yang dimulai dari dasar seperti gizi, makanan, pemanasan, cara bermain, teknik dan lainnya.

Pengamat sepakbola yang juga dosen UMM itu sempat membahas mengenai potensi pemain yang hilang saat kembali ke klub. Bagaimana pemain yang bermain bagus di timnas diharapkan bisa moncer di klub masing-masing. Namun karena kurangnya jam terbang, mereka akhirnya tenggelam oleh pemain senior lain.

Apalagi klub-klub di Liga 1 Indonesia pragmatis dan fokusnya hanya juara. Menurut Yunan, banyak posisi strategis klub yang diisi oleh pemain-pemain asing sehingga menekan potensi pemain lokal untuk bersinar.

Padahal seharusnya, klub memberikan porsi kepada pemain muda agar bisa berkembang dan mampu melahirkan pemain berkualitas untuk timnas.

“Coba kita lihat, ada banyak posisi striker yang diisi pemain asing. Pemain tengah dan winger bagus juga jarang kita liat di Liga 1. Mungkin, posisi yang masih aman untuk pemain lokal saat ini hanyalah kiper. Terbukti dengan melimpahnya stok kiper kita di berbagai kategori umur dan tim senior,” katanya mengakhiri. (*)

Editor: Herlianto. A

Tags: Pengamat BolaTimnasTimnas Juara SEA Gamesumm

Related Posts

Wali Kota Batu Nurochman merayakan gelar juara yang diraih Tim futsal putri Mbatu Sae FC Kota Batu. Foto: Prokopim KWB
Olahraga

Tim Futsal Putri Mbatu Sae FC Jadi Kampiun LINUS Jatim 2026

Kamis, 8 Okt 2026
Ilustrasi atlet Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Olahraga

Ratusan Atlet Kota Malang Terancam Tak Bisa Tampil di POPDA Jatim 2026

Rabu, 7 Okt 2026
8 Tempat Nobar Timnas Indonesia vs Thailand di Malang, Ini Lokasinya
Olahraga

8 Tempat Nobar Timnas Indonesia vs Thailand di Malang, Ini Lokasinya

Senin, 5 Okt 2026
Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Olahraga

Prediksi Susunan Pemain Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 5 Okt 2026
Jadwal Arema FC Oktober 2026: Lima Pertandingan BRI Super League
Olahraga

Jadwal Arema FC Oktober 2026: Lima Pertandingan BRI Super League

Minggu, 4 Okt 2026
Indonesia Super Fight 4 di GOR Ken Arok Malang, 2.054 Atlet Taekwondo Unjuk Gigi
Olahraga

Indonesia Super Fight 4 di GOR Ken Arok Malang, 2.054 Atlet Taekwondo Unjuk Gigi

Sabtu, 3 Okt 2026
Next Post
Penampakan saklar lampu berbasis IoT buatan mahasiswa Prodi D4 Elektro di Direktorat Pendidikan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Saklar Buatan Mahasiswa Vokasi UMM Bisa Kontrol Lampu Jarak Jauh

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.