Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

‘Falsafatuna’ Membersamai Santri di Bulan Ramadan

Redaksi by Redaksi
April 15, 2023 11:16 am
in Ruang Cendekia
Para santri Luhur Baitul Hikmah yang membedah Falsafatunā selama 20 hari di bulan Ramadan.

Para santri Luhur Baitul Hikmah yang membedah Falsafatunā selama 20 hari di bulan Ramadan. Foto/dok. Maman

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Abdur Rohman*

Tugumalang.id – Ramadan kali ini begitu spesial bagi saya, bukan karena takjil yang setiap hari terhidang di meja makan, atau makanan kesukaan yang siap untuk disantap. Namun, karena kurang lebih dua puluh hari di tempat kami belajar yakni, Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah, mengkaji buku Falsafatunā karya Muḥammad Bāqir Ṣadr.

READ ALSO

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Kami memulai kajian setelah salat subuh sekitar pukul 05.00 pagi dan disudahi kira-kira pukul 09.30 WIB. Tujuh orang termasuk saya dan satu orang guru yang memandu kami untuk menyelam, mengeksplor dan mencari makna dari buku ini.

Tak jarang, rasa kantuk dan sesekali terjaga meramaikan forum kajian. Namun terlepas dari itu semua, kami merasa senang karena mengadakan acara penutupan bincang-bincang terkait kajian ini setelah 20 hari membaca ketat buku tersebut.

Falsafatunā adalah salah satu karya Muḥammad Bāqir Ṣadr, seorang ulama Irak yang berteologi Syiah. Buku ini diterbitkan pada tahun 1959. Ulasan dalam buku adalah kritik terhadap filsafat terutama filsafat Barat dan beberapa ideologinya, di antaranya kapitalisme dan sosialisme. Uniknya, kritik itu dari sudut pandang Islam.

Isi buku ini sarat akan pemikiran filosofis yang dikemas dalam pergolakan dialog antara filsafat Barat dan Islam. Bahkan, dalam mukadimah sang penulis mengatakan bahwa “buku ini bukanlah sebuah karya sastra, novel ataupun sebatas kesenangan intelektual belaka, melainkan membahas tentang problematika pemikiran manusia.”

Tak jarang, karena jenis buku ini mengulas berbagai pemikiran dan kritik pada teori serta doktrin dari pemikiran sebelumnya maka bagi siapa pun yang mengkaji buku ini, agaknya tidak mudah (untuk tidak mengatakan sulit) mencerna dan memahaminya.

Saya sendiri ketika ikut membaca dan menelaah buku ini, sekurang kurangnya, mendapatkan beberapa ibrah untuk bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini saya ulas beberapa ibrah tersebut.

1. Tutorial Berpikir Benar

Tidak sedikit dari kita jatuh ke jurang miskonsepsi tentang satu-dua hal. Banyak buku yang mengulas tentang kesalahan berpikir (fallacy), khususnya dalam buku-buku logika. Saat kita menilai tentang dua-tiga hal, tanpa lebih dahulu mencari konsepnya secara utuh.

Terburu-buru menyimpulkan tanpa membacanya secara lengkap. Semuanya adalah karena jamak di antara kita grasa-grusu mengambil tindakan. Banyak orang yang bertindak tanpa berpikir (dengan benar) dan tidak sedikit pula gandrung dalam pemikiran, namun tiada dalam tindakan.

2. Kecakapan Mencari Celah Kritik

Poin ini, mungkin lebih disukai bagi para mahasiswa, terutama mahasiswa organisatoris yang menyukai forum diskusi. Dalam buku ini pada bab Konsepsi dan Sumber Utamanya, salah satu teori yang masyhur yakni Teori Ingatan Platonik dikritik dengan cara menyodok inti teorinya, yakni pada (1) keazalian jiwa dan (2) arketipe (dunia idea) ala Plato.

Kritik Baqir Shadr sangat menohok di sini. Pelajarannya, ketika kita berdebat, lalu lawan debat menyampaikan argumentasinya, maka yang perlu dilakukan adalah mengkritisi inti dari argumen yang disampaikan, dengan mencari celah kelemahan yang diucapkan lawan.

3. Critical Thinking (Berpikir Kritis)

Poin ini, sudah sangat jarang dimiliki oleh setiap orang, bahkan berpikir secara radikal hingga ke akar-akarnya sangat langka bagi masyarakat kita. Disinformasi berita, membagikan berita palsu, menebar hoax, hingga fanatisme. Itu semua adalah dampak kurangnya berpikir kritis.

Hal demikian, amat sering terjadi di gang-gang nusantara. Lumrah bagi para pembaca buku-buku filsafat untuk kritis dalam membaca realitas, lebih-lebih membaca dan menafsirkan kehidupan. Nah, Falsafatunā tidak hanya membawa kita membaca poin-poin pemikiran filsafat terdahulu, tetapi penuh semangat berpikir kritis.

4. Visionery Thinking (Berpikir Visioner)

Dalam konsep “Briliant Thinker” atau Pemikir Cerdas, salah satu dari sekian indikator seseorang mempunyai pemikiran yang brilian adalah membaca setiap probabilitas (kemungkinan) yang akan terjadi.

Sebelum kita mengambil suatu keputusan yang amat berat, misalnya, kita sudah memprediksi kemungkinan yang terjadi tatkala kita mengambil opsi tersebut. Sehingga kita tidak perlu terlalu kecewa dan kian bersedih atas konsekuensi yang telah dipilih itu.

Empat sisi praktis di atas mungkin terkesan subjektif, namun pembaca bisa membuktikannya sendiri dengan membaca buku Falsafatunā tentunya.

*Santri Ponpes Luhur Baitul Hikmah sekaligus mahasiswa STF Al-Farabi Kepanjen Malang

Editor: Herlianto. A

Tags: FalsafatunaRamadansantri

Related Posts

Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, Fuji Astutik, M.Psi, Psikolog. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Pentingnya Pemberitaan yang Objektif dan Empatik bagi Kesehatan Mental

Jumat, 16 Okt 2026
Achmad Sufyan Wahyudi, M.Pd/ Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Jebakan Penerbitan Nakal dan Mengapa Penulis Butuh Ekosistem, Bukan Sekadar Mesin Cetak

Kamis, 15 Okt 2026
Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Laga uji coba antara Unggul FC Malang dan Tim Futsal Kota Malang.

Unggul FC Malang Akhiri Aktivitas Ramadan dengan Kemenangan 11-1

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.