Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Bocah 13 Tahun Rela Menabung Demi Nonton di Kanjuruhan, Nonton Pertama Malah Jadi Korban

Redaksi by Redaksi
Oktober 6, 2022 12:58 pm
in Peristiwa
Foto semasa hidup Anggara, Aremania Wajak. Foto: Irham Thoriq/Tugumalang.id

Foto semasa hidup Anggara, Aremania Wajak. Foto: Irham Thoriq/Tugumalang.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Namanya Anggara Putra Pratama. Aremania licek asal Kecamatan Wajak Kabupaten Malang. Sejak lama, bocah 13 tahun itu ingin sekali nonton pertandingan Arema FC langsung di Stadion Kanjuruhan.

Usaha Anggara untuk nonton langsung di Kanjuruhan ditunjukkan dengan cara menabung. Uang jajan sekitar Rp 5.000 dia sisihkan selama 15 hari. Anggara rela tidak jajan demi bisa memberi dukungan langsung untuk Arema FC saat berlaga melawan Persebaya 1 Oktober 2022.

READ ALSO

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Wartawan tugumalang.id mewawancarai Sholehatun Romla (33), ibu Angga, di rumah duka Desa Blayu 2, RT 31 RW 09, Wajak, Kabupaten Malang, Rabu sore (5/10). Terlihat, keluarga korban diselimuti kesedihan.

Romla awalnya melarang anaknya untuk menonton langsung pertandingan Arema FC melawan Persebaya, Sabtu (1/10). Dia khawatir karena laga itu adalah laga besar dan digelar pada malam hari.

Tapi, Romla tidak bisa lagi melarang, terlebih saat Angga bilang bahwa dia menabung selama sekitar 15 hari untuk bisa membeli tiket.

“Saat dilarang, anaknya juga marah-marah, karena katanya sudah menabung,” kata Romla.

Romla mengatakan, Angga menabung dari hasil uang jajan di sekolahnya. Uang tabungannya itu lalu dibelikan tiket ekonomi seharga Rp 65 ribu.

“Anaknya ada uang sisa dua puluh ribu, saya tambahi sepuluh ribu buat uang saku ke Stadion, jadi dia bawa uang saku tiga puluh ribu,” imbuhnya.

Angga menonton Arema FC bersama 3 temannya yang lain, sama-sama dari Desa Blayu. Mereka berangkat bersama-sama. 4 anak tersebut adalah teman ngaji satu kampung.

“Angga baru pertama kali ini nonton Arema di Stadion, diajak teman-teman mengajinya,” cerita Romla.

Selain Angga, yang menjadi korban Tragedi Kanjuruhan ini adalah M Ali Mukhtar,17 tahun. 4 anak dari Blayu tersebut, 2 selamat.

“Yang dua ini yang jaga jenazah Angga dan Ali di RS Wafa Husada,” imbuhnya.

Lukisan Angga, Gelap Setengah Badan. Foto: Irham Thoriq/Tugumalang.id

Gelap Setengah Badan, Lukisan Angga Sebelum Tragedi

Romla mengaku tidak punya firasat buruk apa-apa. Hari Jumat (30/9/2022), Angga berada di rumah. Namun Angga memperlihatkan hal tidak biasa. Angga menggambar dirinya sendiri.

Agak lama Angga mencoret-coret kertas dengan pensil. Hasilnya, gambar Angga dengan separuh badan berwarna gelap.

Gambar Angga tersebut seolah diperlakukan istimewa. Angga memasukkan gambarnya ke pigura. Bukan pigura baru, tapi pigura foto ayahnya dia ganti. Pigura lawas dengan kaca yang agak pecah.

Romla memang merasa aneh, namun dia tidak merasakan firasat buruk. Saat sore hari Angga berangkat, juga sudah berpamitan. Malam harinya pun, Romla sudah tidur.

“Jam tiga saya dan suami dibangunkan guru ngajinya, dikabarkan Angga sudah wafat,” ujar Romla.

Betapa sedihnya sebagai ibu, Romla kehilangan anaknya dalam sebuah tragedi. Begitu juga ibu-ibu lainnya yang anaknya menjadi korban Tragedi Kanjuruhan. Romlah merasakan kesedihan itu.

“Dan jenazah dia seperti lukisannya itu, separuh badannya hitam,” terang Romla.

Tante Angga, Zuliati (51), menyebut kepergian putra pertama Romla itu menjadi pukulan luar bisa buat keluarga. Terutama bagi Romla dan suaminya, Imam Syafi’i (38). Angga kata Zuliati, anak baik yang rajin juga pendiam, dan ingin menjadi santri yang membanggakan.

“Ibunya pingsan terus. Bahkan saat jenazah diberangkatkan (dimakamkan), masih pingsan,” pungkas Zuliati.

 

Reporter: Irham Thoriq

Editor: Fajrus Sidiq

Tags: Arema FCAremaniaAremania Wajaktragedi kanjuruhan

Related Posts

Wali Kota Batu Nurochman beserta jajaran saat ziarah makam Mbah Batu jelang HUT Kota Batu ke-25. Foto: Dok.
Peristiwa

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Rabu, 14 Okt 2026
Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai
Peristiwa

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Rabu, 14 Okt 2026
Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Kamis, 1 Okt 2026
Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat bersama jajaran saat sidak ke TPS Pesanggrahan. Foto: Azmy
Peristiwa

Sekda Kota Batu Sidak Dugaan Pembakaran Sampah secara Liar di TPS Pesanggrahan

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
SMKN 2 Malang Turut Berduka, 3 Siswanya Jadi Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan

SMKN 2 Malang Turut Berduka, 3 Siswanya Jadi Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.