Rabu, September 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Misteri Gate 13 Tragedi Kanjuruhan, Benarkah Sempat Terbuka di Menit ke-85?

Redaksi by Redaksi
Oktober 7, 2022 2:11 pm
in Peristiwa
Warga mendatangi gate 13 stadion Kanjuruhan yang menjadi tempat para pahlawan Aremania gugur.

Warga mendatangi gate 13 stadion Kanjuruhan yang menjadi tempat para pahlawan Aremania gugur. Foto/Bayu Eka

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Berbagai pihak tampak cekatan menangani kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) lalu. Presiden, Kapolri, PSSI, Komnas HAM hingga elemen TNI turun ke Malang untuk mengawal atau bahasa yang lebih diinginkan “mengusut” tragedi yang menggugurkan 131 Aremania itu.

Perkembangan terbarunya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan 6 tersangka mulai dari Dirut PT LIB, Ahmad Hadian Lukita, hingga ketua Panitia Pelaksana Arema FC, Abdul Haris. Namun konstruksi kejadian yang beredar masih belum jelas. Seperti kesaksian suporter yang selamat karena pintu masih dalam keadaan terbuka.

READ ALSO

Mantan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang Minta Maaf

Kebakaran Lahan Kembali Landa Kota Malang, Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Penjelasan mengapa pintu itu tertutup masih belum padu terutama versi korban dan polisi. Berikut ini wartawan Tugumalang.id melakukan penelusuran soal misteri Gate 13 itu.

Kesaksian Korban

Setelah beberapa hari tragedi berdarah itu berlalu, Aremania perlahan mulai mengungkapkan kesaksiannya satu persatu. Termasuk menyoal dugaan adanya pintu stadion, termasuk gate 13, yang semula terbuka di menit 85, namun diketahui kemudian tertutup kembali.

Sejumlah pihak menengarai tertutupnya sejumlah pintu stadion ini yang menjadi penyebab banyaknya korban jiwa berjatuhan, selain akibat efek gas air mata. Salah satu koran selamat Bayu, 20, (nama samaran) Aremania asal Bantur memberi kesaksian saat ditemui usai berziarah ke pintu gate 13 pada Kamis (6/10/2022) malam.

Bayu ingat betul waktu itu masih sempat melarikan diri dari pintu 13 yang masih terbuka diperkirakan di menit 85 namun sudah berdesakan. Ia juga ingat saat itu masih sempat terjatuh dan menindih seorang perempuan di bawahnya.

”Saya saja sampai kepisah sama temenku, padahal sudah gandengan. Yang saya ingat waktu desakan itu di bawah ada bentrok sama polisi dan juga gas air mata. Mata saya perih sekali,” kisahnya.

Saat berhasil melarikan diri itu, dia melihat banyak suporter yang tergeletak tak berdaya. Juga ada perempuan dan anak-anak. ”Saya juga masih bantu nolongin mereka keluar stadion,” ujarnya.

Hingga kemudian begitu sampai di rumah, dia baru tahu kalau pintu stadion, khususnya di pintu 13 itu ternyata tertutup kembali. Bahkan, tembok ventilasinya dijebol. Dia merasa ada kejanggalan setelah melihat video dinding ventilasi yang dijebol suporter untuk keluar itu.

”Saya baru tahu itu di rumah dan lihat sendiri malam ini. Saya gak ingat betul waktu itu karena sudah kacau semua,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kesaksian yang sama disampaikan Dila, seorang Aremanita dari Kota Malang. Ia tak menyangka jika gate 13 diketahui dalam kondisi tertutup setelah dia berhasil keluar begitu laga memasuki sekitar menit ke-85 dan Arema kalah dari Persebaya.

”Bahkan waktu saya denger ada gas air mata itu saya masih bisa masuk lagi dan naik ke tribun. Lalu saya cepat-cepat keluar lagi (dari gate 13) begitu tahu ada gas air mata,” ucap Dila usai mengikuti tahlilan rutin di Balai Kota Malang.

Kondisi itu juga dibenarkan oleh Nawi, salah seorang Aremania yang lain bahwa di sekitar menit ke-85 itu pintu 13 masih dijaga oleh aparat. Entah kenapa waktu itu pintu tiba-tiba tertutup dan dikunci gembok.

Di situasi panik tersebut, Nawi bersama 3 orang lainnya berusaha mencari alat untuk menjebol dinding ventilasi. ”Itu yang jebol dinding ventilasi di Pintu 13 itu saya sama 3 orang lain,” ujarnya.

Ditutupnya pintu ini kemudian menjadi sebuah pertanyaan besar di benak publik. Pasalnya, jika pintu terbuka, masih ada kemungkinan besar banyak jiwa yang mampu terselamatkan.

Penjelasan Polisi

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengungkap penyebab ribuan suporter tak bisa keluar dari tragedi Stadion Kanjuruhan. Dia mengatakan, ada enam pintu keluar stadion mengalami kendala saat tragedi Kanjuruhan memuncak. Mulai di pintu 3, 10, 11, 12 dan 14 dan termasuk gate 13. Pintu-pintu itu tak segera dibuka sesuai aturan yakni 5 menit sebelum pertandingan berakhir.

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit menetapkan 6 tersangka tragedi Kanjuruhan.
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit menetapkan 6 tersangka tragedi Kanjuruhan. Foto/M Sholeh

Menurutnya, pintu-pintu itu hanya terbuka sekitar 1,5 meter. Anehnya di pintu itu ada besi melintang yang menghambat terbukanya pintu.

“Kemudian ada besi melintang yang mengakibatkan penonton terhambat untuk keluar dari pintu itu. Sehingga terjadi desak-desakan yang menyebabkan sumbatan hampir 20 menit,” ungkap Jenderal Listyo Sigit di Polresta Malang Kota, Kamis (6/10/2022).

Namun sayangnya, Listyo Sigit tidak memerinci dari mana datangnya besi tersebut dan mengapa melintang.
Selain itu, penjaga pintu juga tak ada di lokasi saat tragedi itu meledak. Menurutnya, penjaga pintu seharusnya berada dan menjaga pintu itu hingga semua penonton keluar dari stadion.

“Mereka harusnya ada ditempat selama penonton belum keluar stadion,” tegasnya.

Tak beroperasinya pintu keluar secara optimal itu membuat terjadinya penumpukan penonton yang berdesakan. Di sisi lain, ribuan penonton itu tengah panik ketika menghindari asap gas air mata yang ditembakkan.

“Dari situlah muncul korban patah tulang, trauma kepala, torak dan juga sebagian besar yang meninggal dunia mengalami nasib sial,” ujarnya.

Jenderal Listyo Sigit juga mengungkapkan bahwa memang ada 11 personelnya yang telah menembakkan gas air mata saat itu yang membuat situasi panik. Menurutnya, 7 tembakan gas air mata itu dilepaskan ke arah tribun selatan, 1 ke arah tribun utara dan 3 ke arah lapangan.

“Inilah yang mengakibatkan penonton di tribun panik dan berusaha untuk meninggalkan arena,” ucapnya.

Kini Kapolri telah menetapkan 6 tersangka tragedi Stadion Kanjuruhan. Mulai Dirut PT LIB Ahmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, Security Officer Suko Sutrisno, Kabag Ops Plolres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Danki 3 Yon Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq.

Reporter: Ulul Azmy dan M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: AremaniaKapolriMisteri Gate 13Neraka Gate 13tragedi kanjuruhan

Related Posts

Mantan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang Minta Maaf
Peristiwa

Mantan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang Minta Maaf

Rabu, 30 Sep 2026
Kebakaran Lahan Kembali Landa Kota Malang, Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal
Peristiwa

Kebakaran Lahan Kembali Landa Kota Malang, Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Kamis, 17 Sep 2026
Dua Lahan Tebu Terbakar di Wagir dalam Sehari, Total 1,5 Hektare Terdampak
Peristiwa

Dua Lahan Tebu Terbakar di Wagir dalam Sehari, Total 1,5 Hektare Terdampak

Minggu, 13 Sep 2026
Area Bromo Hillside Terdampak Kebakaran 
Peristiwa

Area Bromo Hillside Terdampak Kebakaran 

Minggu, 13 Sep 2026
Tabrakan Beruntun di Karangploso Tewaskan Pengendara Motor
Peristiwa

Tabrakan Beruntun di Karangploso Tewaskan Pengendara Motor

Kamis, 3 Sep 2026
Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total
Peristiwa

Kebakaran Hutan di Kota Batu Padam Total

Kamis, 27 Agu 2026
Next Post
Wali Kota Malang, Sutiaji, menerima penghargaan Kualitas Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi.

Wali Kota Malang Sutiaji Raih Predikat Baik Pada Penghargaan Kualitas Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi

BERITA POPULER

  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.