Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Rawat 190 Ekor Kucing, Cat Lover Ini Beberkan Solusi Atasi Ledakan Populasi Kucing

Redaksi by Redaksi
September 26, 2022 2:31 pm
in News
Kucing domestik milik warga Perumahan Patraland Place Kota Malang yang masih berkeliaran di perumahan.

Kucing domestik milik warga Perumahan Patraland Place Kota Malang yang masih berkeliaran di perumahan. Foto/M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kucing memiliki naluri untuk kembali datang jika merasa nyaman dengan orang. Namun tak semua orang suka kucing. Begitu kata Sri Swastiyanti Marhaeny, perawat 190 ekor kucing di rumahnya, Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Wanita berusia 60 tahun itu mengaku hanya sebagai pecinta kucing. Namun dia telah merawat banyak kucing liar yang sakit di jalanan. Dengan biaya pribadi, dia merawat 190 ekor kucing itu.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kini beredar informasi, ada 4 kucing mati di Perumahan Patraland Place, Kota Malang, dengan dugaan diracun orang tak bertanggungjawab. Tingginya populasi kucing di sana ditengarai menjadi penyebabnya.

Melihat hal itu, Eny sapaan akrab Sri Swastiyanti Marhaeny mendatangi warga, pengurus RT hingga pengembang Perumahan Patraland Place, Kota Malang. Dia mengaku melihat ada persoalan rumit di sana.

“Itu persoalan rumit, media sosial terlalu membesar besarkan kasus itu. Di sisi lain, warga di perumahan itu saling tuduh, siapa penyebar hoaks itu. Karena warga di sana merasa wilayahnya tercemar,” ungkapnya.

Isu Kematia Kucing di Patraland

Berdasarkan keterangan di media sosial, kasus dugaan kucing mati diracun di Perumahan Patraland Place itu jumlahnya puluhan. Bahkan ada media sosial yang menerangkan ada kematian kucing secara massal hingga kucing di perumahan itu habis sama sekali.

Dia menegaskan, usai mengkonfirmasi pengurus RT dan warga bahkan pengembang Perumahan Patraland Place, Kota Malang bahwa hanya ada 4 ekor kucing yang mati dengan dugaan diracun itu. Hanya saja, juga ada 11 ekor kucing liar dinyatakan hilang.

Dia menilai, memang ada pecinta kucing di perumahan itu yang sengaja kerap kali memberikan makanan ke kucing di sana. Hal itu yang kemudian dia duga mengakibatkan populasi kucing di perumahan itu menjadi tampak tinggi.

Menurutnya, kucing memiliki naluri untuk kembali ke sebuah lokasi ketika kucing itu merasa nyaman dengan perlakuan seseorang. Sebagai pecinta kucing disebutkan, harusnya juga menyadari bahwa tak semua orang suka kucing.

Untuk itu, dia mengatakan, harusnya pecinta kucing yang secara terus menerus memberikan makan pada kucing liar agar bertanggungjawab mengkondisikan kucing kucing yang diberi makan secara rutin di satu tempat itu.

“Seharaunya orang yang ngasih makan disitu tanggungjawab, karena ngasih makan terus. Kan gak semua orang suka kucing,” ujarnya.

Sementara terkait viralnya kasus ini, dia menduga ada komunitas pecinta kucing yang melakukan investigas sendiri tanpa konfirmasi ke pihak RT setempat. Dia menilai, komunitas itu diduga mengorek data pelapor dan kemudian menggunakan data itu untuk mengadukan ke kepolisian bahkan memviralkan ke media sosial.

“Menurut saya, alangkah baiknya jika konfirmasi ke pihak RT setempat dulu, biar RT yang melakukan tindakan. Kalau masalah tak selesai, baru cat lover bertindak untuk menentukan solusi,” jelasnya.

Dalam kasus kucing di Perumahan Patraland Place, Kota Malang ini, dia menilai memang terjadi karena adanya peningkatan populasi kucing. Namun dia mengaku juga mengecam tindakan diduga meracun kucing untuk mengurangi popupasi.

“Populasi kucing itu bisa diatasi dengan disteril (pembatasan kembang biak demi kesehatan hewan), agar tak berkembang,” ungkapnya.

Selain itu, banyak pecinta kucing di Malang yang punya solusi untuk mengatasi persoalan populasi itu. Tak sedikit menurutnya pecinta kucing di Malang yang mau merawat atau merelokasi kucing kucing liar.

Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A

Tags: kota malangkucingKucing DiracunPatralandPopulasi Kucing

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Taman Hutan Kota Bondas, salah satu daerah Ruang Terbuka Hijau di Kota Batu.

Ruang Terbuka Hijau di Kota Batu Belum Sampai 30 Persen

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.