Malang, Tugumalang.id – Haul Akbar KH Yahya Syabrawi ke-39 berakhir pada Jumat sore (23/10/2026) di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum (PPRU) 1, Ganjaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang. Acara puncak menghadirkan KH Abdul Qoyyum Mansur atau Gus Qoyum dari Lasem, Jawa Tengah, dan Dr. Habib Segaf Baharun, M.H.I., dari Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Acara yang dihadiri ribuan orang, mulai alumni, santri, wali santri, hingga masyarakat, itu ditutup dengan ceramah kedua pendakwah tersebut.
Gus Qoyum menjadi pembicara pertama. Dalam ceramahnya, dia banyak mengutip ayat Alquran tentang tugas utama seorang ulama.
“Di dalam Al Qur’an disebutkan cucilah bajumu, beri makan mereka dan bersihkan yang artinya bisa ulama’ harus mencegah dan menyeru agar ummat mencegah kemaksiatan seperti judi online, pinjaman online dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, ulama juga harus memiliki baju takwa. “Ulama’ harus menutup aib dirinya sendiri, dan aib orang lain,” imbuhnya.
Baca juga: Haul Akbar KH Yahya Syabrawi ke-39, 500 Alumni dari Kalimantan Barat Sudah Tiba di Pesantren RU 1
Gus Qoyum juga menyampaikan kisah-kisah unik tentang kehidupan para wali pada zaman dahulu. Salah satunya kisah Umar bin Abdul Aziz yang menceraikan istrinya saat menjadi pemimpin.
”Agar kebijakannya tidak di intervensi oleh istrinya tersebut, makanya sementara diceraikan dulu,” tambah ulama yang terkenal alim tersebut.
Gus Qoyum juga menyebut ulama harus memiliki sifat al muthatoharrun, yakni bersih pakaian dan makanannya. “Artinya yang dimakan halal,” katanya.
Habib Segaf Sebut Dalwa dan RU 1 Tak Terpisahkan
Sementara itu, Habib Segaf mengaku seperti pulang kampung saat berkunjung ke PPRU 1. Ayahnya, Habib Hasan Baharun, pendiri Pondok Pesantren Dalwa, pernah mengajar di Desa Ganjaran sebelum mendirikan pesantren tersebut.
“Dan saya lahir di sini, jadi antara Dalwa dan RU 1 ini tidak bisa dipisahkan, dan antara Kiai Yahya dan ayah kami Habib Hasan Baharun juga tidak bisa dipisahkan,” katanya.
Habib Segaf berharap PPRU 1 bisa berkembang dan sukses seperti Dalwa yang kini memiliki puluhan ribu santri.
”Kalau Dalwa bisa, RU 1 juga bisa, itu tantangan dari saya semoga tertantang,” imbuhnya.
Dalam ceramahnya, Habib Segaf juga banyak membahas hubungan guru dan murid yang menurutnya berlangsung hingga dunia akhirat. Dia berharap para alumni PPRU 1 terus menjaga hubungan dengan KH Yahya Syabrawi serta anak dan cucunya.
“Kalau kita meninggalkan guru, kebangkrutan akan datang, masalah hidup semuanya akan datang, jangan sampai tinggalkan guru,” imbuhnya.
Habib Segaf juga memberikan tips bersedekah dengan meniatkan pahalanya untuk ayah dan ibu kandung serta guru-guru.
“Karena dalam kitab dijelaskan, kalau kita bersedekah dengan menghadiahkan untuk orang tua dan guru, kita justru mendapatkan pahala 70 kali lipat,” pungkasnya.
Ditutup Pembacaan Manaqib dan Doa

Setelah ceramah kedua pendakwah tersebut, acara dilanjutkan dengan pembacaan manaqib atau biografi KH Yahya Syabrawi. Kisah tersebut dibacakan dan diceritakan oleh dua cucu beliau, yakni KH Abdurrahman Said dan KH Nasih Al Khuzainy.
Baca juga: Beasiswa Nyai Hj Mamnunah Yahya Mulai Disalurkan untuk Santri Yatim dan Dhuafa
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Habib Ali Zainal Abidin bin Hasan Baharun, pengasuh Pondok Pesantren Dalwa.
Haul Akbar KH Yahya Syabrawi dan haul para masyaikh PPRU 1 telah berlangsung sejak Selasa (21/10/2026). Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian acara tersebut, antara lain seminar, temu nasional alumni, tahlil bersama masyarakat, pembacaan selawat, dan ziarah kubro ke makam.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko





































