Malang, Tugumalang.id – Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) meraih Juara 2 dalam Kompetisi Gemerlap 2026 kategori Policy Brief dan Poster.
Tim tersebut terdiri dari Shella Rizki Dwiyana Putri, Etik Nur Awaliyah, dan Moh. Nurul Azmi. Kompetisi Gemerlap 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Kajian dan Aksi Strategis BEM Fakultas Ilmu Budaya dan Ilmu Pengetahuan (FBIPK) Universitas Brawijaya (UB) belum lama ini.
Prestasi tersebut menunjukkan upaya mahasiswa UIN Malang dalam mengembangkan potensi diri sekaligus menyumbangkan gagasan dan kajian terhadap isu sosial di masyarakat.
Salah satu anggota tim, Moh. Nurul Azmi, mengatakan keikutsertaannya dalam kompetisi itu berawal dari keinginan memanfaatkan waktu luang pada semester akhir.
Setelah menjalani aktivitas kuliah, bekerja, dan tinggal di ma’had pada semester sebelumnya, Azmi melihat kesempatan untuk lebih aktif mengikuti lomba dan program magang.
“Pada semester sebelumnya, saya fokus kuliah, kerja, dan ma’had. Memasuki semester akhir, ketika sudah tidak ada mata kuliah, saya ingin memanfaatkan waktu yang ada untuk mengikuti lomba dan magang, terutama lomba untuk membangun portofolio agar lebih baik lagi,” ungkapnya.
Baca juga: Hadiri Ujian Promosi Doktor Mahasiswa UIN Malang, Wakil Rektor 1 Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik Beri Pujian
Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa UIN Malang mengangkat isu menurunnya minat generasi muda untuk berprofesi sebagai petani. Mereka melakukan riset berdasarkan tema yang telah ditentukan panitia.
Isu regenerasi petani menjadi perhatian penting karena persoalan kemiskinan di sektor pertanian juga berkaitan dengan keterlibatan generasi muda.
Persiapan dilakukan dengan mengumpulkan informasi dan mengkaji berbagai permasalahan yang berkaitan dengan tema tersebut. Hasil penelitian kemudian menjadi dasar penyusunan gagasan yang dituangkan dalam bentuk policy brief dan poster.
Pengalaman Pertama Meraih Penghargaan
Atas keberhasilan meraih Juara 2 Kompetisi Gemerlap 2026, Azmi mengaku senang dan bersyukur. Pencapaian tersebut menjadi pengalaman berkesan karena merupakan kali pertama ia meraih penghargaan prestisius selama menjadi mahasiswa.
Azmi memaknai pengalaman itu sebagai pengingat bahwa kesempatan tidak datang dengan sendirinya tanpa usaha dan keberanian untuk mencoba.
“Kalau kita tidak berusaha, kita tidak akan pernah mendapatkan kesempatan dan momennya,” ucap Azmi.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tetap menyeimbangkan kegiatan di luar kampus dengan tanggung jawab akademik. Dengan begitu, berbagai pengalaman yang diperoleh dapat menjadi nilai tambah tanpa mengganggu perkuliahan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































