Malang, Tugumalang.id – TNI gadungan di Malang berinisial VNS diduga menipu warga dengan mengaku sebagai anggota TNI Angkatan Laut. Dalam penggerebekan di rumah kontrakannya pada 5 Oktober 2026, Korem 083/Baladhika Jaya menemukan atribut militer, magazen pistol, puluhan amunisi, hingga granat replika.
Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus menjelaskan, kasus ini bermula dari laporan warga pada 3 Oktober 2026. Pelapor berinisial AAP mengaku menjadi korban penipuan terkait pengurusan sertifikat hak milik (SHM) tanah oleh VNS.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim intelijen Korem 083/Baladhika Jaya mengumpulkan data dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Detasemen Polisi Militer (Denpom) V Malang dan Polresta Malang Kota.
“TNI tidak akan memberikan ruang bagi siapapun yang menyalahgunakan identitas, atribut, maupun kewibawaan institusi TNI untuk melakukan tindak tindakan yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat,” tegas Wahyu, Senin (19/10/2026).
Penyelidikan tim intelijen mengarah ke sebuah rumah kontrakan di Perumahan D’Cluster Sukun Pondok Indah (SPI), Kota Malang, yang ditinggali terduga pelaku. Tim gabungan kemudian menggerebek rumah tersebut.
Berdasarkan keterangan ketua RT dan tetangga, mereka pernah melihat seorang pria mengenakan seragam TNI di rumah itu. Namun, saat penggeledahan dilakukan, rumah dalam keadaan kosong.
Petugas Temukan Atribut TNI hingga Granat Replika
Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas terduga pelaku. Barang bukti itu meliputi lima magazen SS1, dua magazen pistol, dan 33 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter yang dilaporkan telah ditembakkan. Petugas juga menemukan dua granat replika dan satu bungkus gotri untuk airsoft gun.
Selain itu, petugas menemukan satu set pakaian dinas lapangan (PDL) TNI AL, satu set pakaian dinas upacara (PDU) TNI AL, berbagai aksesori seragam, serta fotokopi kartu identitas VNS. Temuan tersebut diduga digunakan untuk membangun kesan bahwa VNS merupakan anggota TNI.
Baca juga: Polsek Pakis Buru Polisi Gadungan yang Rampas Handphone Pelajar
Pengumpulan barang bukti berlanjut pada 14 Oktober 2026. Petugas memperoleh tambahan dua unit handy talky (HT) merek Motorola, tiga unit HT Baofeng, tiga pengisi daya HT, dan sebuah power bank. Sejumlah atribut kepangkatan, sepatu dinas, papan nama, serta lima emblem seragam juga diamankan.
Barang bukti lainnya berupa buku sertifikat tanah, buku rekening bank, surat izin mengemudi (SIM), blangko kartu tanda anggota (KTA) kosong, dan foto berpakaian dinas. Seluruh barang tersebut masih didalami untuk memastikan kaitannya dengan dugaan penipuan dan kemungkinan tindak pidana lainnya.
Wahyu mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari dua korban dengan nilai kerugian cukup besar. Korban berinisial S disebut mengalami kerugian sekitar Rp 70 juta. Sementara itu, keluarga korban berinisial R mengalami kerugian hingga Rp 120 juta.
“Ini masih kami perdalam, beberapa orang sudah memberikan keterangan tentang kerugian yang sudah diambil oleh pelaku. Yang pertama, Rp70 juta dialami saudari S. Kemudian keluarga Bapak R itu Rp 120 juta. Namun ini baru data awal yang tentunya perlu adanya pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.
Polisi Telusuri Dugaan Penipuan TNI Gadungan di Malang
Wahyu mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang dilakukan dengan mengaku sebagai anggota TNI. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya kepada orang yang mengatasnamakan TNI tanpa identitas dan kedinasan yang jelas.
“Apabila ada hal hal tindakan yang mencurigakan, penyalahgunaan atribut TNI atau dugaan penipuan dengan mengatasnamakan institusi TNI, segera laporkan kepada kami. Bisa kepada Polres, bisa kepada kami, Denpom, di Kodim atau jajaran koramil setempat,” tuturnya.
Baca juga: Polisi Gadungan Peras Pria Lansia Pembawa Uang Palsu untuk Ritual di Bromo
Sementara itu, Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, pihaknya masih mendalami perkara tersebut. Kasus ini diduga turut mencederai nama institusi TNI.
“Terduga pelaku masih dalam pencarian, namun kami sudah kantongi identitasnya,” kata dia.
Polresta Malang Kota terus berkoordinasi dengan Korem untuk menindaklanjuti perkara tersebut. Polisi juga akan mendalami dugaan penipuan, termasuk asal-usul dan penggunaan barang-barang yang diduga berkaitan dengan perlengkapan militer itu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko


































