Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Berhenti Melakukan Hal yang Tidak Lagi Disukai Bukan Berarti Gagal

Redaksi by Redaksi
Mei 4, 2022 6:00 pm
in Tips
gagal

YouTuber asal Indonesia, Zahid Azmi Ibrahim saat berbicara dalam TEDx Universitas Indonesia. Foto: tangkapan layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – YouTuber asal Indonesia, Zahid Azmi Ibrahim membagikan kisah inspiratifnya dalam talk show online yang diadakan oleh TED dan Universitas Indonesia.

Sebagai informasi, TED adalah media dari Amerika Serikat yang mengunggah talk show dan konferensi secara online.

READ ALSO

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Dalam bahasa Inggris yang fasih, Zahid mengatakan bahwa ia pernah membuat keputusan besar untuk berhenti melakukan sesuatu sebanyak tiga kali. Keputusannya itu tak lepas dari cibiran tetangga dan netizen. Namun, ia meyakini bahwa itu bukan jalannya dan ia harus berhenti mengejar hal yang tak lagi ia inginkan.

Dalam satu fase kehidupannya, Zahid mengaku meraih tiga kesuksesan. Pertama, ia menjadi presiden klub debat bahasa Inggris, kemudian memiliki kanal YouTube untuk bermain game dengan lebih dari 100 ribu subscribers, dan kuliah di jurusan Teknik Mesin di perguruan tinggi ternama yakni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pencapaian yang fantastis itu, ia raih di usia yang masih sangat muda. Saat itu, ia menganggap dirinya memiliki masa depan yang gemilang.

“Kerja yang bagus, Zahid. Kamu berada di jalan yang benar sebagai seorang pendepat. Kamu memiliki penonton yang banyak di kanal YouTube milikmu dan sekarang kamu belajar di salah satu universitas terbaik di Indonesia,” ujar Zahid mengekspresikan kepuasan dirinya kala itu.

Namun, itu semua tidak berlangsung lama. Zahid memutuskan untuk berhenti melakukan apa yang awalnya ia anggap sebagai sebuah kesuksesan. “Saya memiliki semua itu. Sampai pada akhirnya saya berhenti,” kata Zahid.

Pertama, ia berhenti dari klub debat bahasa Inggris. Kemudian ia berhenti menjalankan kanal YouTube untuk game-nya. Terakhir, ia mengundurkan diri dari ITB. Semua ia lakukan dengan alasan yang kurang lebih sama yaitu ia tidak lagi menikmati semuanya.

Banyak orang yang menyayangkan keputusan Zahid. Ia sendiri mengaku bahwa membuat keputusan itu tidaklah mudah. Ia juga dihadapkan dengan berbagai dilema.

Zahid menyebut bahwa di masyarakat Indonesia ada budaya malu jika berhenti sehingga banyak orang memaksakan diri untuk terus mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak mereka inginkan. Itu semata-mata dilakukan agar tidak dipandang rendah oleh teman, kerabat, dan orang terdekat.

“Awalnya, saya juga merasakan itu. Saya merasa tidak mampu, saya merasa lemah, saya merasa saya ini pecundang,” kata Zahid.

Tak lama, ia menyadari bahwa keputusannya ini sudah tepat. Berhenti melakukan hal-hal yang tidak ia nikmati bukanlah sesuatu yang memalukan. Meski begitu, ia hanya menganjurkan untuk berhenti hanya jika sudah dilakukan analisis dan perbandingan yang masuk akal.

Setelah berhenti dari ketiga pencapaian di atas, Zahid menemukan hal-hal lain yang menarik perhatiannya. Salah satunya adalah belajar di luar negeri.

Mengundurkan diri dari ITB tak lantas membuat Zahid berhenti belajar. Justru itu membuka peluang baginya untuk belajar di Ritsumeikan Asia Pacific University di Jepang.

Kemudian berhenti dari kanal YouTube untuk game juga bukan berarti ia berhenti berkarya. Itu membuatnya bisa lebih fokus mengembangkan kanal YouTube-nya yang saat ini berisi konten-konten edukasi dengan 310 ribu subscribers. Ia juga memenangkan penghargaan YouTube Indonesia’s Best Edutainment Channel in 2021.

Selain itu, ia juga bisa menggunakan waktunya untuk diri sendiri, lari marathon, belajar membuat film dan podcast, serta hal-hal lain yang menarik baginya.

“Pemenang berhenti setiap saat. Mereka berhenti melakukan sesuatu yang tepat di waktu yang tepat. Pemenang cepat berhenti, sering berhenti, dan tanpa rasa bersalah,” kata Zahid, mengutip kalimat Seth Godin di akhir talk show-nya.

 

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: GagalKegagalankisah kegagalan

Related Posts

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi
Tips

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Jumat, 14 Agu 2026
Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa
Tips

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Minggu, 9 Agu 2026
7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak
Tips

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Sabtu, 8 Agu 2026
Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya
Tips

Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya

Jumat, 7 Agu 2026
Belanja Fashion Wanita di Malang - 6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG
Tips

6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG

Jumat, 7 Agu 2026
5 Toko Sayur di Merjosari Malang untuk Belanja Harian Anak Kos
Tips

5 Toko Sayur di Merjosari Malang untuk Belanja Harian Anak Kos

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Bunga Selasih untuk tabur bunga ke makam

Catatan Mudik (10): Peziarah di Situs Makam Sunan Gunung Jati Gunakan Tanaman Selasih untuk Tabur Bunga

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.