Kota Batu, Tugumalang.id – The Bagong Adventure Museum Tubuh, museum anatomi tubuh manusia terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Kota Batu, menjajaki kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) Malang untuk meningkatkan kualitas edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Kolaborasi ini dirancang untuk memadukan keahlian akademis bidang medis dari FK UB dengan fasilitas pameran interaktif di Museum Tubuh. Sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman tentang anatomi manusia yang lebih komprehensif, akurat, dan menarik bagi pengunjung.
Penjajakan kerja sama ini berlangsung dalam rangkaian Happy Cells Festival untuk memperingati World Anatomy Day dan Hari Museum Indonesia di Museum Anatomi FK UB, Sabtu (17/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan pendekatan edukasi anatomi yang komprehensif sekaligus rekreatif.
Dalam kegiatan tersebut, The Bagong Adventure Museum Tubuh menghadirkan booth edukasi. Pengunjung dapat mengikuti pemeriksaan gratis yang berfokus pada kesehatan mata, rambut, dan telinga, serta mencoba permainan digital interaktif untuk mengenal tubuh manusia dengan cara menarik.
Kegiatan ini dihadiri Asisten Manager Jatim Park 1 dr. Novita Megawati bersama tim Museum Tubuh. Hadir pula sivitas akademika, siswa sekolah menengah atas, mahasiswa bidang kesehatan se-Malang, serta keluarga para pendonor organ yang berkontribusi bagi pengembangan koleksi pembelajaran Museum Anatomi FK UB.

Sebagai destinasi wisata edukasi, Museum Tubuh memiliki 18 zona yang menampilkan replika anatomi organ tubuh manusia dengan ukuran hingga 5.000 kali lipat dari ukuran aslinya. Museum ini juga memiliki lima koleksi kadaver yang dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi, dengan akses terbatas bagi pengunjung berusia 18 tahun ke atas.
Baca juga: Gak Sekadar Main! Ajak Anak Eksplorasi Keajaiban Kulit di Skin Zone Museum Tubuh Jatim Park 1
Dr. Novita menyampaikan, berbagai fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Museum Tubuh mengenalkan anatomi dan fungsi tubuh manusia melalui pengalaman belajar visual dan kontekstual. Kolaborasi dengan FK UB diharapkan memperluas jangkauan edukasi kepada mahasiswa kedokteran, mahasiswa bidang kesehatan, dan masyarakat umum.
“Jika selama ini kunjungan banyak berasal dari anak-anak sekolah, ke depan kami ingin mengembangkan pengalaman belajar yang relevan bagi mahasiswa kedokteran, mahasiswa kesehatan dan masyarakat umum. Sinergi dengan FK UB diharapkan dapat memperkaya materi edukasi sekaligus memperkuat keterkaitan antara wisata dan pembelajaran anatomi,” ujar dr. Novita.
Novita menerangkan, bentuk kerja sama yang dibahas antara lain pertukaran koleksi pembelajaran. Museum Tubuh berpeluang meminjam koleksi organ tubuh manusia dari Museum Anatomi FK UB. Sebaliknya, Museum Anatomi FK UB dapat memanfaatkan permainan digital interaktif milik Museum Tubuh.
“Rencana pertukaran tersebut diharapkan dapat melengkapi pendekatan edukasi kedua institusi sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing,” jelasnya.
Kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan penelitian di Museum Tubuh. Kolaborasi penelitian bersama mahasiswa FK UB telah berjalan sejak awal 2026. Salah satunya melalui kunjungan mahasiswa untuk mempelajari komunikasi kesehatan kepada pengunjung.
Melalui kegiatan itu, Museum Tubuh juga memperoleh masukan dan pembaruan informasi dari mahasiswa bidang kedokteran dan kesehatan. Masukan tersebut dapat mendukung pengembangan materi edukasi bagi pengunjung.
Baca juga: Jatim Park Luncurkan Program Pemeriksaan Antropometri dan Status Gizi di Museum Tubuh
Ke depan, jika koleksi kadaver pinjaman dari Museum Anatomi FK UB ditempatkan di Museum Tubuh, koleksi tersebut direncanakan berada di zona dengan akses terbatas dan bersyarat. Pengembangan ini juga akan disertai perencanaan paket edukasi tersendiri yang berbeda dari paket kunjungan reguler.
“Ini memungkinkan pengalaman pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakteristik peserta yang ingin mendapatkan kedalaman materi,” ungkapnya.
Manajemen Museum Tubuh menyampaikan, kehadiran akademisi dari FK UB akan memberikan nilai tambah bagi pengunjung. Selain berekreasi, wisatawan, khususnya pelajar, diharapkan dapat menumbuhkan minat terhadap sains, medis, dan gaya hidup sehat sejak dini.
Kolaborasi ini menegaskan posisi Kota Batu sebagai destinasi unggulan pariwisata edukasi berbasis sains di Indonesia. Kerja sama resmi tersebut diharapkan segera diresmikan untuk memperkuat kontribusi kedua pihak bagi dunia pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko
































