Jumat, Juli 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Sambung Dulur

Menebar Kebaikan Lewat Sepiring Nasi Penjara Sumarmi

Redaksi by Redaksi
Mei 11, 2022 9:31 am
in Sambung Dulur
Nasi penjara sumarmi

Sumarmi atau akrab disapa Mami (kanan). Pemilik Warung Mami Cukam, destinasi kuliner hidden gems di Malang yang patut dicoba. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

SUMARMI namanya. Usianya 60-an, tapi masih tampak energik dalam melayani pesanan penghobi jeroan di warungnya. Tiap malam, selalu saja ada antrean panjang di warungnya yang terletak di Jalan Puntodewo 1A, Polehan, Kota Malang ini.

Di dunia kuliner, Sumarmi punya nama panggung sendiri, yaitu Mami. Warungnya sendiri dikenal dengan nama Warung Mami Cukam. Dari yang dulu hanya dikenal warga sekitar, sampai kini jadi jujugan wisatawan luar kota, baik kalangan lawas maupun milenial.

READ ALSO

Bangga! Universitas Negeri Malang Peringkat Tujuh Kategori Kampus Terbaik Asia di Bidang Pendidikan Versi SIR 2024

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Saya yang dulunya hanya sekedar mampir sampai akhirnya bisa kenal si empunya. Kira-kira waktu itu tahun 2019, saya yang niatnya wawancara, tanpa ingin mengganggu waktu kerjanya malah disuruh mampir ke rumahnya.

Aneka lauk sebagai menu tambahan nasi penjara. foto/ulul Azmy

”Sik entenono duwur, le. Ngobrol ndek omah ae. Iki tak marikno dodolan diluk,” kata Mami yang artinya intinya dia ingin meluangkan waktu untuk ngobrol santai di rumahnya. ”Lho mriki mawon mboten nopo,” kataku. ”Wis ndek omah ae,” sergahnya.

Saya pun dipersilahkan masuk kerumahnya yang ada di lantai 2 warung. Di sana, saya dipersilahkan duduk oleh suaminya. 10 menit menunggu, saya dijamu teh hangat manis. ”Sepurane suwe, mari ngedoli langganan. Kadang mereka gak gelem lek gak tak doli,” ujarnya baru datang sembari duduk di hadapan saya.

Sekian waktu, wawancara berjalan lempeng dan malah jadi ngobrol. Kebetulan, Mami juga orangnya supel dan suka bercerita. Rekaman wawancara saya saja waktu itu sampai hampir 1 jam. ”Wah, bakal transkrip panjang lebar nih,” gumamku.

Lantai 1 untuk jualan, lantai 2 untuk tempat tinggal. foto/ulul azmy

Singkat cerita, inti dari obrolan kami paling panjang adalah soal konsep awal dia mulai berdagang nasi campur ini sejak 1985, waktu dia masih umur 26 tahun. Kini dia sudah berusia 62 tahun. Modal awal hanya Rp 8.000 waktu itu. Intinya, dia meniatkan usaha itu juga untuk beribadah.

Seporsi nasi penjara dibandrol dengan harga sangat murah. Hanya Rp 100 berisi nasi porsi banyak, sayur mayur kacang panjang, mie dan tempe tahu. Isian nasi bungkus seperti ini ibarat hidup di penjara yang makan dengan lauk seadanya.

”Rata-rata pembeliku dulu anak embongan (jalanan), ngamen, nyemir sepatu, jualan koran, tukang becak. Nama sego penjara itu ya orang-orang sendiri yang bikin karena mungkin sepi, gak punya uang tapi tetap harus makan,” kisah Mami.

Para pelanggan harus ngantre. foto/Ulul Azmy

Waktu itu, Mami berjualan di blok Jodipan Wetan, sebelum kemudian pindah ke perempatan Cukam, tempat warung ini kemudian mencapai masa jaya dikenal orang dari berbagai macam latar belakang.

Sebelumnya, warung Mami hanya dikenal oleh orang sekitaran sana, yang rata-rata berkehidupan ala preman. Mulai mabuk, berjudi hingga pekerja seks komersial. ”Dulu kawasan sini orang luar jarang ada yang mau lewat sini,” ungkapnya.

Meski begitu, Mami tetap telaten melakoni usaha semi ibadah itu. Tak jarang dirinya menggratiskan banyak orang pelanggannya yang memang memiliki latar belakang ekonomi susah. ”Datang-datang mabuk, pesen makan tapi gak bawa uang. Tapi aku biarkan dan kusuruh bayar di akhirat,” ujarnya terkekeh.

Sumarmi saat melayani para pelanggannya. foto/ulul azmy

Namun di balik suka duka itu Mami memaknainya dengan santai-santai saja. Seperti prinsip hidupnya yang lebih menekankan makna persaudaraan antar sesama manusia. Silaturahmi. Tanpa sekat, tanpa status kelas sosial.

Hampir semua jenis orang pernah ditemuinya. Tak jarang pula dia melayani para pembeli sembari memberi bumbu-bumbu nasehat seperti halnya orang tua pada anaknya. Dari situ pula kemudian para pelanggannya merasa memiliki kedekatan spiritual dengan warung ini.

Sego Penjara adalah kuliner nasi campur yang sebenarnya bisa ditemui dimana-mana. Lebih pada masakan khas Jawa yang biasa dimasak sehari-hari di rumah. Tapi khusus untuk makanan kampungan satu ini, beda. Ada keunikan dan cita rasa tersendiri begitu anda menyendokkan sesuapnya ke mulut anda.

Inilah salah satu menu Nasi penjara. foto/ulul azmy

Komponen dalam sepiring nasi campur penjara ini sederhana saja, seperti namanya. Ada nasi putih, mie, tahu, sayur kacang panjang dan sambal. Kunci keenakan ‘Oges Aranjep’ ini memang terletak pada kuah karinya yang disiramkan ke nasi. Dimakan pas lagi sayang-sayangnya. Maknyuss.

Lebih lezat lagi jika ditambah dengan lauk jerohan khas bikinan Mami. Mulai dari babat, rempelo ati, usus, kikil dan masih banyak lagi. Seiring waktu, Sego Penjara mulai kondang mendunia. Banyak kalangan artis, pejabat hingga selebragm menyempatkan diri mencicipi masakan ini.

Mungkin berkat ketulusan niatnya beribadah itu berbuah manis. Eksistensi Warung Mami Cukam mulai dikenal dari mulut ke mulut, bahkan datang dari luar kota. Hampir setiap malam, warung Mami seolah tak pernah sepi antrean.

Reporter tugumalang.id, M Ulul Azmy (kiri) saat bincang santai bersama Sumarmi, Pemilik Warung Mami Cukam, destinasi kuliner hidden gems di Malang yang patut dicoba. Foto/Dok

Kata Mami, dirinya bisa saja menghabiskan 5 sak karung beras atau seberat 4 kwintal dalam sehari. ”Mulai buka jam 5 sore sampe 4 pagi itu rata-rata bisa melayani pesanan 800 bungkus sehari. Itu 4 sak beras atau 1 kwintal,” ungkapnya.

Saat ini Warung Mami Cukam berjualan di 2 tempat. Selain di Polehan, juga buka di perempatan Cukam, daerah Pasar Kebalen. Jam buka Warung Mami Cukam mulai jam 17:30 WIB hingga 04.00 WIB. Tentu, ini bisa jadi pilihan tepat berburu kuliner jika harimu sudah kelewat malam.

 

Reporter: Ulul Azmy
editor: jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: Nasi PenjaraNasi Penjara SumarmiSego Penjara

Related Posts

Universitas Negeri Malang
Pendidikan

Bangga! Universitas Negeri Malang Peringkat Tujuh Kategori Kampus Terbaik Asia di Bidang Pendidikan Versi SIR 2024

Rabu, 25 Des 2024
Polresta Malang Kota membongkar sindikat curanmor di Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Bisnis

Polresta Malang Kota Ringkus 5 Sindikat Curanmor

Selasa, 24 Des 2024
PMB Unikama
Pendidikan

Calon Mahasiswa Baru Wajib Catat! Jalur Prestasi PMB Unikama Resmi Dibuka

Kamis, 19 Des 2024
Profesor UB dikukuhkan
Pendidikan

9 Profesor UB Dikukuhkan, Ada yang Teliti Leadership ala Nabi Muhammad

Rabu, 18 Des 2024
vokasi umm
Pendidikan

Wamen Dikti Sains Lepas 165 Peserta TC hingga Kelas Daihatsu Vokasi UMM ke Jepang

Rabu, 18 Des 2024
Dosen ITN Malang
Pendidikan

Dosen ITN Malang Buat Inovasi Pemanfaatan Limbah Grey Water Hasil Budidaya Ikan Nila

Rabu, 18 Des 2024
Next Post
vila songgoriti

Kawasan Vila Songgoriti Mendulang Cuan Selama Libur Lebaran 2022

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.