Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Olahraga

Timnas Raih Emas SEA Games, Begini Tanggapan Pengamat Sepakbola dari Vokasi UMM 

Redaksi by Redaksi
Mei 18, 2023 8:49 pm
in Olahraga
Yunan Syaifullah, pengamat sepakbola Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang juga penulis buku Filosofi Bola.

Yunan Syaifullah, pengamat sepakbola Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang juga penulis buku Filosofi Bola. Foto/dok. for TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Keberhasilan Indonesia mengalahkan Thailand di final sepakbola SEA Games 2023 Kamboja disambut euforia meriah masyarakat. Apalagi raihan tersebut menjadi pelepas dahaga untuk sepakbola Indonesia yang terakhir kali mendapatkan emas pada 32 tahun lalu. Banyak yang menilai bahwa kesuksesan itu tak lepas dari mentalitas dan kolektivitas para pemain.

Hal serupa juga disampaikan pengamat sepakbola Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah. Menurutnya, mentalitas garuda muda patut diacungi jempol. Meski kemenangan yang di depan mata buyar berkat gol menit akhir Thailand di waktu normal, tapi mereka masih terus berjuang hingga memastikan kemenangan di babak tambahan waktu dengan skor 5-2.

READ ALSO

CEO Arema FC Ungkap Peluang Kelola Stadion Kanjuruhan

Marcos Santos Puas dengan Progres Arema FC

Baca Juga: Penantian 32 Tahun, Timnas Indonesia Raih Emas Sea Games 2023

Menurut pria yang juga dosen di Vokasi UMM ini, final tersebut bukan hanya pertandingan tentang sepakbola, tapi juga soal harga diri. Siapa yang bisa konsisten dan konsekuen akan memetik hasil terbaiknya. Penentuan kemenangan juga seringkali terjadi di menit krusial. Yakni berkat gol-gol di 15 menit awal maupun akhir. Terbukti dengan banyaknya gol yang tercipta di menit-menit tersebut.

Terkait para pemain yang sempat dipanggil ke timnas senior, Yunan mengatakan bahwa itu merupakan sebuah kelebihan. Namun faktor utama yang menentukan kemenangan adalah kolektivitas para pemain. Timnas juga tidak bergantung pada satu atau dua pemain saja, seperti Marselino atau Witan.

“Coba liat permainan Haykal, Taufany, dan Ananda Raehan. Mereka memang bukan berasal dari tim besar atau starter di klubnya. Namun ketenangan dan kerja sama yang apik bisa mereka lakukan di lapangan. Kombinasi mereka dengan Marselino, Sananta, atau bahkan Witan patut diacungi jempol,” kata penulis buku Filosofi Bola itu.

Baca Juga: Arema FC Resmi Kenalkan 6 Amunisi Baru untuk Liga 1 Musim Depan

Yunan, sapaannya, juga menilai bahwa pertumbuhan sepakbola Indonesia di tiga tahun terakhir dinilai terlalu cepat. Bahkan di luar ekspektasi negara-negara lain. Terutama dalam hal teknologi, cara bermain, makanan, dan lainnya.

“Beberapa tahun terakhir, Vietnam dan Thailand-lah yang seringkali dianggap sebagai yang terkuat di Asia Tenggara. Namun sayangnya pertumbuhannya melambat bahkan bisa saya bilang stagnan. Malah Timor Leste dan Kamboja yang terlihat pesat,” tambahnya.

Meski demikian, Yunan menilai bahwa pertumbuhan ini bukan mutlak karena sosok tertentu seperti Shin Tae Yong (STY) maupun Indra Syafri. Namun dengan hadirnya STY, pengelolaan sepakbola sedikit demi sedikit berubah.

Jika dulu pola pikir sepakbola Indonesia adalah hasil, namun kini bergeser ke pemahaman bahwa sepakbola adalah proses. Proses panjang yang dimulai dari dasar seperti gizi, makanan, pemanasan, cara bermain, teknik dan lainnya.

Pengamat sepakbola yang juga dosen UMM itu sempat membahas mengenai potensi pemain yang hilang saat kembali ke klub. Bagaimana pemain yang bermain bagus di timnas diharapkan bisa moncer di klub masing-masing. Namun karena kurangnya jam terbang, mereka akhirnya tenggelam oleh pemain senior lain.

Apalagi klub-klub di Liga 1 Indonesia pragmatis dan fokusnya hanya juara. Menurut Yunan, banyak posisi strategis klub yang diisi oleh pemain-pemain asing sehingga menekan potensi pemain lokal untuk bersinar.

Padahal seharusnya, klub memberikan porsi kepada pemain muda agar bisa berkembang dan mampu melahirkan pemain berkualitas untuk timnas.

“Coba kita lihat, ada banyak posisi striker yang diisi pemain asing. Pemain tengah dan winger bagus juga jarang kita liat di Liga 1. Mungkin, posisi yang masih aman untuk pemain lokal saat ini hanyalah kiper. Terbukti dengan melimpahnya stok kiper kita di berbagai kategori umur dan tim senior,” katanya mengakhiri. (*)

Editor: Herlianto. A

Tags: Pengamat BolaTimnasTimnas Juara SEA Gamesumm

Related Posts

CEO Arema FC Ungkap Peluang Kelola Stadion Kanjuruhan
Olahraga

CEO Arema FC Ungkap Peluang Kelola Stadion Kanjuruhan

Minggu, 30 Agu 2026
Marcos Santos Puas dengan Progres Arema FC
Olahraga

Marcos Santos Puas dengan Progres Arema FC

Jumat, 28 Agu 2026
Prediksi Susunan Pemain Laga Uji Coba Arema FC vs Deltras FC: Matangkan Persiapan
Olahraga

Prediksi Susunan Pemain Laga Uji Coba Arema FC vs Deltras FC: Matangkan Persiapan

Rabu, 26 Agu 2026
Tiga Pemain Muda USC Futsal League Naik ke Tim Utama Unggul FC
Olahraga

Tiga Pemain Muda USC Futsal League Naik ke Tim Utama Unggul FC

Selasa, 25 Agu 2026
5 Fakta Menarik Bergabungnya Mauro Zijlstra ke Arema FC: Tambah Daya Gedor Lini Serang
Olahraga

5 Fakta Menarik Bergabungnya Mauro Zijlstra ke Arema FC

Minggu, 23 Agu 2026
Persija Jakarta Pinjamkan Mauro Zijlstra ke Arema FC
Olahraga

Persija Jakarta Pinjamkan Mauro Zijlstra ke Arema FC

Sabtu, 22 Agu 2026
Next Post
Penampakan saklar lampu berbasis IoT buatan mahasiswa Prodi D4 Elektro di Direktorat Pendidikan Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Saklar Buatan Mahasiswa Vokasi UMM Bisa Kontrol Lampu Jarak Jauh

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.