Tugumalang.id – Gelaran Dies Maulidiyah ke-65 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan pada Rabu (28/10/2026). Dalam momen tersebut, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si., CAHRM., CRMP., mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat peran kampus dalam membangun peradaban kesehatan sekaligus meningkatkan kontribusi di tingkat internasional.
Prof Ilfi mengatakan bahwa perjalanan panjang kampus UIN sejak 1961 telah menghasilkan lulusan berkualitas dan teruji di berbagai bidang.
Baca Juga: Rektor UIN Malang Tegaskan Jaga Kepercayaan Orang Tua Mahasiswa
Dia menyebut, UIN Malang yang saat ini menduduki peringkat kedua terbaik sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) terbaik versi Times Higher Education (THE) merupakan kerja keras bersama dan harus terus dikembangkan.

“Ini merupakan kerja luar biasa dari para pendahulu kita. Maka kita harus melanjutkan secara progresif dan dinamis. Capaian UIN Malang bukan capain rektor, tetapi capaian semua pimpinan, dosen dan tenaga pendidik,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa capaian akademik dan reputasi global harus tetap diiringi pengembangan ilmu pengetahuan yang benar benar berdampak nyata bagi masyarakat luas. Untuk itu, dia meminta seluruh unsur kampus terus bergerak untuk memperkuat rekognisi dan reputasi internasional, bukan sekadar mempertahankan posisi yang sudah dicapai.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja sivitas akademika, UIN Malang memberikan penghargaan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan kampus dengan total hadiah mencapai Rp 1,3 miliar. Fakultas Humaniora menjadi juara umum, disusul Fakultas Kedokteran. Keduanya sama sama menerima empat penghargaan.
Baca Juga: Sambut Mahasiswa Baru, Rektor UIN Malang Ajak Orang Tua Bangun Kepercayaan
Ilfi menegaskan, penghargaan tersebut tidak boleh menjadi ajang kebanggaan semata. Capaian itu harus menjadi pemacu agar semakin banyak sivitas akademika berkontribusi melalui publikasi, penulisan buku, sitasi ilmiah dan peningkatan kualitas pendidikan.
“Teruslah bergerak membawa kemajuan kampus ini dan memberikan dampak kepada masyarakat luas,” ucapnya.
Adapun dalam Dies Maulidiyah ke-65 ini, UIN Malang mengangkat tema “Dari UIN Malang untuk Dunia: Peran Strategis Kampus dalam Pembangunan Peradaban Kesehatan”, dengan semangat matang dalam iman, unggul dalam ilmu dan berdampak bagi dunia.
Ilfi menjelaskan, tema kesehatan dipilih karena kesehatan tidak hanya berkaitan dengan layanan rumah sakit dan klinik, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban. Kesehatan fisik, ketenangan jiwa dan pengembangan ilmu pengetahuan dinilai saling berkaitan.
“Kesehatan adalah fondasi perdabadan. Tanpa raga yang sehat, ilmu tak akan bisa diamalkan. Tanpa jiwa yang sehat, hukum tak bisa ditegakan. Tanpa lingkungan yang sehat, ekonomi tak bisa tumbuh untuk umat,” tuturnya.
Ia juga mengaitkan kesehatan dengan maqashid syariah, khususnya prinsip menjaga jiwa dan akal. Karena itu, isu kesehatan perlu menjadi perhatian lintas fakultas dan unit kerja, bukan hanya menjadi tanggung jawab bidang kedokteran atau layanan kesehatan.
“Peradaban yang kuat bertumpu pada 3 pilar yakni kesehatan raga, kejernihan jiwa dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Melalui momentum Dies Maulidiyah ke-65, Ilfi berharap UIN Malang mampu melanjutkan capaian akademik sekaligus memperluas dampaknya bagi masyarakat. Tantangannya, reputasi internasional yang dibangun harus berjalan seiring dengan mutu pendidikan, akses yang lebih luas dan kontribusi nyata kampus dalam menjawab persoalan kehidupan.
Di sisi lain, UIN Malang menurutnya juga terus memperkuat akses pendidikan bagi kalangan pesantren. Dalam kesempatan tersebut, kampus memberikan golden ticket masuk tanpa tes kepada para pengasuh pondok pesantren. Penghargaan juga diberikan kepada mahasiswa penghafal Al-Qur’an terbaik, yang memperoleh hadiah dari Yayasan As-Salam, Uni Emirat Arab.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi kalangan santri. Ilfi mengajak para pengasuh pesantren agar tidak ragu mendorong santrinya melanjutkan pendidikan di UIN Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A






































