MALANG, Tugumalang.id – Bertujuan membantu peternak ikan lele agar dapat memantau pertumbuhan dan kondisi kesehatan ikan secara teratur. Tim Dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) mengembangkan timbangan digital berbasis IoT untuk memantau bobot ikan lele.
Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, Tim Dosen Jurusan Teknik Elektro Polinema menggandeng Peternakan Barokah, Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang sebagai mitra.
Diketuai oleh Rieke Adriati Wijayanti penerapan timbangan digital ini diharapkan dapat membantu peternak dalam menentukan dosis pakan dan juga waktu panen yang tidak lagi mengandalkan perkiraan saja.
Baca Juga: Polinema Tingkatkan Kompetensi First Aid bagi Sivitas Akademika
Program Pemberdayaan Peternak: Digitalisasi Monitoring Bobot sebagai Indikator Kesehatan Ikan Lele ini didanai melalui DIPA Politeknik Negeri Malang Tahun 2026.
Rieke mengatakan dengan penggunaan timbangan digital ini, mitra dapat mengukur secara pasti bobot ikan yang ada di kolam bukan lagi menggunakan perkiraan. Menurutnya pemantauan bobot ikan lele penting untuk melihat pertumbuhan sekaligus perhitungan jumlah pakan dan kondisi kesehatan ikan.
“Selama ini mitra belum memiliki alat timbang ikan, sehingga pertumbuhan ikan hanya dipantau secara visual dan data bobot tidak pernah tercatat. Padahal, bobot ikan merupakan indikator utama pertumbuhan sekaligus tanda awal gangguan kesehatan, serta menjadi dasar perhitungan jumlah pakan,” ujar Rieke.
Peternakan Barokah merupakan usaha budidaya lele dengan 25 kolam dan produksi rata-rata sekitar 1.000 kg per siklus.
Baca Juga: Polinema Tingkatkan Kompetensi First Aid bagi Sivitas Akademika
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan pemanfaatan teknologi yang dikembangkan Tim Dosen Polinema menggunakan pendekatan alih teknologi tepat guna secara partisipatif, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan dan pengadaan alat, instalasi dan uji fungsi, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi.
Tim menyerahkan satu unit timbangan digital platform berbasis IoT dengan fitur tare, dilengkapi keranjang penimbangan berlubang agar air dapat menetes dan ikan tetap aman, serta SOP penimbangan dan format log sheet pencatatan bobot per tanggal dan per kolam.
Setelah serah terima, pengelola Peternakan Barokah dilatih teknik pengambilan sampel ikan, penggunaan fitur tare, pembacaan display, dan pencatatan bobot.
Selain itu juga dilatih mengolah data menjadi bobot rata-rata, pertambahan bobot, perkiraan biomassa kolam, dan kebutuhan pakan harian berdasarkan persentase biomassa.
Salah satu pengelola Peternakan Barokah, Mahbub Husni merasa sangat terbantu dengan adanya timbangan digital yang dikembangkan Tim Dosen Polinema. Ia mengakui proses penimbangan ikan lele menjadi lebih efektif dan efisien menggunakan timbangan digital tersebut.
“Dengan adanya timbangan digital ini, proses penimbangan ikan lele menjadi lebih mudah, efektif, dan efisien. Sekarang kami bisa mencatat bobot ikan di setiap kolam secara rutin,” terangnya.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, Tim Dosen Polinema terdiri dari Rieke Adriati Wijayanti selaku Ketua Tim. Kemudian beranggotakan Kristina Widjajanti, M. Nanak Zakaria, Putri Elfa Mas’udia, M. Syirajuddin S, Atik Novianti, dan juga melibatkan mahasiswa.
Tim juga berasal dari lintas program studi yakni Teknik Elektro, D4 Jaringan Telekomunikasi Digital, dan D3 Teknik Telekomunikasi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A




































