Senin, Oktober 26, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Mengapa Pemimpin Nasional Harus Minimal S1? Sebuah Seruan dari Dunia Pendidikan

Bagus Rachmad Saputra by Bagus Rachmad Saputra
Oktober 26, 2026 11:43 am
in Ruang Cendekia
Mengapa Pemimpin Nasional Harus Minimal S1? Sebuah Seruan dari Dunia Pendidikan
Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Dr. Aries Musnandar, M.Pd

Sebagai praktisi sekaligus ilmuwan pendidikan, penulis terus terang merasa sedih dan kecewa ketika syarat pendidikan formal untuk pimpinan nasional dianggap remeh, cukup setara SMA saja.

READ ALSO

 Krisis Role Model Elite Agama di Ruang Siber

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama

Di saat dunia bergerak dengan kompleksitas yang luar biasa, bagaimana mungkin kita menitipkan nasib 280 juta penduduk kepada standar pendidikan yang minimalis?. Ini bukan soal merendahkan lulusan SMA. Ini soal kesesuaian kompetensi dengan beban jabatan.

Berikut ini, penulis menjabarkan alasan mengapa syarat pendidikan formal tidak boleh dikesampingkan begitu saja dalam konteks kepemimpinan nasional.

Negara Modern Tidak Bisa Dipimpin dengan Logika Sederhana

Mengelola negara hari ini bukan hanya soal blusukan dan populer. Presiden dan Wakil Presiden harus membaca APBN triliunan rupiah, memahami geopolitik, negosiasi perdagangan internasional, krisis iklim, transformasi digital, dan disrupsi AI.

Pendidikan S1 adalah proses sistematis untuk melatih berpikir kritis, berpikir abstrak, riset, dan pengambilan keputusan berbasis data.

Baca juga: Swiss-Belinn Malang Perkuat Kolaborasi dengan Dunia Pendidikan, Siapkan Generasi Muda Lebih Siap Hadapi Dunia Kerja

Di bangku kuliah seseorang dilatih menyelesaikan masalah yang tidak terstruktur dan mempertanggungjawabkan gagasannya secara akademik. Modal dasar inilah yang tidak bisa digantikan oleh pengalaman populer semata.

S1 Adalah Standar Minimum Peradaban Global

Hampir semua negara demokrasi maju menuntut pemimpinnya memiliki latar pendidikan tinggi yang kuat. Bukan karena gelar itu segalanya, tetapi karena S1 adalah tiket masuk minimum untuk berdialog setara di forum global.

Ketika presiden kita duduk di G20, di Sidang Umum PBB, atau berunding dengan IMF, ia membawa martabat intelektual bangsa.

SMA Cukup untuk Memilih, S1 Perlu untuk Memimpin

Menjadi dokter minimal harus S1 Kedokteran, menjadi dosen minimal S2, menjadi guru saja dituntut S1. Anehnya, untuk menjadi presiden yang menggaji dokter, dosen, dan guru itu, syaratnya hanya SMA. Logika ini terbalik.

Jika jabatan profesional di bawah presiden saja mensyaratkan S1, maka jabatan tertinggi yang mengatur semuanya harus minimal S1.

Menaikkan Standar Bukan Diskriminasi, Tapi Perlindungan Publik

Argumen bahwa syarat S1 itu diskriminatif dan tidak merakyat adalah menyesatkan. Menaikkan standar bukan untuk mengecualikan, tapi untuk memastikan mereka yang memimpin telah melewati proses pembentukan nalar yang panjang.

Justru dengan membiarkan standar tetap SMA, kita melanggengkan politik yang mengandalkan popularitas dan uang, bukan kualitas.

Saatnya DPR Berani

Karena itu, seruan ini penulis tujukan kepada DPR. Sudah saatnya Pasal 169 UU Pemilu direvisi. Naikkan syarat pendidikan minimal calon presiden dan wakil presiden dari SMA menjadi S1 dari perguruan tinggi terakreditasi.

Ini adalah keberpihakan kepada rakyat kecil agar mereka dipimpin oleh orang yang benar-benar mampu berpikir besar untuk mereka.

Jika kita ingin Indonesia Emas 2045, jangan titipkan kunci emas itu kepada standar pendidikan yang masih berkarat di level minimal.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

editor: jatmiko

*Penulis adalah Wakil Direktur dan Dosen Senior Pascasarjana Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang.

*Tugumalang.id mengundang para akademisi maupun praktisi untuk menulis di Ruang Cendekia melalui email: ruangakademika2026@gmail.com

 

Tags: Aries MusnandarKepemimpinan NasionalPendidikan FormalRuang CendekiauniraUniversitas Raden Rahmat Malang

Related Posts

 Krisis Role Model Elite Agama di Ruang Siber
Ruang Cendekia

 Krisis Role Model Elite Agama di Ruang Siber

Minggu, 25 Okt 2026
Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama
Ruang Cendekia

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama

Sabtu, 24 Okt 2026
Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Ruang Cendekia

Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Sabtu, 24 Okt 2026
Insinyur Ulul Albab: Meneguhkan Peran Rekayasa dalam 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Ruang Cendekia

Insinyur Ulul Albab: Meneguhkan Peran Rekayasa dalam 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Jumat, 23 Okt 2026
Bahasa Arab dan Ekosistem Keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Menjaga Warisan, Merawat Keunggulan
Ruang Cendekia

Bahasa Arab dan Ekosistem Keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Menjaga Warisan, Merawat Keunggulan

Jumat, 23 Okt 2026
Dosen Pascasarjana Universitas Raden Rahmat Malang, Dr. Aries Musnandar, M.Pd. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Merawat Akar Pesantren, Menguatkan Masa Depan Bangsa

Kamis, 22 Okt 2026
Next Post
Mahasiswa UIN Malang Raih Juara 2 Kompetisi Gemerlap 2026

Mahasiswa UIN Malang Raih Juara 2 Kompetisi Gemerlap 2026

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.