Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Ternak Sapi Mati Tak Terdata Akibat PMK, Peternak Terancam Tak Dapat Bantuan

Redaksi by Redaksi
November 22, 2022 11:09 am
in Peristiwa
Sapi

Ilustrasi sapi. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang – Tak semua peternak yang sapinya mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) bakal mendapat bantuan seperti yang dijanjikan pemerintah beberapa waktu lalu. Para peternak tidak mendapat bantuan, bila sapi mereka tidak terdata dan tidak diketahui penyebab kematiannya secara pasti.

Saat ini, terdapat 249 sapi mati yang dimiliki 118 peternak dari Kabupaten Malang yang tercatat di Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS). Mereka yang terdata ini yang akan mendapat bantuan dari Pemerintah Pusat.

READ ALSO

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Padahal, ada ribuan sapi yang mati ketika puncak wabah PMK melanda Kabupaten Malang. Namun karena tidak terdata di iSIKHNAS, mereka terancam tidak mendapatkan bantuan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo mengatakan bahwa banyak hewan ternak, khususnya milik peternak kecil yang belum diverifikasi apakah kematiannya disebabkan oleh PMK atau bukan.

“Beberapa faktor yang menyebabkan tidak terdatanya sapi-sapi yang mati ini adalah kurangnya verifikasi dari tim dokter hewan dan sapi yang mati sudah dikubur sebelum dipastikan penyebab kematiannya,” jelas Eko belum lama ini.

Eko menyebut data di iSIKHNAS adalah data yang bisa dipertanggungjawabkan. “Data real, by name, by address, foto ada, visum ada. Jadi bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia mengakui ada ribuan sapi mati yang tidak terdata. Namun karena tidak ada verifikasi, ia khawatir data tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Di luar iSIKHNAS ada dua ribu lebih. Kebanyakan dari Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon,” kata Eko.

Tak ada upaya yang bisa dilakukan untuk mengupayakan bantuan pada peternak ini. Selain karena verifikasi tak bisa lagi dilakukan karena sapi sudah dikubur, batas pengajuan bantuan pun sudah lewat, yakni pada Agustus 2022 lalu.

Reporter: Aisyah Nawangsari
editor: jatmiko

Tags: isikhnaspenyakit mulut dan kukupmkSapi matiSistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional

Related Posts

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji
Peristiwa

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Sabtu, 11 Jul 2026
Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka
Peristiwa

Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka

Selasa, 7 Jul 2026
Proses evakuasi truk tangki yang terguling. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Dahului Kendaraan di Tikungan, Pemotor Tewas Tertimpa Truk Tangki di Karangkates

Selasa, 23 Jun 2026
hangus dilalap api
Peristiwa

2 Rumah Warga Desa Pendem Hangus Dilalap Api, Kerugian Capai Rp700 Juta

Senin, 8 Jun 2026
Lokasi tenggelamnya remaja di Embung Babadan Ngajum. Foto: Polsek Ngajum
Peristiwa

Remaja Tewas Tenggelam di Wisata Sumber Embung Babadan Ngajum

Senin, 1 Jun 2026
Next Post
Amerika vs Wales

Hasil Piala Dunia Amerika Vs Wales, Skor 1-1 Sama Kuat

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.