Kota Batu, Tugumalang.id – Berawal dari usaha rumahan berskala kecil pada 1995, Batik Olive kini menjadi salah satu ikon kriya kebanggaan Kota Batu, Jawa Timur. Di bawah kepemimpinan pendirinya, Iwan Airawan, jenama lokal ini memadukan tradisi dengan inovasi hingga meraih pengakuan tingkat nasional.
Keunikan Batik Olive terletak pada keberanian Iwan memadukan estetika batik lawasan atau klasik dengan sentuhan inovatif berupa bordir di atas kain batik tulis. Perpaduan tersebut menciptakan identitas visual khas dibandingkan produk batik daerah lain.
“Keunggulan utama dari Batik Olive ini terletak pada karakteristik batik lawasan yang dipadualkan dengan inovasi baru berupa bordir pada batik tulis,” kata Iwan, Jumat (2/10/2026).
Inovasi tersebut tidak hanya memikat pencinta kriya di seluruh Indonesia, tetapi juga mengantarkan Iwan meraih Penghargaan Upakarti dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009. Penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi atas dedikasinya memelihara warisan budaya bangsa.
Baca juga: 5 Tempat Belajar Membatik di Malang, Cocok untuk Pelajar hingga Wisatawan
Di samping fokus pada estetika dan kualitas busana, Batik Olive menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam proses produksinya. Siklus produksi dirancang efisien dengan mengolah kembali sisa lilin atau malam batik untuk pemakaian berikutnya.
Sementara itu, limbah kain perca dimanfaatkan menjadi aneka aksesori bernilai ekonomi, seperti kalung, tas, hingga dompet handmade.
Galeri dan rumah produksi Batik Olive di Jalan Terusan Agus Salim Gang Pesantren 2 Nomor 5i, Kelurahan Temas, Kota Batu, kini juga berfungsi sebagai pusat edukasi seni membatik.
“Galeri ini rutin menerima kunjungan dari kalangan pelajar, mahasiswa, korporasi, hingga wisatawan mancanegara yang ingin mempelajari teknik pembuatan batik secara langsung,” kata Iwan.
Perjalanan Batik Olive menunjukkan pelestarian seni tradisional, inovasi, dan kepedulian lingkungan dapat berjalan secara harmonis. Ketiganya menjadi bagian dari upaya memperkuat kriya Nusantara di era modern.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News\
redaktur: jatmiko
















