Kamis, Juli 23, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Inilah Beberapa Penyakit Langka dan Sulit Ditangani

Redaksi by Redaksi
Juli 20, 2022 4:04 pm
in Tugu Sehat
penyakit langka - Inilah Beberapa Penyakit Langka dan Sulit Ditangani

ilustrasi/ decanchronicle

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id – Kenyataannya beberapa jenis penyakit hanya sebagaian kecil dari seluruh penyakit yang ada di dunia. Seperti demam berdarah, cacar air, apalagi COVID-19 yang sebelumnya sempat merebak hingga ramai diperbincangkan.

Namun, tahukah Anda banyak jenis penyakit yang memang cukup umum dan bisa diobati. Akan tetapi, beberapa diantaranya tergolong langka bahkan sulit ditangani. Berikut tiga penyakit yang sulit ditangani.

READ ALSO

Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

1. Progeria

Progeria. foto/dagbladet

Progeria atau progeria Hutchinson-Gilford adalah penyakit langka yang sering masyarakat umum pahami. Penyakit ini dipelajari oleh Jonathan Huntinson pada tahun 1886. Namun, penelitian ini tidak membuat kesimpulan yang jelas tentang alasan penuaan pasiennya. Pada tahun 1904, Glifort melanjutkan penelitiannya dan menamai penyakitnya Huntchinsons Glifort Progeria Syndrome (HGPS), ini adalah kombinasi dari nama mereka.

Progeria adalah kelainan herediter langka yang menyebabkan penuaan dini pada anak dalam dua tahun pertama kehidupan. Anak-anak dengan progeria biasanya botak, kulitnya berkerut, dan lebih pendek dari anak-anak seusianya.

Penyakit ini terbilang langka dan sulit ditangani karena hanya terjadi pada 1 dari 4 juta bayi yang lahir di seluruh dunia. Progeria disebabkan oleh kelainan keturunan yang menyebabkan pasien menua sebelum waktunya karena kondisi fisik pasien seperti mengalami hingga 8 kali lompatan usia orang normal.

2. Gigantisme

Gigantisme.foto/medicalbag

Gigantisme adalah berlebihnya produksi hormon pertumbuhan pada anak-anak yang memberi dampak kepada ukuran tinggi dan berat badannya. Selama masa pertumbuhan, anak-anak yang terkena gigantisme dapat memiliki ukuran tinggi dan berat badan yang terlihat di atas rata-rata. Namun, kondisi ini sering dianggap wajar sehingga gigantisme tidak mudah dikenali. Gigantisme berbeda dengan kondisi akromegali pada orang dewasa karena produksi hormon pertumbuhan yang berlebih terjadi ketika lempeng epifisis menutup.

Penyebab gigantisme yang paling sering ditemui adalah tumor pada kelenjar hipofisis atau tumor kelenjar pituitari yang terletak pada bagian bawah otak. Kelenjar ini berperan pada perkembangan seksual, pengendalian suhu tubuh, produksi urine serta metabolisme pertumbuhan pada wajah, tangan, dan kaki. Dengan tumbuhnya tumor pada kelenjar hipofisis, menyebabkan kelenjar ini memproduksi hormon pertumbuhan secara berlebihan.

Penyakit ini pernah diderita oleh remaja asal Malang yakni Yafi Wijayanto. Pertumbuhan Yafi Wijayanto yang begitu drastis akibat gigantisme. Tubuhnya meninggi hingga 2,10 meter di usianya 16 tahun pada 2015 silam.

Yafi membutuhkan pengobatan khusus yang tidak murah bahkan tidak bisa dilakukan di Indonesia. Selama lima tahun penyakit itu diderita Yafi, baru tahun 2015 ia mulai menjalani pengobatan di rumah sakit. Slama 2,5 bulan ia harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).

Tak kunjung sembuh, ia kemudian menjalani perawatan di Moulbourne, Australia selama1 tahun 1 bulan. Namun sebelumnya, dua kali Yafi menjalani operasi di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA). Setiap operasi di Malang dari tubuhnya diambil 10 liter.

Kini, Yafi sendiri merasa sudah sembuh setelah mengikuti pengobatan di Australia. Dia mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Yayasan Children First Australia.

3. Juvenile Myelomonocytic Leukemia (JMML)

Leukimia. foto/wikipedia

Dalam kebanyakan kasus, jenis kanker darah atau leukimia ini terjadi pada balita, terutama yang berusia di bawah empat tahun. Anak yang mengidap Juvenile Myelomonocytic Leukemia (JMML) biasanya akan mengalami gejala berupa, kulit pucat, demam, mudah memar atau berdarah, batuk, hingga kelenjar getah bening yang membesar.

Mulanya, penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan yang tak terkendali dari bentuk sel darah putih yang belum matang. Dalam tubuh pengidap JMML, dua jenis sel darah putih yang disebut mielosit dan monosit tubuh secara tidak terkendali, sehingga menyebabkan berbagai gejala pada tubuh

Di Malang, JMML pernah menimpa Mevlan Savero Suharitanto. Penyakit ini sudah dirasakan bocah itu sejak tahun 2014 atau ketika berumur 1,5 tahun dan mulai di rawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) di tahun 2019. Mulanya, Mevlan mengeluh sakit pada bagian perut bawah sebelah kanan dan sempat di vonis Hernia.

Selain itu, pada bagian kaki kanan Mevlan, terdapat lebam-lebam, yang kadang muncul dan hilang. Setelah dibawa ke rumah sakit, dia ternyata harus dilakukan operasi.

Namun justru usai operasi, lebam-lebam di tubuh Mevlan tak kunjung hilang. Bahkan, bertambah parah. Sampai suatu ketika, wajahnya memucat dan harus kembali ke Rumah Sakit. Sejak saat itulah, Mevlan harus dirawat secara intensif. Empat kali sehari, Mevlan harus melakukan transfusi darah.

Setelah melakukan perawatan panjang, diagnosa dokter terhadap penyakit Mevlan berubah. Setelah dilakukan tes, ia ternyata menderita Juvenile Myelomonocytic Leukemia (JMML).

Satu-satunya cara untuk membuat Mevlan sembuh adalah dengan menjalani operasi sum-sum tulang. Hanya saja, hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi, operasi tersebut hanya bisa dilakukan di Singapura, Malaysia, Thailand atau India.

 

Reporter: Feni Yusnia
editor: jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: gigantismepenyakit langkaprogeria

Related Posts

Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya
Tugu Sehat

Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak Buruk, Ini Cara Sederhana Menguranginya

Senin, 20 Jul 2026
Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti
Tugu Sehat

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Kamis, 16 Jul 2026
jamu sinom
Tugu Sehat

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Kamis, 16 Jul 2026
Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?
Tugu Sehat

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

Jumat, 10 Jul 2026
5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Senin, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Minggu, 5 Jul 2026
Next Post
Arema FC

Pemkot Batu Ingin Undang Arema FC ke Balai Kota Among Tani Usai Juarai Piala Presiden 2022

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.