Tugumalang.id – Upaya reboisasi besar-besaran di kawasan Gunung Panderman dan Arjuno pasca kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh Pemkot Batu bersama Perum Perhutani terpaksa tertunda. Ini lantaran kondisi tanah masih menyimpan sisa hawa panas.
Sebab itu, eksekusi reboisasi dan penyebaran benih massal masih harus menunggu kondisi tanah yang ideal serta intensitas hujan yang merata. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Suwoko.
Ia membenarkan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru melakukan penanaman kembali. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik di kawasan bekas kebakaran, termasuk di Petak 18 hingga saat ini masih menyimpan sisa hawa panas.
Baca Juga: Kawasan Hutan Lindung di Gunung Panderman Kebakaran
“Kita mencari momen yang baik. Saat ini bukan waktu yang terbaik, tanah kita masih panas, masih hangat. Jadi, belum saatnya melakukan reboisasi. Nanti akan ditentukan kalau sudah ada turun hujan,” ujar Suwoko, Kamis (5/11/2026).
Sebelumnya, Wali Kota Batu Nurochman juga telah berkoordinasi dengan Perhutani untuk merumuskan pemulihan ekosistem berkelanjutan. Menurutnya, tingkat kerusakan di masing-masing titik bervariasi sehingga memerlukan penanganan yang terukur dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Yang pasti dari pihak Perhutani juga sudah ada antisipasi. Nanti kita akan sebar benih untuk me-recovery lahannya, termasuk yang di Petak 18 dan beberapa wilayah yang kebakaran,” timpal Wali Kota Nurochman.
Meski reboisasi berskala besar ditunda sementara, Pemkot Batu tetap mengawali langkah mitigasi dini melalui aksi penanaman pohon secara terbatas.
Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Panderman Lengkap dengan Waktu Tempuh, Perhatikan Rute Sebelum Berangkat
Suwoko menekankan bahwa esensi pemulihan lingkungan tidak hanya terletak pada aktivitas menanam semata, melainkan juga perawatan jangka panjang agar bibit yang ditanam dapat tumbuh subur dan terpelihara dengan baik.
Di sisi lain, menyikapi mulai turunnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, pihak BPBD Kota Batu mengajak masyarakat untuk menyambutnya sebagai bentuk anugerah.
Hujan dinilai sebagai berkah vital yang tidak hanya menyegarkan kembali ekosistem hutan yang gersang pascakebakaran, tetapi juga mendinginkan struktur tanah agar siap menerima kembali vegetasi baru.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A





































